TINJAUAN TEORI
2.1. Konsep Dasar KB dan Spotting
2.1.1. Pengertian
Suntikan KB merupakan metode KB yang menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakaian suntikan KB karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan.
(IBG Manuaba, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, 444)
2.1.2. Mekanisme kerja suntikan KB
• Mencegah ovulasi degnan cara menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum.
• Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma
• Perubahan peristatik tuba falopii, sehingga konsep dihambat
• Mengubah suasana endometrium, sehinggat idak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi.
2.1.3. Bentuk Suntik KB
2.1.3.1. Depoprovera
Mengandung progesteron sebanyak 150 mgr dalam betnuk partikel kecil. Suntik setiap 12 minggu keuntungan datang setiap 3 bulan. Kerugian sering terjadi kelambatan datang bulan sekalipun telah menghentikan suntikan,dapat terjadi perdarahan berkepanjangan di saat mensetruasi, perdarahan yang tidak teratur, badan terasa panas dan liang senggama kering.
2.1.3.2. Cyclofem
Mengandung progesteron sebanyak 50 mg dan estrogen. Disuntikkan setiap bulan. Diharapkan dapt menstruasi setiap bulan karena komponen estrogennya. Kerugiannya sering terjadi kegagalan menstruasi yang diharapkan setelah pemakaian beberapa bulan efeknya hampir sama dengan depoprovera.
2.1.3.3. Norigest
Turunan dari testoteron. Disuntikan setiap 8 minggu kerugiannya hampir sama dengan depoprovera.
2.1.4. Keuntungan suntikan KB
1. Tingkat efektivitasnya tinggi
2. Pemberiannya sederhana setiap 8 sampai 12 minggu
3. Pencegahan kehamilan yang jangka panjang
4. Pengawasan medis yang ringan
5. Sedikit efek samping
6. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
7. Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai pre menopouse.
8. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
9. Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
10. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
2.1.5. Keterbatasan Suntikan KB
1. Sering ditemukan gangguan haid seperti :
- Siklus haid yang memendek atau memanjang
- Perdarahan yang banyak atau sedikit.
- Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
- Tidak haid sama sekali.
2. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut
3. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
4. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, virus Hepatitis B atau Infeksi virus HIV.
5. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
6. Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang (denstias).
7. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jaran), sakit kepala, nervositas, jerawat.
8. Masih terjadi kemungkinan hamil
2.1.6. Yang dapat menggunakan suntikan progestin
1. Usia reproduksi
2. Nuli para dan yang telah memiliki anak
3. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi.
4. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai
5. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
6. Setelah abortus atau keguguran
7. Telah banyak anak tetapi tidak menghendaki tubektomi
8. Perokok
9. Sering lupa menggunakan kontrasepsi pil
10. Anemia defisiensi besi
11. Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.
2.1.7. Yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi suntikan progestin.
1. Hamil atau dicurigai hamil (resiko cacat pada janin 7 per 100.000 kelahiran)
2. Perdarahan pervaginan yang belum jelas penyebabnya
3. Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorhoe
4. Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara
5. Diabetes militus disertai komplikasi.

2.1.8. Waktu menggunakan kontrasepsi suntik progestin
• Setiap saat selama siklus haid, asal ibu tersebut tidak hamil.
• Mulai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid
• Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diebrikan setiap saat, asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
• Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan. Bila ibu telah menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya secara beanr dan ibu tersebut tidak hamil, suntukan pertama dapat segera diberikan tidak perlu menunggu sampai haid berikut datang.
• Bila ibu sedang menggunakan kontrasepsi jenis lain dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntik yang lain lagi, kontrasepsi suntikan yang akan diberikan dimulai pada saat jadwal kontrasepsi suntik yang sebelumnya.
• Ibu yang menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid berikutnya datang. Bila ibu disuntik selama hari ke 7 haid, ibu tersbeut selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
• Ibu ingin mengganti AKDR dengan kontrasepsi hormonal. Suntikan pertama dapat diberikan pada hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid atau dapat diberikan setiap saat setelah hari ke 7 siklus haid, asal saja yakin ibu tersebut tidak hamil.
• Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja ibu tersebut tidak hamil dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.
2.1.9. Spotting
Spotting adalah perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak tetapi tidak berbahaya.
Penangana Spotting
• Bila perdarahan atau spotting terus berlanjut atau setelah tidak haid namun kemudian terjadi perdarahan, maka perlu dicari penyebab perdarahan tersebut. Obatilah penyebab perdarahan tersebut dengan cara yang sesuai. Bila tidak ditemukan penyebabnya, tanyakan apakah klien masih ingin melanjutkan suntikan, dan bila tidak suntikan tidak dilanjutkan lagi dan carikan kontrasepsi jenis lain.
• Perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal) Jelaskan bahwa perdarahan yang banyak atau memanjang tersebut biasa ditemukan pada bulan pertama suntikan.
• Bila perdarahan yang terjadi mengancam kesehatan klien atau klien tidak dapat menerima perdarahan yang terjadi. Suntikan jangan dilanjutkan lagi. Pilihkan jenis kontrasepsi yang lain. Untuk mencegah anemia perlu diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat beri.
2.2. Konsep Asuhan Kebidanan
Adalah aktivitas atau intervensi yang dilaksanakan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau permasalahan khususnya bidang KIA dan KB.
2.2.1. Pengkajian
Merupakan langkah awal komponen terpenting dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu akseptor KB suntik.
2.2.1.1. Data Subjektif
A. Identitas
Nama :
Umur :
Bangsa / Suku :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjan :
Penghasilan :
Alamat :
Register : Nama Suami :
Umur :
Bangsa / Suku :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjan :
Penghasilan :
Alamat :
B. Alasan kunjungan
C. Riwayat Kebidanan
D. Riwayat Kesehatan
E. Riwayat psikososial
F. Riwayat KB
G. Pola Kehidupan sehari-hari
2.2.1.2. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
a. Kesadaran
b. Keadaan umum
c. TB / BB
d. TTV
e. LILA
2. Pemeriksaan fisik
a. Rambut : Hitam, ketombe, rontok
b. Muka : conjungtiva, sklera
c. Mulut : Stomatitis, gigi
d. Leher : Kelenjar getah bening, struma, vena
jugularis
e. Payudara : bentuk, areola, puting susu, keluaran, striae
f. Perut : Linia, pembesaran, bekas luka,
g. Vulva : luka parut, keluaran, varices, oedema
h. Anus : Hemoroid, varices
i. Ektremitas : Odema, varices
2.2.2. Menginterprestasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah.
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interprestasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.
2.2.3. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan.
2.2.4. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera.
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.
2.2.5. Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh
Dalam tahap ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau antisipasi.
2.2.6. Implementasi
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah kelima di laksanakan dengan efisien dan aman.
2.2.7. Evaluasi
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dan asuhan yang tidak diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagai mana telah diidentifikasi didalam diagnosa dan masalah.
TINJAUAN KASUS
Tanggal pengkajian : Jam : WIB Oleh :
3.1 Pengkajian Data
A. Data Subjektif
1. Identitas
Nama klien : Ny. “M” Nama Suami : Tn. ”A”
Umur : 29 tahun Umur : 31 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/bangsa : Jawa / Indonesia Suku/bangsa : Jawa / Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Pedagang
Penghasilan : – Penghasilan : Rp.
Alamat :
Alasan kunjungan / Keluhan Utama
Ibu datang ingin suntik ulang KB 3 Bulan dan mengatakan ada bercak-bercak darah diluar haid
2. Riwayat Kebidanan
3.1. Riwayat Menstruasi
Siklur Menstruasi : 28 hari Disminorhe : kadang-kadang
Lama : 6 hari Menarche : 14 tahun
Warna : merah HPHT : 01-06-07
Bau : khas
Flour albus : kadang-kadang
3.2. Riwayat Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
No Hamil ke Suami ke UK Jns Persal Penolong Penyulit BB/ PB JK H/M Meneteki Rewayat KB
1 1 1 9 bln Spt B Bidan Tdk ada 2800/ 50 ♀ H 2 th Suntik
3. Riwayat kesehatan
a. Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kronis seperti jantung ginjal, hipertensi, TBC
b. Riwayat penyakit keluarga atau keturunan
Ibu mengatakan tidak ada penyakit keturunan seperti hipertensi, jantung, asma.
