askeb akseptor KB suntik

TINJAUAN TEORI

2.1. Konsep Dasar KB dan Spotting
2.1.1. Pengertian
Suntikan KB merupakan metode KB yang menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakaian suntikan KB karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan.
(IBG Manuaba, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, 444)

 

2.1.2. Mekanisme kerja suntikan KB
• Mencegah ovulasi degnan cara menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum.
• Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
• Perubahan peristatik tuba falopii, sehingga konsep dihambat
• Mengubah suasana endometrium, sehinggat idak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi.
2.1.3. Bentuk Suntik KB
2.1.3.1. Depoprovera
Mengandung progesteron sebanyak 150 mgr dalam betnuk partikel kecil. Suntik setiap 12 minggu keuntungan datang setiap 3 bulan. Kerugian sering terjadi kelambatan datang bulan sekalipun telah menghentikan suntikan,dapat terjadi perdarahan berkepanjangan di saat mensetruasi, perdarahan yang tidak teratur, badan terasa panas dan liang senggama kering.

2.1.3.2. Cyclofem
Mengandung progesteron sebanyak 50 mg dan estrogen. Disuntikkan setiap bulan. Diharapkan dapt menstruasi setiap bulan karena komponen estrogennya. Kerugiannya sering terjadi kegagalan menstruasi yang diharapkan setelah pemakaian beberapa bulan efeknya hampir sama dengan depoprovera.
2.1.3.3. Norigest
Turunan dari testoteron. Disuntikan setiap 8 minggu kerugiannya hampir sama dengan depoprovera.
2.1.4. Keuntungan suntikan KB
1. Tingkat efektivitasnya tinggi
2. Pemberiannya sederhana setiap 8 sampai 12 minggu
3. Pencegahan kehamilan yang jangka panjang
4. Pengawasan medis yang ringan
5. Sedikit efek samping
6. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
7. Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai pre menopouse.
8. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
9. Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
10. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
2.1.5. Keterbatasan Suntikan KB
1. Sering ditemukan gangguan haid seperti :
- Siklus haid yang memendek atau memanjang
- Perdarahan yang banyak atau sedikit.
- Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
- Tidak haid sama sekali.
2. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut
3. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
4. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, virus Hepatitis B atau Infeksi virus HIV.
5. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
6. Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang (denstias).
7. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jaran), sakit kepala, nervositas, jerawat.
8. Masih terjadi kemungkinan hamil


2.1.6. Yang dapat menggunakan suntikan progestin
1. Usia reproduksi
2. Nuli para dan yang telah memiliki anak
3. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi.
4. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai
5. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
6. Setelah abortus atau keguguran
7. Telah banyak anak tetapi tidak menghendaki tubektomi
8. Perokok
9. Sering lupa menggunakan kontrasepsi pil
10. Anemia defisiensi besi
11. Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.
2.1.7. Yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi suntikan progestin.
1. Hamil atau dicurigai hamil (resiko cacat pada janin 7 per 100.000 kelahiran)
2. Perdarahan pervaginan yang belum jelas penyebabnya
3. Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorhoe
4. Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara
5. Diabetes militus disertai komplikasi.
AYO..BELAJAR...!!!
2.1.8. Waktu menggunakan kontrasepsi suntik progestin
• Setiap saat selama siklus haid, asal ibu tersebut tidak hamil.
• Mulai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
• Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diebrikan setiap saat, asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
• Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan. Bila ibu telah menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya secara beanr dan ibu tersebut tidak hamil, suntukan pertama dapat segera diberikan tidak perlu menunggu sampai haid berikut datang.
• Bila ibu sedang menggunakan kontrasepsi jenis lain dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntik yang lain lagi, kontrasepsi suntikan yang akan diberikan dimulai pada saat jadwal kontrasepsi suntik yang sebelumnya.
• Ibu yang menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid berikutnya datang. Bila ibu disuntik selama hari ke 7 haid, ibu tersbeut selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
• Ibu ingin mengganti AKDR dengan kontrasepsi hormonal. Suntikan pertama dapat diberikan pada hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid atau dapat diberikan setiap saat setelah hari ke 7 siklus haid, asal saja yakin ibu tersebut tidak hamil.
• Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja ibu tersebut tidak hamil dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.

2.1.9. Spotting
Spotting adalah perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak tetapi tidak berbahaya.
Penangana Spotting
• Bila perdarahan atau spotting terus berlanjut atau setelah tidak haid namun kemudian terjadi perdarahan, maka perlu dicari penyebab perdarahan tersebut. Obatilah penyebab perdarahan tersebut dengan cara yang sesuai. Bila tidak ditemukan penyebabnya, tanyakan apakah klien masih ingin melanjutkan suntikan, dan bila tidak suntikan tidak dilanjutkan lagi dan carikan kontrasepsi jenis lain.
• Perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal) Jelaskan bahwa perdarahan yang banyak atau memanjang tersebut biasa ditemukan pada bulan pertama suntikan.
• Bila perdarahan yang terjadi mengancam kesehatan klien atau klien tidak dapat menerima perdarahan yang terjadi. Suntikan jangan dilanjutkan lagi. Pilihkan jenis kontrasepsi yang lain. Untuk mencegah anemia perlu diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat beri.

2.2. Konsep Asuhan Kebidanan
Adalah aktivitas atau intervensi yang dilaksanakan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau permasalahan khususnya bidang KIA dan KB.
2.2.1. Pengkajian
Merupakan langkah awal komponen terpenting dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu akseptor KB suntik.
2.2.1.1. Data Subjektif
A. Identitas
Nama :
Umur :
Bangsa / Suku :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjan :
Penghasilan :
Alamat :
Register : Nama Suami :
Umur :
Bangsa / Suku :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjan :
Penghasilan :
Alamat :

B. Alasan kunjungan
C. Riwayat Kebidanan
D. Riwayat Kesehatan
E. Riwayat psikososial
F. Riwayat KB
G. Pola Kehidupan sehari-hari

2.2.1.2. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
a. Kesadaran
b. Keadaan umum
c. TB / BB
d. TTV
e. LILA
2. Pemeriksaan fisik
a. Rambut : Hitam, ketombe, rontok
b. Muka : conjungtiva, sklera
c. Mulut : Stomatitis, gigi
d. Leher : Kelenjar getah bening, struma, vena
jugularis
e. Payudara : bentuk, areola, puting susu, keluaran, striae
f. Perut : Linia, pembesaran, bekas luka,
g. Vulva : luka parut, keluaran, varices, oedema
h. Anus : Hemoroid, varices
i. Ektremitas : Odema, varices
2.2.2. Menginterprestasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah.
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interprestasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.
2.2.3. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan.
2.2.4. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera.
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.
2.2.5. Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh
Dalam tahap ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau antisipasi.
2.2.6. Implementasi
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah kelima di laksanakan dengan efisien dan aman.
2.2.7. Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dan asuhan yang tidak diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagai mana telah diidentifikasi didalam diagnosa dan masalah.

TINJAUAN KASUS

Tanggal pengkajian : Jam : WIB Oleh :
3.1 Pengkajian Data
A. Data Subjektif
1. Identitas
Nama klien : Ny. “M” Nama Suami : Tn. ”A”
Umur : 29 tahun Umur : 31 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa / Indonesia Suku/bangsa : Jawa / Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Pedagang
Penghasilan : – Penghasilan : Rp.
Alamat :
Alasan kunjungan / Keluhan Utama
Ibu datang ingin suntik ulang KB 3 Bulan dan mengatakan ada bercak-bercak darah diluar haid
2. Riwayat Kebidanan
3.1. Riwayat Menstruasi
Siklur Menstruasi : 28 hari Disminorhe : kadang-kadang
Lama : 6 hari Menarche : 14 tahun
Warna : merah HPHT : 01-06-07
Bau : khas
Flour albus : kadang-kadang
3.2. Riwayat Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
No Hamil ke Suami ke UK Jns Persal Penolong Penyulit BB/ PB JK H/M Meneteki Rewayat KB
1 1 1 9 bln Spt B Bidan Tdk ada 2800/ 50 ♀ H 2 th Suntik

3. Riwayat kesehatan
a. Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kronis seperti jantung ginjal, hipertensi, TBC
b. Riwayat penyakit keluarga atau keturunan
Ibu mengatakan tidak ada penyakit keturunan seperti hipertensi, jantung, asma.
4. Riwayat Psikososial
Ibu kelihatan cemas, hubungan antara ibu dan suaminya baik, keluarga juga baik, respon ibu terhadap petugas kooperatif.
5. Riwayat KB
Ibu mengatakan sejak anak lahir ia ikut KB suntik
6. Pola kehidupan sehari-hari
a. Pola nutrisi
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan makan 3x/ sehari dengan porsi nasi ½ piring, lauk, sayur, kadang buah, minum air putih  7 gelas / hari
b. Pola Eliminasi
Sebelum dan selama mengikuti KBIbu mengatakan BAB 1x/hr konsistensi lunak, tidak ada darah
BAK 3x/hr bau khas,jernih, tidak ada darah
c. Pola aktivitas
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, memasak dan mencuci serta merawat anaknya
d. Pola istirahat / tidur
Sebelum dan selama mengukiti KB Ibu mengatakan tidur siang  1 jam (13.00 – 14.00) tidur malam  7 jam (21.00 – 04.00)
e. Pola seksual
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan hubungan seksual 3x /minggu, tidak ada masalah dan tidak ada keluhan dalam berhubungan.

f. Personal hygiene
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan mandi 2x /hari, ganti CD 2x / hari

B. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
a. Kesadaran : composmentis
b. KU : baik
c. TTV : T = 120 / 70 mmHg S = 36°C
N = 88 x / menit RR = 24 x / menit
2. Pemeriksaan fisik
- Rambut : Bersih tidak ada ketombe
- Muka : – Conjungtiva : tidak anemis – /-
- Sklera : tidak ikterus – / -
- Mulut : Stomatitis : tidak ada stomatitis
Gigi : tidak ada gigi caries
- Leher :- Pembesaran kelenjar getah bening : tidak ada -/-
- Struma : tidak ada struma -/-
- Pembesaran vena jugularis : tidak ada -/-
- Dada : Simetris, tidak ada nyeri tekan
- Payudara :
Bentuk : Simestris
Areola : Hiperpigmentasi +/+
Putting susu : menonjol +/+
Keluaran : tidak ada -/-
Striae : tidak ada -/-
- Perut
- Striae : tidak ada
- Linea : tidak ada
- Pembesaran : tidak ada
- Bekas Luka : tidak ada

- Vulva
Warna : kemerahan
Luka parut : tidak ada
Keluaran : ada bercak darah
Varises : tidak ada
Adema : tidak ada
- Anus
Hemorroid : tidak ada
Varises : tidak ada
- Ekstremitas atas / bawah
Varicest : (-) / (-)
Oedema : (-) / (-)
Reflek pattella : Ka/Ki (+) /(+)
3.2 Identifikasi Masalah / Diagnosa

Tgl / jam Data dasar Diagnosa / Masalah
19-07-07
19.00 WIB S : Ibu mengatakan setelah ikut KB suntik ibu mengeluarkan darah sedikit-sedikit dari kemaluan.
O : TTV
T : 120/70 mmHg
S : 36°C
N : 84 x /menit
RR : 24 x / menit
Keluaran : ada bercak darah
Palpasi
Abdomen : tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan pada daerah adneksa kanan dan kiri tidak ada nyeri tekan pada supra pubis Akseptor KB suntik dengan spotting

3.3 Antisipasi Masalah Potensial
Tidak ada

3.4 Kebutuhan Segera
Tidak ada

3.5 Intervensi
• Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 30 menit diharapkan ibu mengerti tentang keadaannya, dan spotting dapat segera berhenti
• Kreteria : TTV : Tensi : 90-130/60 -90 mmHg
Nadi : 60 – 100 x /menit
Suhu : 36-37 °C
RR : 18 -27 x/menit
Intervensi Rasional
1. Lakukan pendekatan terapeutik terhadap ibu.
2. Beri kesempatan untuk mengemukakan permasalahannya
3. Beri penjelasan pada ibu tentang permasalahan / keluhannya
4. Jelaskan efek samping dari KB suntik
5. Berikan HE dan terapi :
- Nutrisi
- Personal hygiene
6. Anjurkan ibu untuk kontrol lagi apabila belum sembuh
7. Kolaborasi dengan dokter 1. Ibu dapat kooperatif dengan petugas.
2. Mengekspresikan perasaan ibu dan dapat mengurangi kecemasan.
3. Ibu mengetahui keadaan dirinya dan ibu merasa tenang.

4. Ibu paham dan mengerti akan efek samping KB suntik
5. Ibu paham dan melaksanakan anjurkan tersebut

6. Untuk deteksi adanya komplikasi

7. Kerja sama untuk mendapatkan terapi

3.6 Implementasi
Tgl/Jam Diagnosa Implementasi
19-007-08
19.05 WIB
Akseptor KB suntik dengan spotting 1. Melakukan pendekatan terapeutik terhadap ibu dengan memperkenalkan diri berkata dengan baik, sopan dan memberikan kesempatan klien untuk mengutarakan keluhannya.
2. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk mengemukakan permasalahannya.
Ibu mengatakan ikut KB suntik, mengalami bercak darah diluar siklus haid.
3. Memberi penjelasan tentang
Permasalahan yang dialami oleh ibu :
Gangguan perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari atau 2 x lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal) itu biasa ditemukan pada bulan pertama suntikan.
4. Menjelasakan efek samping dari KB suntik
Sering ditemukan gangguan haid
- Siklus haid yang memendek atau memanjang
- Perdarahan yang banyak atau sedikit
- Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
- Tidak haid sama sekali
5. Memberikan He
- Nutrisi : menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi seperti, nasi, sayur, ikan daging, susu, buah-buahan dll.
- Personal hygiene : Menganjurkan pada ibu untuk selalu menjaga kebersihan daerah genetalianya
6. Menganjurkan ibu untuk kontrol apabila obat habis dan keluhan belum sembuh
7. Kolaborasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi: Amoxilin 500 gr 3×1, Vit K 15 mg, fe 1×1

3.7 Evaluasi
Tanggal : 19-07-2008 Jam : 19.35 WIB
S : ibu mengatakan sudah mengerti tentang penjelasan yang telah diberikan.
O : TTV: T : 110/70 mmHg
S : 37°C
N : 84 x /menit
RR : 24 x / menit
Keluaran : ada sedikit bercak darah
A : Akseptor KB suntik depoprovera dengan spotting
P : - Berikan HE dan terapi
o Nutrisi
o Personal hygiene
o Vit K 15 mg
o Pil KB aktif selama 15 hari diminum 3 x 1
o Fe 1 x 1
- Anjurkan ibu untuk kontrol lagi apabila obat sudah habis dan keluhan belum sembuh.

BAB IV
PENUTUP

Setelah penulis memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB Suntik dengan spotting di BPS Hj. Istiqomah Surabaya. Maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan serta saran dan semoga dapat diambil manfaatnya.
4.1. Kesimpulan
4.1.1. Pengkajian
Merupakan langkah awal dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin untuk mengenali masalah dan keluhan sehingga keluhan klien dapat teratasi sesuai dengan objektif.
4.1.2. Analisa Data
Setelah data terkumpul langkah selanjutnya adalah menginterprestasikan data dari data subjektif dan data objektif.
4.1.3. Diagnosa potensial
Permasalahan yang muncul yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan.
4.1.4. Identifikasi kebutuhan segera
Dari data yang terkumpul dapat menunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera sementara yang lain harus menunggu intervenís dan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.
4.1.5. Perencanaan / intervenís
Merumuskan rencana asuhan sesuai dengan hasil pembahasan rencana asuhan bersama klien kemudia membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakan
4.1.6. Pelaksanaan
Merupakan realisasi dari perencanaan tindakan yang diberikan sesuai dengan hasil diagnosa dan masalah yang muncul secara efektif dan efisien

4.1.7. Evaluasi
Secara umum masalah dapat teratasi dan tidak terdapat masalah yang sangat serius, hanya saja masih memerlukan pengawasan dan perhatian khusus.

4.2. Saran
Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam bidang kebidanan, penulisan ingin menyampaikan beberapa sasaran sebagai berikut :
4.2.1. Klien
Diharapkan melakukan kontrol ke bidan apabila sewaktu-waktu ada keluhan
4.2.2. Petugas (Bidan)
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan wewenang, dapat bekerjasama dengan klien dan dapat mengakui sedalam-dalamnya tentang masalah yang dialami untuk dapat memberikan asuhan kebidanan secara optimal.
4.2.3. Institusi Pendidikan
Hendaknya dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa praktek baik dari segi teori atau ketrampilan secara maksimal agar mahasiswa dapat dengan mudah dan mandiri memberikan pelayanan dengan baik dan benar sesuai dengan protab yang ada.
4.2.4. Klinik
Menetapkan dan mempertahankan protab yang sudah ada dan menerapkan managemen kebidanan dalam pelayanan KB.

DAFTAR PUSTAKA

Saifuddin, Abdul Bari, 2003 Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi : Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohadjo, Jakarta.

Manuaba IBG, 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluaran Berencana Untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta.

Manuaba IBG, 1998, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Arca : Jakarta.

Wiknjosastro Hanifa, 2002. Ilmu Kebidanan : Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Hidup Untuk Hari Ini

''Jika anda dapat minum air jernih hari ini ,maka mengapa anda harus bersedih atas air asin yang anda minum hari kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar esok hari yang belum tentu terjadi

jika kamu berada pada pagi hari ini, maka janganlah menunggu hari sore tiba,Hari inilah yang akan kita jalani.Bukan hari kemarin yang sudah menjadi kenangan dan nostalgia dengan segala kebaikan dan keburukannya,dan juga bukan hidup untuk hari esok yang belum tentu datanghari ini yang saat ini matahari bersinar dan burung – burung menyambut pagi ,inilah hidup kita.

umur kita mungkin tinggal hari ini ,maka anggaplah masa hidup kita hanya hari ini saja.atau seakan – akan kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga.Dengan begitu hari kita tidak akan tercabik – cabik diantara gumpalan keresahan ,kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan terkadang menakutkan.

Pada hari ini pula , sebaiknya kita betul – betul mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras.Dan pada hari inilah kita harus membulatkan tekad untuk mempersembahkan yang terbaik , sholat khusyu’ , bacaan Al-Qur’an yang sarat tadabbur , dzikir dengan sepenuh hati, mencurahkan kasih sayang kepada keluarga, memberi ilmu kepada anak didik, memberi ketenangan kepada bawahan, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam berakhlak,perhatian terhadap kesehatan jiwa, dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

pada hari dimana kita hidup berpijak ,maka sebaiknya kita harus mampu membagi waktu dengan bijak.Jadikan setiap menitnya laksana ribuan tahun ,dan setiap detiknya laksana ratusan tahun.Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya.Dan persembahkan sesuatu yang indah pada hari ini.

 

REFLEKSI JIWA

  1. Setiap hari kita harus yakin bahwa kita baru dihidupkan lagi setelah mati,berupa tidur.Maka Hidup Hari Ini Jangan Kau Matikan
  2. Satu hari ini ,lebih baik dari 10 hari esok.Jangan menunggu esok apapun yang bisa dikerjakan hari ini ,siapa tahu esok mati.Produktiflah sebelum mati , malu rasanya bila mati tapi belum berbuat sesuatu yang berart

 

sumber :

Khoirul Anam/Warta Surya Edisi 28-juli 2010M/

POST PARTUM BLUES

POST PARTUM BLUES

 

  1. A. Pendahuluan

Masa nifas merupakan masa 2 jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu berikutnya. Waktu yang tepat dalam rangka post partum adalah 2-6 jam, 2 – 6 hari, 2 jam – 6 minggu (atau boleh juga disebut 6 jam, 6 hari dan 6 minggu) (www.google.com)

Pengawasan dan asuhan post partum masa nifas sangat diperlukan yang tujuannya adalah menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis, melaksanakan sekrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian immunisasi pada saat bayi sehat, memberikan pelayanan KB.

Gangguan-gangguan yang sering terjadi pada masa nifas berupa gangguan psikologis, seperti post partum blues, depresi post partum, depresi berat dan lain-lain.

 

  1. B. Definisi

Post partum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga 10 hari sejak kelahiran bayinya.

Gejala-gejala post partum blues, sebagai berikut :

  1. Cemas tanpa sebab
  2. Menangis tanpa sebab
  3. Tidak percaya diri
  4. Tidak sabar
  5. Sensitif, mudah tersinggung
  6. Merasa kurang menyangi bayinya
  7. Tidak memperhatikan penampilan dirinya
  8. Kurang menjaga kebersihan dirinya
  9. Gejala fisiknya seperti : kesulitan bernafas, ataupun perasaan yang berdebar-debar.

10.  Ibu merasakan kesedihan, kecemasan yang berlebihan

11.  Ibu merasa kurang diperhatikan oleh suami ataupun keluarga.

 

  1. C. Etiologi

Ada beberapa hal yang menyebabkan post partum blues, diantaranya :

  1. Lingkungan melahirkan yang dirasakan kurang nyaman oleh si ibu.
  2. Kurangnya dukungan dari keluarga maupun suami.
  3. Sejarah keluarga atau pribadi yang mengalami gangguan psikologis.
  4. Hubungan sex yang kurang menyenangkan setelah melahirkan
  5. Tidak ada perhatian dari suami maupun keluarga
  6. Tidak mempunyai pengalaman menjadi orang tua dimasa kanak-kanak atau remaja. Misalnya tidak mempunyai saudara kandung untuk dirawat.

Dengan kata lain para wanita lebih mungkin mengembangkan depresi post partum jika mereka terisolasi secara sosial dan emosional serta baru saja mengalami peristiwa kehidupan yang menakan.

Post partum blues tidak berhubungan dengan perubahan hormonal, bikimia atau kekurangan gizi. Antara 8% sampai 12% wanita tidak dapat menyesuaikan peran sebagai orang tua dan menjadi sangat tertekan sehingga mencari bantuan dokter.

 

  1. D. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan disini adalah cara mengatasi gangguan psikologis pada nifas dengan post partum blues. Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini yaitu :

  1. Dengan cara pendekatan komunikasi teraupetik

Tujuan dari komunikasi teraupetik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara :

  1. Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi.
  2. Dapat memahami dirinya
  3. Dapat mendukung tindakan konstruksi

 

  1. Peningkatan support mental/dukungan keluarga dalam mengatasi gangguan psikologis yang berhubungan dengan masa nifas dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase, sebagai berikut :
    1. Fase taking in yaitu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada saat itu focus perhatian ibu hanya pada dirinya sendiri, pengalaman selama proses persalinan sering berulang-ulang diceritakannya. Hal ini membuat cenderung ibu menjadi pasif terhadap lingkungannya.
    2. Fase taking hold yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah persalinan. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidak mampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Pada fase ini ibu karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam  merawat diri dan bayinya sehingga timbul percaya diri.
    3. Fase letting go, merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Ibu sudah dapat menyesuaikan diri, merawat diri dan bayinya sudah meningkat.