4. Riwayat Psikososial
Ibu kelihatan cemas, hubungan antara ibu dan suaminya baik, keluarga juga baik, respon ibu terhadap petugas kooperatif.
5. Riwayat KB
Ibu mengatakan sejak anak lahir ia ikut KB suntik
6. Pola kehidupan sehari-hari
a. Pola nutrisi
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan makan 3x/ sehari dengan porsi nasi ½ piring, lauk, sayur, kadang buah, minum air putih 7 gelas / hari
b. Pola Eliminasi
Sebelum dan selama mengikuti KBIbu mengatakan BAB 1x/hr konsistensi lunak, tidak ada darah
BAK 3x/hr bau khas,jernih, tidak ada darah
c. Pola aktivitas
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, memasak dan mencuci serta merawat anaknya
d. Pola istirahat / tidur
Sebelum dan selama mengukiti KB Ibu mengatakan tidur siang 1 jam (13.00 – 14.00) tidur malam 7 jam (21.00 – 04.00)
e. Pola seksual
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan hubungan seksual 3x /minggu, tidak ada masalah dan tidak ada keluhan dalam berhubungan.
f. Personal hygiene
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan mandi 2x /hari, ganti CD 2x / hari
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
a. Kesadaran : composmentis
b. KU : baik
c. TTV : T = 120 / 70 mmHg S = 36°C
N = 88 x / menit RR = 24 x / menit
2. Pemeriksaan fisik
- Rambut : Bersih tidak ada ketombe
- Muka : – Conjungtiva : tidak anemis – /-
- Sklera : tidak ikterus – / -
- Mulut : Stomatitis : tidak ada stomatitis
Gigi : tidak ada gigi caries
- Leher :- Pembesaran kelenjar getah bening : tidak ada -/-
- Struma : tidak ada struma -/-
- Pembesaran vena jugularis : tidak ada -/-
- Dada : Simetris, tidak ada nyeri tekan
- Payudara :
Bentuk : Simestris
Areola : Hiperpigmentasi +/+
Putting susu : menonjol +/+
Keluaran : tidak ada -/-
Striae : tidak ada -/-
- Perut
- Striae : tidak ada
- Linea : tidak ada
- Pembesaran : tidak ada
- Bekas Luka : tidak ada
- Vulva
Warna : kemerahan
Luka parut : tidak ada
Keluaran : ada bercak darah
Varises : tidak ada
Adema : tidak ada
- Anus
Hemorroid : tidak ada
Varises : tidak ada
- Ekstremitas atas / bawah
Varicest : (-) / (-)
Oedema : (-) / (-)
Reflek pattella : Ka/Ki (+) /(+)
3.2 Identifikasi Masalah / Diagnosa
Tgl / jam Data dasar Diagnosa / Masalah
19-07-07
19.00 WIB S : Ibu mengatakan setelah ikut KB suntik ibu mengeluarkan darah sedikit-sedikit dari kemaluan.
O : TTV
T : 120/70 mmHg
S : 36°C
N : 84 x /menit
RR : 24 x / menit
Keluaran : ada bercak darah
Palpasi
Abdomen : tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan pada daerah adneksa kanan dan kiri tidak ada nyeri tekan pada supra pubis Akseptor KB suntik dengan spotting
3.3 Antisipasi Masalah Potensial
Tidak ada
3.4 Kebutuhan Segera
Tidak ada
3.5 Intervensi
• Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 30 menit diharapkan ibu mengerti tentang keadaannya, dan spotting dapat segera berhenti