 

  1. E. Pencegahan

Post partum blues dapat dicegah dengan cara :

  1. Aanjurkan ibu untuk merawat dirinya, yakinkan pada suami atau keluarga untuk selalu memperhatikan si ibu
  2. Menu makanan yang seimbang
  3. Olah raga secara teratur
  4. Mintalah bantuan pada keluarga atau suami untuk merawat ibu dan bayinya.
  5. Rencanakan acara keluar bersama bayi berdua dengan suami
  6. Rekreasi

 

 

ASFIKSIA PADA BAYI

Asfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas scr spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus dan hipoksia ini berhubungan dengan faktor-faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan, atau segera setelah bayi lahir. Akibat-akibat asfiksia akan bertambah buruk apabila penanganan bayi tidak dilakukan secara sempurna. Tindakan yang akan dikerjakan pada bayi bertujuan mempertahankan kelangsungan hidupnya dan membatasi gejala-gejala lanjut yang mungkin timbul. (Wiknjosastro, 1999)

B. Etiologi

Asfiksia terjadi karena adanya gangguan pertukaran gas serta transpor O2 dari ibu ke janin sehingga terdapat gangguan dalam persediaan O2 dan dalam menghilangkan CO2. Gangguan ini dapat berlangsung secara menahun akibat kondisi atau kelainan pada ibu selama kehamilan, atau secara mendadak karena hal-hal yang diderita ibu dalam persalinan. Penggolongan penyebab kegagalan pernafasan pada bayi terdiri dari :

Faktor Ibu

    1. Hipoksia ibu, hal ini akan menimbulkan hipoksia janin. Hipoksia ibu dapat terjadikarena hipoventilasi akibat pemberian obat analgetik atau anestesi dalam.
    2. Gangguan aliran darah uterus

Mengurangnya aliran darah pada uterus akan menyebabkan berkurangnya pengairan O2 ke plasenta dan ke janin. Hal ini sering ditemukan pada kasus-kasus :

1)      Gangguan kontraksi uterus, misalnya : hipertensi, hipotoni / tetani uterus akibat penyakit atau obat.

2)      Hipotensi mendadak pada ibu karena perdarahan.

3)      Hipertensi pada penyakit eklamsia.

  1. Faktor Janin
    1. Gangguan aliran darah dalam tali pusat karena tekanan tali pusat.
    2. Depresi pernafasan karena obat-obat anastesia / analgetika yang diberikan kepada ibu.
    3. Trauma yang terjadi pada persalinan, misalnya : perdarahan intracranial.
    4. Kelainan kongenital, misalnya : hernia diafragmatika, atresia saluran pernafasan, hipoplasia paru, dan lain-lain.

(Wiknjosastro, 1999).

C. Perubahan Patofiologis dan Gambaran Klinis

Pernafasan spontan BBL tergantung pada kondisi janin pada masa kehamilan dan persalinan. Bila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan O2 selama kehamilan atau persalinan akan terjadi asfiksia yang lebih berat. Keadaan ini akan mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian asfiksia yang terjadi dimulai suatu periode apnu disertai dengan penurunan frekuensi. Pada penderita asfiksia berat, usaha bernafas tidak tampak dan bayi selanjutnya berada dalam periode apnue kedua. Pada tingkat ini terjadi bradikardi dan penurunan TD.

Pada asfiksia terjadi pula gangguan metabolisme dan perubahan keseimbangan asam-basa pada tubuh bayi. Pada tingkat pertama hanya terjadi asidosis respioratorik. Bila berlanjut dalam tubuh bayi akan terjadi proses metabolisme an aerobic yang berupa glikolisis glikogen tubuh, sehingga glikogen tubuh terutama pada jantung dan hati akan berkurang. Pada tingkat selanjutnya akan terjadi perubahan kardiovaskular yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaranya :

  1. Hilangnya sumber glikogen dalam jantung akan mempengaruhi fungsi jantung.
  2. Terjadinya asidosis metabolik yang akan menimbulkan kelemahan otot jantung.
  3. Pengisian udara alveolus yang kurang adekuat akan mengakibatkan tetap tingginya resistensi pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah ke paru dan ke sistem sirkulasi tubuh lain akan mengalami gangguan. (Rustam, 1998).
  4. D. Diagnosis

Asfiksia yang terjadi pada bayi biasanya merupakan kelanjutan dari anoksia / hipoksia janin. Diagnosis anoksia / hipoksia janin dapat dibuat dalam persalinan dengan ditemukannya tanda-tanda gawat janin. Tiga hal yang perlu mendapat perhatian yaitu :

W      Denyut jantung janin

Peningkatan kecepatan denyut jantung umumnya tidak banyak artinya, akan tetapi apabila frekuensi turun sampai ke bawah 100 kali per menit di luar his, dan lebih-lebih jika tidak teratur, hal itu merupakan tanda bahaya.

W      Mekonium dalam air ketuban

Mekonium pada presentasi sungsang tidak ada artinya, akan tetapi pada presentasi kepala mungkin menunjukkan gangguan oksigenisasi dan harus diwaspadai. Adanya mekonium dalam air ketuban pada presentasi kepala dapat merupakan indikasi untuk mengakhiri persalinan bila hal itu dapat dilakukan dengan mudah.

W      Pemeriksaan pH darah janin

Dengan menggunakan amnioskop yang dimasukkan lewat serviks dibuat sayatan kecil pada kulit kepala janin, dan diambil contoh darah janin. Darah ini diperiksa pH-nya. Adanya asidosis menyebabkan turunnya pH. Apabila pH itu turun sampai di bawah 7,2 hal itu dianggap sebagai tanda bahaya gawat janin mungkin disertai asfiksia.

(Wiknjosastro, 1999)

 

  1. E. Penanganan pada asfiksia

Tindakan yang dikerjakan pada bayi lazim disebut resusitasi BBL. Sebelum resusitasi dikerjakan perlu diperhatikan bahwa :

  1. faktor waktu sangat penting.
  2. Kerusakan yang timbul pada bayi akibat anoksia / hipoksia antenatal tidak dapat diperbaiki, tetapi kerusakan yang akan terjadi karena anoksia / hipoksia pascanatal harus dicegah dan diatasi.
  3. Riwayat kehamilan dan partus akan memberikan keterangan yang jelas tentang faktor penyebab terjadinya depresi pernafasan pada BBl.
  4. Penilaian BBL perlu dikenal baik, agar resusitasi yang dilakukan dapat dipilih dan ditentukan secara adekuat. (Prawiroharjo, 2002)
  5. F. Prinsip Dasar Resusitasi
    1. Memberikan lingkungan yang baik pada bayi dan mengusahakan saluran pernafasan bebas serta merangsang timbulnya pernafasan.
    2. Memberi bantuan pernafasan secara efektif pada bayi yang menunjukkan usaha bernafas lemah.
    3. Melakukan koreksi terhadap asidosis yang terjadi.
    4. Menjaga agar sirkulasi tetap baik. (Wiknjosastro, 1999)
  6. G. Persiapan Alat Resusitasi

Sebelum menolong persalinan, selain persalinan, siapkan juga alat-alat resusitasi dalam keadaan siap pakai, yaitu :

  1. 2 helai kain / handuk.
  2. Bahan ganjal bahu bayi. Bahan ganjal dapat berupa kain, kaos, selendang, handuk kecil, digulung setinggi 5 cm dan mudah disesuaikan untuk mengatur posisi kepala bayi.
  3. Alat penghisap lendir de lee atau bola karet.
  4. Tabung dan sungkup atau balon dan sungkup neonatal.
  5. Kotak alat resusitasi.
  6. Jam atau pencatat waktu.

(Wiknjosastro, 2007).

  1. H. Langkah-Langkah Resusitasi
    1. Letakkan bayi di lingkungan yang hangat kemudian keringkan tubuh bayi dan selimuti tubuh bayi untuk mengurangi evaporasi.
    2. Sisihkan kain yang basah kemudian tidurkan bayi terlentang pada alas yang datar.
    3. Ganjal bahu dengan kain setinggi 1 cm (snifing positor).
    4. Hisap lendir dengan penghisap lendir de lee dari mulut, apabila mulut sudah bersih kemudian lanjutkan ke hidung.
    5. Lakukan rangsangan taktil dengan cara menyentil telapak kaki bayi dan mengusap-usap punggung bayi.
    6. Nilai pernafasan
      1. Jika nafas spontan lakukan penilaian denyut jantung selama 6 detik, hasil kalikan 10. Denyut jantung > 100 x / menit, nilai warna kulit jika merah / sinosis penfer lakukan observasi, apabila biru beri oksigen. Denyut jantung < 100 x / menit, lakukan ventilasi tekanan positif.
      2. Jika pernasalan sulit (megap-megap) lakukan ventilasi tekanan positif.
      3. Ventilasi tekanan positif / PPV dengan memberikan O2 100 % melalui ambubag atau masker, masker harus menutupi hidung dan mulut tetapi tidak menutupi mata, jika tidak ada ambubag beri bantuan dari mulur ke mulut, kecepatan PPV 40 – 60 x / menit.
      4. Setelah 30 detik lakukan penilaian denyut jantung selama 6 detik, hasil kalikan 10.
        1. 100 hentikan bantuan nafas, observasi nafas spontan.
        2. 60 – 100 ada peningkatan denyut jantung teruskan pemberian PPV.
        3. 60 – 100 dan tidak ada peningkatan denyut jantung, lakukan PPV, disertai kompresi jantung.
        4. < 10 x / menit, lakukan PPV disertai kompresi jantung.
        5. Kompresi jantung

Perbandingan kompresi jantung dengan ventilasi adalah 3 : 1, ada 2 cara kompresi jantung :

a         Kedua ibu jari menekan stemun sedalam 1 cm dan tangan lain mengelilingi tubuh bayi.

b        Jari tengah dan telunjuk menekan stemun dan tangan lain menahan belakang tubuh bayi.

10.  Lakukan penilaian denyut jantung setiap 30 detik setelah kompresi dada.

11.  Denyut jantung 80x./menit kompresi jantung dihentikan, lakukan PPV sampai denyut jantung > 100 x / menit dan bayi dapat nafas spontan.

12.  Jika denyut jantung 0 atau < 10 x / menit, lakukan pemberian obat epineprin 1 : 10.000 dosis 0,2 – 0,3 mL / kg BB secara IV.

13.  Lakukan penilaian denyut jantung janin, jika > 100 x / menit hentikan obat.

14.  Jika denyut jantung < 80 x / menit ulangi pemberian epineprin sesuai dosis diatas tiap 3 – 5 menit.

15.  Lakukan penilaian denyut jantung, jika denyut jantung tetap / tidak rewspon terhadap di atas dan tanpa ada hiporolemi beri bikarbonat dengan dosis 2 MEQ/kg BB secara IV selama 2 menit. (Wiknjosastro, 2007)

 

ASUHAN KEBIDANAN PADA ABORTUS INKOMPLET

BAB II

LANDASAN TEORI

ABORTUS INCOMPLET

Pendahuluan

Istilah Abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Sampai saat ini janin yang terkecil, yang dilaporkan dapat hidup diluar kandungan, mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir. Akan tetapi, karena jarangnya janin yang dilahirkan dengan berat badan di bawah 500 gram dapat hidup terus, maka abortus ditentukan sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau kurang dari 20 minggu (Dikutip dari Buku Ilmu Kebidanan).

  1. Pengertian Abortus

Abortus atau keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.

Dibawah ini dikemukakan beberapa definisi para ahli tentang abortus

EASTMEN     :  Abortus ialah keadaan terputusnya suatu kehamilan dimana fetus belum sanggup hidup sendiri diluar uterus. Belum sanggup diartikan apabila fetus itu beratnya terletak antara 400 – 1000 gram atau usia kehamilan kurang dari 28 minggu.

JEFFCOAT     :  Abortus adalah pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 28 minggu.

HOLMER       :  Abortus adalah terputusnya kehamilan sebelum minggu ke-16, dinamakan proses plasentasi belum siap.

(Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002)

  1. Etiologi (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002)

Faktor-faktor yang menyebabkan kematian fetus adalah

  1. Kelainan ovum

Menurut HERTIG dkk, pertumbuhan abnormal dari fetus sering menyebabkan abortus spontan. Menurut penyelidikan mereka, dari 1000 abortus spontan, maka 48,9% disebabkan karena ovum yang patologis ; 3,2% disebabkan oleh kelainan letak embriio, dan 9,6% disebabkan karena plasenta yang abnormal.

Pada ovum abnormal 6% diantaranya terdapat degenerasi hidatid vili. Abortus spontan yang disebabkan oleh karena kelainan dari ovum, berkurang kemungkinannya kalau kehamilan sudah lebih dari satu bulan, artinya makin muda kehamilan saat terjadinya abortus makin besar kemungkinan disebabkan oleh kelaninan ovum (50-80%)

  1. Kelainan genetalia ibu

Misalnya pada ibu yang menderita :

  1. Anomali kogenital (hipoplasia uteri, uterus bikornis dll)
  2. Kelainan letak dari uterus seperti retrofleksi uteri fisaka
  3. Tidak sempurnanya persiapan uterus dalam menanti nidasi dari ovum yang sudah dibuahi, seperti kurangnya progesteron atau estrogen, endometritis, mioma submukosa.
  4. Uterus terlalu cepat teregang (kehamilan ganda, mola)
  5. Distorsio uterus, misalnya karena terdorong oleh tumor pelvis.
  1. Gangguan sirkulasi plasenta

Kita jumpai pada ibu yang menderita penyakit nefritis, hipertensi, toksemia gravidarum, anomali plasenta, dan endarteritis oleh karena lues.

  1. Penyakit-penyakit ibu

Misalnya pada :

  1. Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi seperti peneumonia, tifoid, pielitis, rubeola, demam malta dan sebagainya. Kematian fetus dapat disebabkan karena toksin dari ibu atau infasi kuman atau virus pada fetus.
  2. Keracunan Pb, nikotin, gas racun, alkohol dan lain-lain
  3. Ibu yang asfiksia seperti pada dekompensasi kordis, penyakit paru berat, anemia gravis.
  4. Malnutrisi, avitaminosis dan gangguan metabolisme, hipotiroid, kekurangan vit A, C atau E, diabeters melitus.
  1. Antagonis Rhesus

Pada antagonis rhesus, darah ibu yang melalui plasenta merusak darah fetus, sehingga terjadi anemia pada fetus yang berakibat meninggalnya fetus.

  1. Terlalu cepatnya korpus luteum menjadi atrofis, atau faktor serviks, yaitu inkompetensi serviks, servisitis.
  2. Perangsang pada ibu yang menyebabkan uterus berkontraksi; umpamanya : sangat terkejut, obat-obat uterotonika, ketakutan, laparotomi, dan lain-lain. Atau dapat juga karena trauma langsung terhadap fetus; selaput janin rusak langsung karena instrumen, benda dan obat-obatan.
  3. Penyakit Bapak : umur lanjut, penyakit kronis seperti : TBC, anemia, dekompensasi kordis, malnutrisi, nefritis, sifilis, keracunan (alkohol, nikotin, pada, dll) sinar rontgen, avitaminosis

Frekuensi

Diperkirakan frekuensi keguguran spontan berkisar antara 10-15%. Namun demikian, frekuensi keguguran yang pasti sukar ditentukan, karena abortus buatan banyak yang tidak dilaporkan, kecuali bila terjadi komplikasi. Juga karena sebagian keguguran spontan hanya disertai gejala dan tanda ringan, sehingga wanita tidak datang ke dokter atau rumah sakit.

Menurut SIEGLER dan EASTMAN, abortus terjadi pada 10% kehamilan. RS Pringadi Medan juga mendapati angka 10% dari seluruh kehamilan. Menurut EASTMAN, 80% dari abortus terjadi pada bulan ke 2-3 kehamilan, sementara SIEMENS mendapatkan 76% (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002).

Patologi

Pada permulaan, terjadi perdarahan dalam desidua basalis, diikuti oleh nekrosis jaringan sekitarnya, kemudian sebagian atau seluruh hasil konsepsi terlepas. Karena benda yang dianggap asing, maka uterus berkontraksi untuk mengeluarkannya. Pada kehamilan di bawah 8 minggu, hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya, karena vili korealis belum menembus desidua terlalu dalam; sedangkan pada kehamilan 8-14 minggu, telah masuk agak dalam, sehingga sebagian keluar dan sebagian lagi akan tertinggal, karena itu akan banyak terjadi perdarahan (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002).

Pemeriksaan Penunjang

-          Tes kehamilan : Positif (+) bila janin masih hidup, bahkan 2-3 mg, setelah abortus

-          Pemeriksaan Dooppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup

-          Permeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion.

  1. Klasifikasi

Abortus dapat dibagi atas 2 bagian :

  1. Abortus spontan

Adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului faktor-faktor mekanis ataupun medisinalis, semata-mata disebabkan oleh faktor-faktor alamiah.

  1. Abortus Provakotus (induced abortion)

Adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai obat-obatan maupun alat-alat. Abortus ini lalu dibagi lagi menjadi :

  1. Abortus medisinalis (abortus theraupetica)

Adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis), biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli.

  1. Abortus kriminalis

Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.

  1. Klinis Abortus Spontan

Dapat dibagi atas :

  1. Abortus kompletus (keguguran lengkap) : artinya seluruh hasil konsepsi dikeluarkan, sehingga rongga rahim kosong.

Terapi : Hanya dengan uterotonika

  1. Abortus inkompletus (keguguran bersisa) : hanya sebagian dari konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal adalah desidua atau plasenta.

Gejala : Didapat antara lain adalah aminore, sakit perut, dan mules-mules, perdarahan yang sedikit atau banyak dan biasanya berupa stosel(darah beku),sudah ada keluar fetus atau jaringan.

Terapi :Bila ada tanda –tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan transfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan  kuretase .setelah itu beri obat – obat uterotenika dan antibiotik.

  1. Abortus insipiens (keguguran sedang berlangsung)

Adalah abortus yang sedang berlangsung, dengan astium sudah terbuka dan ketuban yang teraba. Kehamilan ini tidak dapat dipertahankan lagi.

Terapi : seperti abortus inkompletus

  1. Abortus Iminens (Keguguran membakat)

Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan memberikan obat-obat hormonal dan antispasmodika serta istirahat. Kalau perdarahan setelah beberapa minggu masih ada, maka perlu ditentukan apakah kehamilan masih baik atau tidak. Kalau reaksi kehamilan 2 kali berturut-turut negatif, maka sebaiknya uterus dikosongkan (kuret)

  1. Missed Abortion

Adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi tetap berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih. Fetus yang meninggal ini

  1. Bisa keluar dengan sendirinya dalam 2-3 bulan sesudah fetus mati
  2. Bisa direabsorbsi kembali hingga  hilang
  3. Bisa terjadi mengering dan menipis yang disebut : fetus papyraceus
  4. Bisa jadi mola karnosa, dimana fetus yang sudah mati 1 minggu akan mengalami degenerasi dan air ketubannya diresorbsi.
  1. Abortus habitualis (keguguran berulang) adalah keadaan dimana penderita mengalami keguguran berturu-turut 3 kali atau lebih. Menurut HERTIG abortus spontan terjadi dalam 10% dari kehamilan dan abortus habitualis 3,6 – 9,8% dari abortus spontan
  2. Abortus infeksiosus dan abortus septik :

Abortus infeksiosus adalah keguguran yang disertai infeksi genital.

Abortus septik adalah keguguran disertai infeksi berat dengan penyebaran kuman atau toksinnya ke dalam peredaran darah atau peritoneum, hal ini sering ditemukan pada abortus inkompletus, atau abortus buatan, terutama yang kriminalis tanpa memperhatikan syarat-syarat asepsis dan antisepsis. Bahkan pada keadaan tertentu dapat terjadi perforasi rahim

  1. Komplikasi Abortus
    1. Perdarahan yang banyak disebut syok hemoragik
    2. Infeksi berat atau sepsis disebut syok septik atau endoseptik
  1. Perdarahan (hemorrhage)
  2. Perforasi : sering terjadi sewaktu dilatasi dan kuretase yang dilakukan oelh tenaga yang tidak ahli.
  3. Infeksi dan tetanus
  4. Payah ginjal akut
  5. Syok, pada abortus dapat disebabkan oleh :
  1. Perdarahan yang banyak disebut syok hemoragik
  2. Infeksi berat atau sepsis disebut syok septik atau endoseptik

PENULISAN KTI

PERWAJAHAN

UKURAN KERTAS

  • kertas HVS 70 atau 80 gr, kuarto (21,5 x28)
  • Margin kiri : 4     margin kanan,atas,bawah :3
  • Margin kanan tidak harus lurus
  • Judul yang merupakan judul BAB atau kata pengantar ,daftar isi,dan daftar pustaka diletakkan di tengah(center)
  • Bab baru dalam penelitian selalu dimulai pada halaman baru
  • subbab di awali dari margin kiri
  • penomoran halaman judul ditengah bawa

SPASI

  1. jarak pengetikan 2 spasi
  2. jarak antara judul bab dan subbab : 4 spasi
  3. jarak antara subjudul dengan ..
  4. jarak antara baris terakhir teks dan judul bab : 3spasi

COLD CHAIN

Cold chain : adl /prosedur (tata cara) p’alatan yg d gn’k dlm p’iriman at penyimpanan vaksin dr pabrik pembuat vaksin sampai pd sasarannya yaitu ibu dan anak

 

Manfaat & 7an CC

Adl utk m’p’kecil kesalahan slm penanganan thd vaksin shg dpt di yakinkan bhw vaksin yg akan di gn’k /disuntikkan msh mpy potensi yg dpt menimbulkan kekebalan

 

2 bag t’penting  dr sistem CC adl =

  • Penanganan penyimpanan vaksin(stored)
  • Penanganan pengiriman vaksin(distribution & transport)

RANTAI DINGIN PROGRAM IMUNISASI

Biofarma àpropinsi àkabupatenà puskesmas àposyandu-àsasaran

 

9 TATA CARA PENYIMPANAN VAKSIN DI TINGKAT PUSKESMAS /UNIT PLYN SWASTA

Pd lemari es rumah tangga dan RCW 42 ER

 

 

ICE PACK
POLIO BCG

 

CAMPAK

 

 

DTP

 

HEPT- B

TERMOMETER
HB- UNIJECT
DT TT
COLD PACK

 

Lemari hanya untuk menyimpan vaksin cold pack yg ada didalamnya jangan dipindahkan

 

Jangan menyimpan vaksin di pintu lemari es

 

6. ALAT PEMANTAU SUHU PD RANTAI DINGIN /TERMOMETER MULLER

‘’FREEZE  WATCH’’ b’fs sbg alat pemantau suhu dingin ,bulb di dlm akan pecah pada suhu dibawah – 0 ˚C(dengan RH 20% – 60% dan cairan biru akan menyebar ,vaksin yg mudah rusak krn suhu dibawah -0˚ adl HEPATITIS B,DPT,DT,TT

 

6 . VVM(VAKSIN VIAL MONITOR)

s/ alat utk memantau suhu panas ( suhu diatas +8˚C)semua jenis vaksin akan rusak pada suhu panas

 

 

 

 

cold chain dlm               chold chain kondisi

kondisi baik                    buruk

 

Semua alat pemantau suhu b’7an u/ m’beri gban akan paparan suhu selama penyimpanan dan pengiriman vaksin.pengukuran potensi pd vaksin di lkk mll test laboratorium

 

7. ALAT PEMANTAUAN PAPARAN PANAS (VVM)

VVM adalah =

  • Indikator kimiawi terkai dg waktu – suhu
  • Menunjukkan paparan suhu panas yg berlebih thd waktu
  • Perub warna b’langsung scr bertahap dan menetap

7.8.CARA-CARA P’GUNAAN VVM

VVM menyatakan : GUNAKAN VAKSIN INI

Segi empat di bagian lebih terang dri lingkaran luarnyaè gunakan secepatnya /lebih dahulu dari yang lain

 

VVM menyatakan

;;jangan m’gunakan vaksin ini !

SEGI EMPAT BAG DALAM SAMA DENGAN LINGKARAN DILUARNYA

 

VVM menyatakan

;;jangan m’gunakan vaksin ini !

SEGI EMPAT NAG DALAM LEBIH GELAP DARI PADA LINGKARAN DI LUARNYA.

 

MANFAAT PENGGUNAAN VVM

  • M’berikan peringatan pd petugas kapan harus menolak atau menggunakan vaksin
  • Memungkinkan vaksin di simpan /dipakai di luar rantai dingin
  • Memberikan petunjuk vaksin mana harus di salurkan /dipakai
  • Memungkinkan pemantauan kualitas rantai dingin pd berbagai tingkat pennyaluran dan penyimpanan

 

PEMANTAUAN SUHU PADA LEMARI ES

Periksa dan catat suhu lemari es 2 kali sehari yi pagi dan sore hari pada buku grafik suhu

Bila m’gn’k Freeze Waych catat keadaan’n

Pd vaksin yg m’gn’k VVM mk catat jg kondisi VVM

Hindari seringnya buka – tutup pd lemari es

Bila suhu lemari es sudah stabil antara +2˚C s/d +8˚C ‘’posisi Thermostat ‘’ tidak perlu.

 

PENGELUARAN VAKSIN

 

Banyak petugas di puskesmas/UPS yg akan m’el vaksin,ttp pastikan ada seorg ptgs yg di tunjuk utk b’tg jwb ttg cold chain dan vaksin.

Petugas yg ditunjuk mpy tugas :

M’catat suhu lemari es ,periksa kead VVM dan Freezer match

Memeriksa dan mencatat vaksin saat datang melip suhu vaksin slm p’jalanan (bila m’gn’k VVM at Freezer match periksalah kead alat tsb)juml,expire date

Memriksa & m’catat vaksin saat di keluarkan meliputi :jumlah,exp date,kead vaksin(periksa VVM dan freezer match bila ada)

Prinsip FIFO(first in first out)pada saat m’el vaksin

B.RESPON SEKUNDER

Adl resp y tjd stl p’br-an antigen ulang o/ k/ ada’n sel memori

1. Fs negatif. àm¯’n  anti b  k/ t’ikat dg antigen yg masuk

2. Fs anamnestic/Reaction,d tandai dg

-   Periode laten pendek

-   Respon antibodi cepat timbul & puncak titer antibodi > lama d p’tahan’k

-   T’btk’n sejuml.sel memori guna m’ingat’k limfosit B agar m’prod  antibodi y sama.

-   Periode of decline mjd > panjang mula2 tampak m¯ sementr,kmd m­

-   Juml sel anti b yg m’prod antibodi m­ (Imunologik memory)dpt b’tahan bbrp tahun & beri dampak timbul’n kekebalan thd infeksi dlm wkt y lama

 

RESPON P’BENTUKAN AB STL STIMULASI DG IMMUNOGEN

 

Lihat gb

POLIO – DIFTERIA –CAMPAK – TETANUS NEO – TBC – BATUK REJAN

 

** IMUNISASI **

 

1. Definisi

Imm adl.s/ usaha u/ m’buat seseorg mjd kebal thd peny t3

Adl s/ upy utk m’dpt’k kekebalan thd s/ peny dg cr memasukkan kuman y sdh di lemah’k at dimatikan ke dlm tb

Imunitas/kekebalan adl daya tangkal seseorg thd s/ peny t3

2. Bahan yg di berikan pd Imunisasi

  1. Vaksin àantigen y dpt brp kuman y sdh mati at msh hidup ,ttp sdh d lemah’k
  2. Serum àb’as dr hewan at mns yg m’and antibodi t3

3. Macam2 kandungan pd setiap vaksin utk imunisasi aktif

  1. Antigen ,yi bag t’penting dr vaksin y b’fs sbg zat at mikroba guna tjd’n semacam infeksi buatan ,dpt brp poly sakarida,toksoid at virus y d lemah’k at bakteri y d matikan
  2. Pelarut biasa’n air steril ,ada yg brp cairan kultur jaringan
  3. Preservatif , stabiliser & antibiotika guna m’hindari tumbuhnya mikroba,skaligus utk stabilisasi antigen
  4. Adjuvants,tdd garam aluminium y b’fs utk meningkat’k imunogenitas antigen

4. Macam- macam imunisasi

a.Imm aktif imm y d suntik’k vaksin

b.Imm pasif imm y d suntik’k serum

5. 7an pemberian Imunisasi

  1. u/ m’ceg tjd’n peny infeksi t3
  2. a/b tjd peny.tdk akan t’ll parah & dpt  m’ceg gx yg dpt timbul’k cacat at kematian.

6. Sasaran Imunisasi

  1. Wnt pranikah at calon pengantin,d harap’k dpt beri kekeb pasif thd bayi y akan d lahirkan
  2. Wnt hamil , d hrp’k dpt m’br’k kekeb
àsembuh sendiri

Beri pengertian pd ibu mereka kembali lg utk melengkapi vaksinasinya.

 

*HEPATITIS B

W Semua vaksin HB y b’edar d Ind aman d berikan by

W 95%efektif bila d berikan sblm t’papar virus HB at batas 7 hr stl kelahiran

W Eff.smpg y srg d jumpai = kemerahan,bengkak & nyeri t4 suntik,pns badan,reaksi alergi

W Anak y pernah m’al reaksi hebat pd suntikan dahulu jgn beri suntikan lanjutan

 

4.KEBERHASILAN IMUNISASI

B’gantung pd

a. Efektifitas vaksin.–>vaksin y eff ialah bila p’br vaksin tsb mirip dg cr masuk kuman penyebab infeksi

b. Imm aktif m’br kekeb >lama dr pd pasif

c.  Status antigen.Imm dg vaksin hidup >efek tif d band dg imm dg vaksin yg d mati’k/d bunuh,sebab mengand antigen yg mam pu timbul’k & m’p’thn’k efek imunogenik & hospes keberhasilan imm.

d. P’br-an  vaksin gabungan .p’br-an vaksin virus b’sm tetap menimbulkan efek kekeb yg baik

e. Status imunologik dr hospes.keberhasilan imm tgt pula dr kekamp hospes mbtk anti bodi.dr hsl penelitian m’bukti’k bhw neo netus telah mampu mbtk kekeb stl imm.

 

5.jadwal p’berian imm pd bumil & WUS

Vak

sin

Bu

mil

P’br-an imm Selang wkt p’ br-an Umur khmln Ket
TT 2X TT1 & TTQ2 4mgg 3 – 4 bln *wnt hml y sdh TT2 sewkt hml tdk d beri’k lg

*boster d br’k stl 3 th

*Dosis  0,5 ml

*IM

WUS 2x TT1 &2 4mgg 15- 35 th Blm m;dpt

’k

 

Kontra Indikasi

BCG : sakit kulit berat & menahun

DPT : panas>38,riw kejang demam,reaksi             b’>> stl imm sblm’n

Ex:suhu tb tg,kejang penurunan                 kesadaran ,shock,&reaksi                 anaphilaktik

Ket = dosis berikutnya di berikan DT(tanpa P) tetap d anjurkan utk d lanjutkan

PERAN BIDAN DLM ASH BAYI SEHAT

  1. Melanjut’k pwtn & p’awasan

Pengawasan :

-          Uji skrining perilaku

-          Taksiran usia gestasional

  1. 2. Bekerjasama dg dr pediatri ,puskesmas & klg
  2. 3. Menentu’k wkt &7an kunjungan ulang

-     Pulang 6 – 12 jam post partum,kunjungan hari 3 – 5

-     Pulang >48 jam,kunjungan 10 – 14

7an’n :

  1. M’identifikasi gx peny
  2. Mlkk skrining ulang
  3. 3. M’beri bimbingan & dukungan pd ortu

Renc  asuhan meliputi

1.m’kaji ulang riw kelahiran

2.m’amati & wawancara dg ortu :

@. Penyesuaian klg

@.kesejahteraan klg

@.tanda depresi

@ketidak mampuan merawat bayi

@.reaksi saudara & klg lain

3.penyul ttg :«p’berian mkn«kewaspadaan «pola tangisan«pola BAB/BAK «imm« pwtn by sehari2«higiene sanitasi«dll

4.p’ukuran antropometri

5.pmx fisik

6.skrining metabolik(bila perlu)

7.bimbingan & petunjuk antisipasi(anticipato ry Guidance)

8.m’jadwalkan kunj ulang dlm wkt 6 – 8 mgg,utk imm ,dll

9.t4 plyn kes darurat/pediatri

  1. A. PENGKAJIAN

  1. 1. Perilaku by

-    Ortu hrs p’hati’k kemamp sensorik by

-    Pd ms ini ortu b’harap lebih ,bila td ssi keinginan mdh frustasi

Perilaku tsb meliputi :

a. kead tidur bangun

mnrt Brazelton :

Periode bangun / t’jaga:

-    Menangis aktif(sulit d tenang’k)

-    T’jaga aktif(aktif&reaktif thd lingk, motorik > siaga)

-    T’jaga tenang(aktifitas motorik minimal ,dlm kead siaga/waspada

-    Ngantuk (mata m’buka/menutup, kelopak mt jauh,bisa t’senyum, gerakan tiba2)

Periode tidur

-  tidur aktif (ringan)

- tidur dalam

b. refleks bayi

àreflek Eksteroseptif

-          M’akar

-          M’genggam

-          Memukul

-          Rooting,dll

è  Refleks Propioseptif

-          morro

  1. 2.

    11

BOUNDING ATTACHMENT

(IKATAN KASIH SAYANG)

Mnrt Dr.Jemmy S.(2002)

Hsl proses int’aksi scr terus –menerus ant bayi & ortu/Klg,d mn kedua pihak b’peran aktif ,slg m’cintai & m’berikan pemenuhan emosional ,rs percy diri,stabilitas,slg m’butuh’k & kemamp u/ menyadari potensinya dlm kehidupan.

 

Hal penting dlm Bounding att :

Identifikasi b’tahap d mulai dr proses p’akuan/klaim

Cari kemiripan at d banding’k dg angg klg  & p’bed/keunikan (ciri khas)

Kontak awal penting u/ ms datang

Lkk sgr mungkin /2jam p’tm postpartum

Dpt meningkat’k prolaktin /oksitosin bg ibu & m’p’cepat reflek hisap bayi

Ibu & ayah punya naluri utk m’dorong proses ikatan batin

D bentuk o/ tindakan ortu mll : tatapan, suara ,menyusui,rangsangan,kontak tb & komunikasi

Ikatan batin yg terbentuk dlm klg

1.Ibu   2.ayah   3. Saudara

Saat lahir dlm kondisi waspada,sadar & reaktif thd lingk

Wajah bersih,lembut,lucu & menarik

Stl adaptasi fisiologis berespon thd :

-    Bunyi /cahayaèmenoleh

-    Suara ibu ègerakan tungkai scr sinkron

-    Sentuhanèrefleks genggam,hisap

-    Wajah ibu jarak +20cm dpt berespon


Kontak saat 2 jam PP akan memudah’k t’jalin bounding att

Tanpa melihat usia,paritas,status p’nikahan menunj respon y sama saat melihat by

Emosi ibu t’lihat : gembira,bahagia,bica ra  & menangis senang ,t’diam bila letih,bila kecewa & marah tdk akan menyentuh by(p’sal lama,dg tind, kecacatan,jk tdk ssi & tdk ada dukungan)


Aspek kasih sayang ayah sm p’ting dg ibu

Reaksi ayah kdg lebih dr ibu saat m’dampingi proses kelahiran

Mrs puas bangga,gembira,ingin menyentuh & m’gendong by & memeluk istri

Mnrt penelitian ayah y t’libat dlm proses kelah menunj’k perilaku ket’ikatan & ksh sy lebih & meningkat’k,m’p’kokoh hub ayah – bayi

Utamakan vaksin yg mendekati masa kadaluarsa utk dipakai t’lebih dahulu

Vaksin yg datang dr lapangan namun belum dibuka(belum dipakai)beri tanda dan simpan dalam lemari es utk di gunakan hari berikutnya

 

STANDAR PENYIMPANAN VAKSIN DI PUSKESMAS /PUSTU/UPS

1buah lemari es dg volume 20 lt s/d 60 lt

1buah dial thermometer/thermometer air raksa

1 buah freeze watch(stop watch)

1buah buku/kartu pencatat suhu lemari es

3 – 4 buah vaccine carrier + cold pack

7 buah buku pencatatan stock vaksin

Ada seorang petugas yg di tunjuk utk bertanggung jwb akan vaksin dan cold chain

 

YANG PERLU DIPERHATIKAN

Jangan masukkan mknn at minuman kedalam lemari es

Upayakan jangan memasukan sekaligus Cold Pack yg baru diisi air kedalam lemari es ,memasukkan cold pack baru kedlm lemari es hrs dlkk scr bertahap

Jangan menyimpan vaksin bila suhu lemari es tdk berada diantara+2˚C s/d +8˚C

P’gunakan 1(satu)stop kontak untuk 1(satu)lemari es

Bila voltage listrik sll labil pergunakan voltage automatic stabilizer

 

PEMELIHARAAN PADA LEMARI ES

HARIAN

Periksa dan catat suhu lemari es 2 kali sehari,pagi dan sore

Hindarkan sering buka – tutup pd lemari es

Bila suhu lemari es sdh stabil antara +2˚C s/d +8˚C ‘’posisi Thermostat ‘’ tidak perlu. Di rubah-rubah

MINGGUAN

Bersihkan bagian luar lemari es utk menghindari karat (korosif)

Periksa steker listrik pd stop kontak,upayakan jangan kendor

BULANAN

Bila bunga es sudah terlihat pd dinding bag dlm lemari es lkk’lah p’cairan bunga es.sblm mematikan lemari es t’lebih dahulu amankan vaksin dg memindahkan ke dlm lemari es lainnya at ke dlm cold box yg telah terisi cold pack

Bersihkan bagian luar dan dalam lemari es

Bersihkan karet seal pintu dan periksa kerapatannya dg selembar kertas bila perlu beri bedak atau talek

Periksa engsel pintu lemari es bila perlu beri peluamas

 

 

 

 

Pasif pd bayi yg akan d lahirkan

  1. Bayi umur 0 – 12 bln
  2. Anak umur 12 bulan – 6 tahun

1. Macam –macam kekebalan

  1. Kekebalan aktif adl kekeb yg d buat sen diri o/ tb,utk menolak thd s/ peny t3,dimn prosesnya lambat tp dpt b’thn lama.

1.Kekeb aktif alami adl dmn tb anak m’buat kekeb sendiri stl m’al at sembuh dr s/ peny.ex= anak y derita campak stl sembuh tdk derita campak lagi krn tb’n telah m’buat zat penolak thd peny tsb

2.Kekeb aktif buatan adl kekeb y d buat o tb stl dpt imm at vaksin ,ex = anak y d beri vaksinasi bcg. dpt ,polio, campak

  1. Kekeb pasif adl tb anak tdk m’buat zat AB sendiri ,ttp kekeb tsb d p’o/dr luar stl mpo zat penolak ,shg prosesnya cepat ttp tdk tahan lama.
    1. Kekeb pasif alamiah /bawaan yi kekeb y d p’o by sejak lahir dr ibunya & tdk b’langs lama(kurang lebih 5 bln stl lhr) ex:dipteri,morbili/campak & tetanus

(cts àcampak m’hil usia 14 bln)

  1. Kekeb pasif buatan yi kekeb y d p’o stl m’dpt suntikan zat penolak ex : p’berian imunoglobulin ATS/ADS/HBIg

 

B.VAKSIN

Adl kuman at racun y dimatikan

1.  Jenis vaksin

a.vaksin dr kuman yg di lemahkan

  1. Virus campak dlm vaksin campak
  2. Virus polio dlm jenis sabin dlm vaksin polio
  3. Kuman tbc dlm vaksin BCG

b.vaksin dr kuman yg dimatikan

  1. 1. Bakteri pertusis dr DPT
  2. 2. Virus polio jenis salk dlm vaksin polio
  3. 3. Racun kuman spt toksoid(TT),difteri toksoid dlm DPT
  4. 4. Vaksin yg d buat dr protein yi Hepatitis B

2.  Hal –hal y perlu d perhatikan dlm m’p’gunakan vaksin.

  1. a. Persyaratan  pemberian vaksin

1. Pd bayi & anak yg sehat

2. Tdk boleh d berikan pd bayi at anak dlm kead sakit keras ,masa tunas suatu peny ,difisiengi imunologi & fisik yg lemah

3. Vaksin hrs d simpan dlm lemari es & belum lewat masa b’lakunya

4. P’berian imunisasi dg teknik yg tepat

5. Menget jadwal vaksinasi dg melihat umur & jenis imm yg tepat

6. Memilih jenis vaksin yg akan d berikan

7. M’p’hati’k dosis y akan d berikan

  1. b. Cara pengambilan vaksin

1. Bag tengah tutup botol metal d buka,shg kelihatan karet

2. Tutup karet d desinfeksi

3. Ambil jarum strl dg spuit utk hisap vaksin dlm spuit

4. Kulit y akan d suntik d desinf kmd b’sih’k  air hangat br dlkk inj

5. jgn m’beri’k jarum suntik tetap t’tancap dlm tutup krn akan mudah

7 jadwal p/berian imm by lahir d RS

vaksin P’berian interval Umur
BCG 1x - 0-11bln
DPT 3x 4mg 2-11bln
Polio 4x 4mg 0-11bln
Campak 1x - 9-11bln
Hb 3x 1-5bln 0-11 bln

 

Umur Antigen
0bln HB1            BCG          POLIO 1
2 bln HB2               DPT1           POLIO 2
3 bln DPT 2             POLIO 3
4 bln DPT 3            POLIO 4
9 bln HB3          CAMPAK

 

8.jadwal pemberian imunisasi bayi lahir di rumah

Umur antigen
2bln BCG DPT1 Polio 1
3bln HB1 Dpt2 Polio2
4bln HB2 Dpt3 Polio3
9bln Hb3 campak Polio4

 

  1. PENGERTIAN

Imm aktif adl p’br an zat y b’laku shg tjd s/ proses infeksi buatan shg tb m’al reaksi imonologi spesifik y akan m’hsl’k respon seluler & humoral s’ta d produksinya sel memory .shg bila benar2 tjd infeksi tb scr cepat merespon dh hsl akhir t’hindar dr infeksi.

Di hsl’k memori cell y akan bereaksi scr cepat jk ada mikroba y sebelumnya sdh masuk & kmd menyerang lagi

Imunisasi pasif adl p’bran zat imomoglobin (zat y d hsl’k mll proses infeksi b’asal dr plasma mns at binatang)

-     Tdk b’btk memori d mn tb t’lindungi slm usia sirkulasi antibodi yg d berikan.7annya utk m’atasi mikroba  yg sdh masuk & sgt beresiko bg mns

-     Contoh

  1. Plasma mns

-    HB Ig utk cegah peny.hepatitis

-    R Ig utk cegah rabies

-    T Ig utk cegah tetanus

-    VZ utk cegah varicella

  1. Plasma binatang

-    ADS(anti difteri serum)

-    ATS (anti tetanus serum)

-    Anti toksin batulism

-    Anti toksin utk rabies

  1. Sistem pertahanan tb humoral menghasilkan
    1. Ig G : AB y tdpt dlm cairan b’sirkulasi penting u/ melawan infeksi & mampu menembus plac ibu ke anak
    2. Ig M : AB y tdpt dlm cairan y b’sirkulasi umum’n mrp AB y d sintesis pd awal respon
    3. Ig A :1) AB y d hsl’k o/ jar lympoid d sekresi kan k dlm cairan y b’sirkulasi menempel ke  mas cell/jar basofil.2) utk p’aturanpermeabilitas pembul drh
c. Kemampuan sensorik

By aterm mampu m’ikuti objek scr visual

Melihat warna t’batas(hitam/putih/merah

Peka thd sinar terang,m’beda’k wajah ibu dg orla

M’fokus’k pd jarak 15 – 20 cm

M’bedakan bau yg kuat

P’dengaran y tajam & melokalisir suara dr lingk,m’bedakan suara halus

Akhir usia 1 bln b’suara spt bicara

Merespon sentuhan

 

D. Regulasi perilaku

Tiap by beda kemamp dlm respon rangsangan dr luar & fs jasmani’n

Amati perilaku/kemamp by u/ mlkk hal :

  1. M’atur perilaku
  2. m¯’k aktifitas dlm menanggapi input respon
  3. mjd siaga&t’orientasi thd stimulus audiovisual
  4. b’interaksi dg p’asuh dlm momongan
  5. m’hibur diri sendiri
  6. habituasi thd respon b’ulang

 

2.Perawatan bayi sehari – hari

  • § kebersihan by §pwtn tl pst§temperatur tb§pakaian by§p’br-an nutrisi/mkn§ p’aturan posisi & p’ceg kecelakaan§ imunisasi§sirkumsisi/khitan.

 

B.Intervensi

»kebersihan bayi:

# memandikan bayi

-    7an:m’b’sih’k tb,observasi kead by,m’br rs nyaman,sosialisasi anak- ortu-klg

-    Mandi pertama pd suhu stabil 36,5 -37˚C

-    Gn’k air hangat

-    Gn’k sabun khusus bayi

 

#Perawatan tl pusat

-    7an : m’ceg/identifikasi p’drhn & infeksi scr dini

-    Lkk sblm mandi & bila kotor (kontaminasi),ada p’drhn

-    Lkk pwtn dg triple blue ,aseptik & kasa kering steri

 

#Temperatur bayi

-    Penyebab p­suhu : menangis,stres dingin àvasokontriksi,respon minimal thd infeksi,respon thd temp lingk yg ekstrim

-    Mandikan dg air hangat,kenakan pakaian ssi suhu ruangan & lindungi dr sinar mthr(lama)& udara dingin

-    Ukur suhu aksilal

 

#Pakaian bayi

-    Beri pak y m’br rs nyaman

-    Bhn yg ringan,dpt menyerap keringat

-    Bila udara dingin beri pak agak tebal & hangat s’ta topi

-    Ganti bila basah /kotor

-    Hindari dr biang keringat

-

12

Cuci linen dg deterjen ringan & air hangat,sendirikan,jemur d sinar mthr

PRINSIP – PRINSIP BOUNDING ATTACHMENT

1. pd mnt/jam p’tama PP mrp wkt y tepat u/ bounding att

2. sentuhan awal ortu akan m’bangkit’k respon spesifik dr bayi dg ortu

3. p’lu umpan balik ortu & bayi mll tingkah laku spt : gerakan tb ,kontak mt,senyuman dll

4. org y t’libat & menyaksikan proses kelah akan memiliki ikatan y kuat dg bayi

5. proses Attachment & sikap menolak thd by sukar tjd b’samaan

6. bbrp kejad awal p’sal spt kecemasan yg b’>>> m’p’ar keterikatan ortu – bayi

DAMPAK NEGATIF TIDAK TERJALIN BOUNDING ATT DG SEGERA

t’tundanya  p’kem anak yg d tandai :

  1. a. tingkah laku steriotip :

-          suka tidur d lantai

-          m’isap jari

-          m’benturkan badan

  1. b. sosial abnormal

-          ketakutan

-          cari p’hatian pd org dewasa

  1. c. kemunduran motorik,kognitif & verbal
  2. d. sikap apatis

 

DAMPAK POSITIF BOUNDING ATT PD BAYI

  1. 1. by mrs d cintai,d p’hati’k,m’p’cayai & menumbuh’k sikap sosialnya
  2. 2. by mrs aman, berani b’eksplorasi & b’tambah pengertian
  3. 3. mrp awal m’ciptakan kepribadian positif, berbesar hati,sikap positif thd org lain

LIMA (5)PREKONDISI YG M’P’AR

BOUNDING ATT

  1. 1. kes mental /emosi ortu,kemap trust dg orla
  2. 2. sistem suport dr lingk sosial,teman&ortu
  3. 3. kemamp b’komunikasi&merawat bayi
  4. 4. kedekatan ortu thd bayi
  5. 5. kecocokan dg by(status bayi,temperamen)

PENYESUAIAN Sdr(SIBLING ADJUSTMENT)

M’p’kenal’k by dg kakak dpt menimbulkan kesulitan ortu :

-          mampu rawat by tanpa menimbul’k kecemburuan

-          mampu m’bagi p’hatian pd semua anak

anak p’tm biasa ingin m’p’thn’k diri sbg pemimpin

anak d bwh’n m’hrp’k posisi superior

anak usia 3th biasa’n meminta ibu u/meletak’k by d luar

regresi/infantil dpt tjd pd kakak

reaksi cemburu jk ibu >p’hatian pd bayi

ortu hrs libat’k kakak dlm menyambut kelahiran & merawat bayi

TUGAS ORTU DLM M’<I  SIBLING DELIVERY

  1. buat anak y bsr mrs tetap d cintai& d p’lu’k
  2. kembang’k rs p’cy diri bhw ortu mampu merawat anak > dari satu
  3. ortu hrs mampu m’atasi rs b’salah bila wkt & p’hatian pd kakak b’kurang
  4. atur wkt &ruang u/ m’akomodasi/merwt by
  5. monitor prilaku kakak dr kmk perilaku agresif…………………trimakasih

è  Hindari pembekuan vaksin

è  Pembekuan mrusak vaksin  DPT,TT DAN HB di tingkat puskesmas/UPS semua vaksin di simpan pada suhu

è  +2˚C s/d +8˚C

1.JANGAN MERUBAH(MEMUTAR TOMBOL  termostat saat

è  Listri padam

è  Menerima pengiriman vaksin baru

è  Pintu lemari es dalam kead terbuka

è  Suhu bagian dalam suhu stabil 2 – 8 ˚C

2. Atur termostat off pada suhu + 4˚C

3. Jangan merubah termostat sekalipun suhu diatas +8˚Cdisaat siang hari yg terik

4. Berjarak antar kotak vaksin utk sirkulasi udara

5. Setelah suhu stabil beri selotip!utk menghindari penyesuaian yg tdk di inginkan

6. Letakkan cold pack dibagian ………..dan depan evaporator.letakkan vaksin yg peka pembekuan(DPT,TT,DT,HB) di bag depan jauh dr evaporator,beri tanda plester merah utk penempatan vaksin tsb

7. Tempatkan termometer & freeze watch di antara kotak vaksin DPT,TT,DT,HB.Freeze match mendeteksi pembekuan

8. Catat suhu termometer dan kondisi freeze watch setiap pagi dan sore hari

9. Bersihkan refrigerator bila timbul bunga es

 

 

IMUNISASI

 

PRINSIP PEMBENTU’K ANTIBODI

 

Imunological Memory

(kontak Hospes & kuman patogen)

 

Mekanisme Proteksi (adanya sintesis antibodi

 

Tubuh kebal thd infeksi

Pasif pd bayi yg akan d lahirkan

  1. Bayi umur 0 – 12 bln
  2. Anak umur 12 bulan – 6 tahun

1. Macam –macam kekebalan

  1. Kekebalan aktif adl kekeb yg d buat sen diri o/ tb,utk menolak thd s/ peny t3,dimn prosesnya lambat tp dpt b’thn lama.

1.Kekeb aktif alami adl dmn tb anak m’buat kekeb sendiri stl m’al at sembuh dr s/ peny.ex= anak y derita campak stl sembuh tdk derita campak lagi krn tb’n telah m’buat zat penolak thd peny tsb

2.Kekeb aktif buatan adl kekeb y d buat o tb stl dpt imm at vaksin ,ex = anak y d beri vaksinasi bcg. dpt ,polio, campak

  1. Kekeb pasif adl tb anak tdk m’buat zat AB sendiri ,ttp kekeb tsb d p’o/dr luar stl mpo zat penolak ,shg prosesnya cepat ttp tdk tahan lama.
    1. Kekeb pasif alamiah /bawaan yi kekeb y d p’o by sejak lahir dr ibunya & tdk b’langs lama(kurang lebih 5 bln stl lhr) ex:dipteri,morbili/campak & tetanus

(cts àcampak m’hil usia 14 bln)

  1. Kekeb pasif buatan yi kekeb y d p’o stl m’dpt suntikan zat penolak ex : p’berian imunoglobulin ATS/ADS/HBIg

 

B.VAKSIN

Adl kuman at racun y dimatikan

1.  Jenis vaksin

a.vaksin dr kuman yg di lemahkan

  1. Virus campak dlm vaksin campak
  2. Virus polio dlm jenis sabin dlm vaksin polio
  3. Kuman tbc dlm vaksin BCG

b.vaksin dr kuman yg dimatikan

  1. 1. Bakteri pertusis dr DPT
  2. 2. Virus polio jenis salk dlm vaksin polio
  3. 3. Racun kuman spt toksoid(TT),difteri toksoid dlm DPT
  4. 4. Vaksin yg d buat dr protein yi Hepatitis B

2.  Hal –hal y perlu d perhatikan dlm m’p’gunakan vaksin.

  1. a. Persyaratan  pemberian vaksin

1. Pd bayi & anak yg sehat

2. Tdk boleh d berikan pd bayi at anak dlm kead sakit keras ,masa tunas suatu peny ,difisiengi imunologi & fisik yg lemah

3. Vaksin hrs d simpan dlm lemari es & belum lewat masa b’lakunya

4. P’berian imunisasi dg teknik yg tepat

5. Menget jadwal vaksinasi dg melihat umur & jenis imm yg tepat

6. Memilih jenis vaksin yg akan d berikan

7. M’p’hati’k dosis y akan d berikan

  1. b. Cara pengambilan vaksin

1. Bag tengah tutup botol metal d buka,shg kelihatan karet

2. Tutup karet d desinfeksi

3. Ambil jarum strl dg spuit utk hisap vaksin dlm spuit

4. Kulit y akan d suntik d desinf kmd b’sih’k  air hangat br dlkk inj

jgn m’beri’k jarum suntik tetap t’tancap dlm tutup krn akan mudah 

 

RESPON IMUNOLOGI

  1. A. Respon primer

Adl.resp y/ tjd  stl p’br-an  imm awal

1. Fs laten/induktif adl kurun wkt ant p’br-an vaks & timbul’n antiB dlm serum

-b’langs bbrp saat

-Proliferasi & diferensiasi sel

2. Fs.logaritmik adl kurun wkt ssd periode laten d mn kadar antiB capai maksimum

3. Fs plateu adl puncak tbtk’n Anti b & d p’thn’k bbrp lama

4. Fs p¯ titer antib adl sbg m­’n katabolisme thd antib dlm serum m’hilang

-          Kadar antib b’< dg cepat kmd melambat(wkt b’var tgt pd kuali tas,kuantitas &kecepatan sintesa p’belahan antib

-          Ig A,Ig M lebih cepat b’< dr pd IgG

B.RESPON SEKUNDER

Adl resp y tjd stl p’br-an antigen ulang o/ k/ ada’n sel memori

1. Fs negatif. àm¯’n  anti b  k/ t’ikat dg antigen yg masuk

2. Fs anamnestic/Reaction,d tandai dg

-   Periode laten pendek

-   Respon antibodi cepat timbul & puncak titer antibodi > lama d p’tahan’k

-   T’btk’n sejuml.sel memori guna m’ingat’k limfosit B agar m’prod  antibodi y sama.

-   Periode of decline mjd > panjang mula2 tampak m¯ sementr,kmd m­

-   Juml sel anti b yg m’prod antibodi m­ (Imunologik memory)dpt b’tahan bbrp tahun & beri dampak timbul’n kekebalan thd infeksi dlm wkt y lama

 

RESPON P’BENTUKAN AB STL STIMULASI DG IMMUNOGEN

 

Lihat gb

POLIO – DIFTERIA –CAMPAK – TETANUS NEO – TBC – BATUK REJAN

 

** IMUNISASI **

 

1. Definisi

Imm adl.s/ usaha u/ m’buat seseorg mjd kebal thd peny t3

Adl s/ upy utk m’dpt’k kekebalan thd s/ peny dg cr memasukkan kuman y sdh di lemah’k at dimatikan ke dlm tb

Imunitas/kekebalan adl daya tangkal seseorg thd s/ peny t3

2. Bahan yg di berikan pd Imunisasi

  1. Vaksin àantigen y dpt brp kuman y sdh mati at msh hidup ,ttp sdh d lemah’k
  2. Serum àb’as dr hewan at mns yg m’and antibodi t3

3. Macam2 kandungan pd setiap vaksin utk imunisasi aktif

  1. Antigen ,yi bag t’penting dr vaksin y b’fs sbg zat at mikroba guna tjd’n semacam infeksi buatan ,dpt brp poly sakarida,toksoid at virus y d lemah’k at bakteri y d matikan
  2. Pelarut biasa’n air steril ,ada yg brp cairan kultur jaringan
  3. Preservatif , stabiliser & antibiotika guna m’hindari tumbuhnya mikroba,skaligus utk stabilisasi antigen
  4. Adjuvants,tdd garam aluminium y b’fs utk meningkat’k imunogenitas antigen

4. Macam- macam imunisasi

a.Imm aktif imm y d suntik’k vaksin

b.Imm pasif imm y d suntik’k serum

5. 7an pemberian Imunisasi

  1. u/ m’ceg tjd’n peny infeksi t3
  2. a/b tjd peny.tdk akan t’ll parah & dpt  m’ceg gx yg dpt timbul’k cacat at kematian.

6. Sasaran Imunisasi

  1. Wnt pranikah at calon pengantin,d harap’k dpt beri kekeb pasif thd bayi y akan d lahirkan

Wnt hamil , d hrp’k dpt m’br’k kekeb

Tjd pencemaran dg bakteri

1.hendaknya tiap penyuntikan d gn’k alat suntik yg baru utk m’ceg tjd resiko p’ceem vaksin

2.vaksin y kering stl d larutkan sgr pakai ,o sebab itu pd saat melaks vaksinasi hendak’n m’p’hitung’k juml bayi/anak y d imm & vaksin y sisa tdk boleh d simpan lg

  1. a. Proses terjadinya reaksi tb bayi & anak stl  imm
    1. Reaksi lokal : biasanya t’lihat pd t4 penyuntikan spt p’bengkakan yg kadang2 d sertai demam & agak sakit
    2. Reaksi umum : dpt tjd kejang2 ,syok,kesadaran menurun,gx neurologis lain,reaksi anapilaktik

1.Efek samping pemberian vaksin

*BCG

1. Reaksi normal

i. Bakteri (BCG)d dlm tb bekerja sgt lambat,stl 2 mgg tjd p’bengkakan kecil merah dg garis 10 mm

ii. Stl 2 – 3 mgg kmd p’bengkakan mjd abses kecil yg kmd mjd luka dg garis tgh 10 mm

  1. iii. Luka tsb akan sembuh sendiri & meninggalk jaringan parut (scar)b’garis tengah 10mm

2. Reaksi berat

I. Tjd peradangan set4 yg agak berat at abses

II. Tjd p’bengkak’an pd kelj limfa pd leher at ketiak

Hal tsb dpt d sebabkan o.k =

-          Kesalahan penyuntikan yg tll  dlm di bwh  kulit

-          Dosis yg d berikan tll bny

-          Alat yg d pakai tdk steril

*DPT

W        Reaksi normal

  1. 1. Panas,kebny anak derita pns pd sore hari stl pagi dpt vaksin DPT ttp akan sembuh 1 hr
  2. 2. Rs sakit daerah suntikan lamanya tdk lebih 1mgg

W        Reaksi berat

  1. 1. Perdangan,bila p’bengkakan at rs sakit tjd semgg at > ssd vaksinasi , Hal tsb àperadangan y d dpt o.k
  2. 2. Kejang2 reaksi tsb jarang tjd ttp sebaik’n d ket petugas .reaksi ini d sebab’k komponenP dr vaksinDPT.mk anak y pernah m’dpt reaksi tsb tdk boleh d beri vaksin DPT & sbg gantinya dpt d beri DT saja

*POLIO :

Eff samping umumnya tdk ada

*CAMPAK

àreaksi normal = panas & kemerahan ,anak mungkin panas slm 1- 3 hr stl 7 – 10 hr penyuntikan ,kdg2 d sertai kemerahan spt penderita campak ringan

*TT

Reaksi normal ànyeri kemerahan & bengkak 1 – 2 hr pd t4 penyuntikan

àsembuh sendiri

Beri pengertian pd ibu mereka kembali lg utk melengkapi vaksinasinya.

 

*HEPATITIS B

W Semua vaksin HB y b’edar d Ind aman d berikan by

W 95%efektif bila d berikan sblm t’papar virus HB at batas 7 hr stl kelahiran

W Eff.smpg y srg d jumpai = kemerahan,bengkak & nyeri t4 suntik,pns badan,reaksi alergi

W Anak y pernah m’al reaksi hebat pd suntikan dahulu jgn beri suntikan lanjutan

 

4.KEBERHASILAN IMUNISASI

B’gantung pd

a. Efektifitas vaksin.–>vaksin y eff ialah bila p’br vaksin tsb mirip dg cr masuk kuman penyebab infeksi

b. Imm aktif m’br kekeb >lama dr pd pasif

c.  Status antigen.Imm dg vaksin hidup >efek tif d band dg imm dg vaksin yg d mati’k/d bunuh,sebab mengand antigen yg mam pu timbul’k & m’p’thn’k efek imunogenik & hospes keberhasilan imm.

d. P’br-an  vaksin gabungan .p’br-an vaksin virus b’sm tetap menimbulkan efek kekeb yg baik

e. Status imunologik dr hospes.keberhasilan imm tgt pula dr kekamp hospes mbtk anti bodi.dr hsl penelitian m’bukti’k bhw neo netus telah mampu mbtk kekeb stl imm.

 

5.jadwal p’berian imm pd bumil & WUS

Vak

sin

Bu

mil

P’br-an imm Selang wkt p’ br-an Umur khmln Ket
TT 2X TT1 & TTQ2 4mgg 3 – 4 bln *wnt hml y sdh TT2 sewkt hml tdk d beri’k lg

*boster d br’k stl 3 th

*Dosis  0,5 ml

*IM

WUS 2x TT1 &2 4mgg 15- 35 th Blm m;dpt

’k

 

Kontra Indikasi

BCG : sakit kulit berat & menahun

DPT : panas>38,riw kejang demam,reaksi             b’>> stl imm sblm’n

Ex:suhu tb tg,kejang penurunan             kesadaran ,shock,&reaksi       anaphilaktik

Ket = dosis berikutnya di berikan DT(tanpa P) tetap d anjurkan utk d lanjutkan

 

7 jadwal p/berian imm by lahir d RS

vaksin P’berian interval Umur
BCG 1x - 0-11bln
DPT 3x 4mg 2-11bln
Polio 4x 4mg 0-11bln
Campak 1x - 9-11bln
Hb 3x 1-5bln 0-11 bln

 

Umur Antigen
0bln HB1            BCG          POLIO 1
2 bln HB2               DPT1           POLIO 2
3 bln DPT 2             POLIO 3
4 bln DPT 3            POLIO 4
9 bln HB3          CAMPAK

 

8.jadwal pemberian imunisasi bayi lahir di rumah

Umur antigen
2bln BCG DPT1 Polio 1
3bln HB1 Dpt2 Polio2
4bln HB2 Dpt3 Polio3
9bln Hb3 campak Polio4

 

  1. PENGERTIAN

Imm aktif adl p’br an zat y b’laku shg tjd s/ proses infeksi buatan shg tb m’al reaksi imonologi spesifik y akan m’hsl’k respon seluler & humoral s’ta d produksinya sel memory .shg bila benar2 tjd infeksi tb scr cepat merespon dh hsl akhir t’hindar dr infeksi.

Di hsl’k memori cell y akan bereaksi scr cepat jk ada mikroba y sebelumnya sdh masuk & kmd menyerang lagi

Imunisasi pasif adl p’bran zat imomoglobin (zat y d hsl’k mll proses infeksi b’asal dr plasma mns at binatang)

-     Tdk b’btk memori d mn tb t’lindungi slm usia sirkulasi antibodi yg d berikan.7annya utk m’atasi mikroba  yg sdh masuk & sgt beresiko bg mns

-     Contoh

  1. Plasma mns

-    HB Ig utk cegah peny.hepatitis

-    R Ig utk cegah rabies

-    T Ig utk cegah tetanus

-    VZ utk cegah varicella

  1. Plasma binatang

-    ADS(anti difteri serum)

-    ATS (anti tetanus serum)

-    Anti toksin batulism

-    Anti toksin utk rabies

  1. Sistem pertahanan tb humoral menghasilkan
    1. Ig G : AB y tdpt dlm cairan b’sirkulasi penting u/ melawan infeksi & mampu menembus plac ibu ke anak
    2. Ig M : AB y tdpt dlm cairan y b’sirkulasi umum’n mrp AB y d sintesis pd awal respon

Ig A :1) AB y d hsl’k o/ jar lympoid d sekresi kan k dlm cairan y b’sirkulasi menempel ke  mas cell/jar basofil.2) utk p’aturanpermeabilitas pembul drh

  1. Ig D : sedikit y d ket fungsinya

 

**** JENIS VAKSIN DAN BAHAN ADITIF****

 

Pd dsr jenis vaksin y d gn’k sgt m’p’ar cr imm

-          T4 penyuntikan

-          Ronte

-          Dosis

-          Lama kekeb y d dpt

  1. 1. Live actenuated vaccine

-     T’buat dr kuman /virus y d lemah’k (BCG, demam thypoid oral/MMR,polio oral,demam kuning

-     D p’ar AB y beredar scr transplacenta

-     Umumnya virus hidup d berikan 1x/2x

-     M’beri’k kekeb seumur hidup

  1. 2. Inactived vaccine

-     T’buat  dr virus/bakteri y d mati’k (DPT,hepatitis A,TT,HIB,rabies,polio suntikan)

-     Tdk di pengaruhi o/ AB humoral(AB yg b’edar dlm drh)

-     Vaksin jns ini sll m’butuh’k suntikan ulang (VI,utk menyiap’k respon imun & berikut’n utk menimbul’k boster)

  1. 3. Poly saccarida vaccine

-     Vaksin insctived yg fraksional (sub unit y mrp kerangka kapsul kuman t3)

Vaksin pneumococcus

Vaksin meningococcus

Vaksin H Influenza

-     Vaksin ini sll imonogenik pd anak d bwh 2 th

-     Tdk menimbulkan respon boster

-     Sebag besar m’andung Ig M,sedikit IgG shg kurang b’manfaat

  1. 4. Recombinant vaccine

-     Vaksin yg d buat dg rekayasa genetika

(scr proses peragaan)àprod vaksin scr besar2an

Vaksin hepatitis B

Vaksin typhoid Ty21a

 

 

PERDARAHAN PERVAGINAM

1. ABORTUS SPONTAN=pengeluaran hasil konsepsi secara sponntan/tanpa di induksi( batasan umur kehamilan 20 mg / berat janin < 500 gr)
2. ABORTUS IMINEN= kehamilan yang terancam ( setiap ada perdarahan pervaginam)bisa disertai gejala nyeri akibat kram pada abdomen bawah/nyeri punggung bawah prognosis buruk bila disertai nyeri  diagnosis dg pmx fisik;serub beta Hcg dan progesteron dan USG
3. ABORTUS INSIPIEN = aborsi spontan tidak dapat dihentikan,aborsi ini terjadi ketika ada pembukaan servik dan atau pecah ketuban disertai perdarahan dan nyeri abdomen bawah /punggung bawah
4. ABORTUS INKOMPLETUS = terjadi ketika plasenta tidak di keluarkan bersama janin saat aborsi .plasenta sebagian atau semuanya yang tertinggal yang pada akhirnya menyebabkan perdarahan
5. MISSED ABORTION = janin telah meninggal tapi hasil konsepsi masih masih ada didalam rahim
6. ABORTUS HABITUALIS = istilah untuk wanita yang mwngalami keguguran selama 3 kali berturut – turut
7. KEHAMILAN EKTOPIK = terjadi ketika penanaman blastokis di luar rahim
8. MOLA HIDATIDOSA = kehamilan yang secara genetik tidak normal ,yang muncul dalam bentuk kelainan perkembangan placenta

TEST PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA PRE- EKLAMSIA(hal 647 varney)
1. Hb + Hmt  meningkat (krn hemokonsentrasi)-(perpindahan cairan intravaskular ke ekstravaskular sebabkan edema)
2. Trombocyt menurun < 100.000 (PEB)
3. Asam urat serum meningkat (penurunan klirens ginjal)- ( peningkatan serum asam urat menandakan penurunan eksresi asam urat
4. BUN(blood urea nitrogen)
normal (PER)
meningkat (penurunan aliran darah ke ginjal dan laju filtrasi glomerulus mengindikasikan pre eklamsi berat)-(peningkatan BUN 2 kali lipat menandakan penurunan aliran darah ke ginjal sebesar 50 % )
5. Kreatinin serum 
6. Kreatinin klirens

kandidiasis vulvo vagina
predisposisi = kehamilan ,terapi antibiotik spektrum luas ,DM,makanan tinggi gula olahan,obesitas, HIV, penggunaan kortikosteroid ,hormon t.u estrogen
gambaran klinis = adanya rabas berwarna putih ,spt keju,dengan plak lengket putih /putih kekuningan ,/bercak pada dindinng vagina.
Keluhan = gatal yang hebat ,kemerahan ,edema ,ekskoriasi pada vulva dan vagina(secara umum tdk bau ,pH vag normal)
Therapi = ketokonasol/flukonasol tablet oral dan mudah diserap,ketokonasol adl obat yg sangat kuat tapi mpy efek hepatik ,sedang flukonasol mpy bbrp efek samping pada saluran cerna

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.