• Kreteria : TTV : Tensi : 90-130/60 -90 mmHg
Nadi : 60 – 100 x /menit
Suhu : 36-37 °C
RR : 18 -27 x/menit
Intervensi Rasional
1. Lakukan pendekatan terapeutik terhadap ibu.
2. Beri kesempatan untuk mengemukakan permasalahannya
3. Beri penjelasan pada ibu tentang permasalahan / keluhannya
4. Jelaskan efek samping dari KB suntik
5. Berikan HE dan terapi :
- Nutrisi
- Personal hygiene
6. Anjurkan ibu untuk kontrol lagi apabila belum sembuh
7. Kolaborasi dengan dokter 1. Ibu dapat kooperatif dengan petugas.
2. Mengekspresikan perasaan ibu dan dapat mengurangi kecemasan.
3. Ibu mengetahui keadaan dirinya dan ibu merasa tenang.
4. Ibu paham dan mengerti akan efek samping KB suntik
5. Ibu paham dan melaksanakan anjurkan tersebut
6. Untuk deteksi adanya komplikasi
7. Kerja sama untuk mendapatkan terapi
3.6 Implementasi
Tgl/Jam Diagnosa Implementasi
19-007-08
19.05 WIB
Akseptor KB suntik dengan spotting 1. Melakukan pendekatan terapeutik terhadap ibu dengan memperkenalkan diri berkata dengan baik, sopan dan memberikan kesempatan klien untuk mengutarakan keluhannya.
2. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk mengemukakan permasalahannya.
Ibu mengatakan ikut KB suntik, mengalami bercak darah diluar siklus haid.
3. Memberi penjelasan tentang
Permasalahan yang dialami oleh ibu :
Gangguan perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari atau 2 x lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal) itu biasa ditemukan pada bulan pertama suntikan.
4. Menjelasakan efek samping dari KB suntik
Sering ditemukan gangguan haid
- Siklus haid yang memendek atau memanjang
- Perdarahan yang banyak atau sedikit
- Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
- Tidak haid sama sekali
5. Memberikan He
- Nutrisi : menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi seperti, nasi, sayur, ikan daging, susu, buah-buahan dll.
- Personal hygiene : Menganjurkan pada ibu untuk selalu menjaga kebersihan daerah genetalianya
6. Menganjurkan ibu untuk kontrol apabila obat habis dan keluhan belum sembuh
7. Kolaborasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi: Amoxilin 500 gr 3×1, Vit K 15 mg, fe 1×1
3.7 Evaluasi
Tanggal : 19-07-2008 Jam : 19.35 WIB
S : ibu mengatakan sudah mengerti tentang penjelasan yang telah diberikan.
O : TTV: T : 110/70 mmHg
S : 37°C
N : 84 x /menit
RR : 24 x / menit
Keluaran : ada sedikit bercak darah
A : Akseptor KB suntik depoprovera dengan spotting
P : - Berikan HE dan terapi
o Nutrisi
o Personal hygiene
o Vit K 15 mg
o Pil KB aktif selama 15 hari diminum 3 x 1
o Fe 1 x 1
- Anjurkan ibu untuk kontrol lagi apabila obat sudah habis dan keluhan belum sembuh.
BAB IV
PENUTUP
Setelah penulis memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB Suntik dengan spotting di BPS Hj. Istiqomah Surabaya. Maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan serta saran dan semoga dapat diambil manfaatnya.
4.1. Kesimpulan
4.1.1. Pengkajian
Merupakan langkah awal dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin untuk mengenali masalah dan keluhan sehingga keluhan klien dapat teratasi sesuai dengan objektif.
4.1.2. Analisa Data
Setelah data terkumpul langkah selanjutnya adalah menginterprestasikan data dari data subjektif dan data objektif.
4.1.3. Diagnosa potensial
Permasalahan yang muncul yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan.
4.1.4. Identifikasi kebutuhan segera
Dari data yang terkumpul dapat menunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera sementara yang lain harus menunggu intervenís dan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.
4.1.5. Perencanaan / intervenís
Merumuskan rencana asuhan sesuai dengan hasil pembahasan rencana asuhan bersama klien kemudia membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakan
4.1.6. Pelaksanaan
Merupakan realisasi dari perencanaan tindakan yang diberikan sesuai dengan hasil diagnosa dan masalah yang muncul secara efektif dan efisien
4.1.7. Evaluasi
Secara umum masalah dapat teratasi dan tidak terdapat masalah yang sangat serius, hanya saja masih memerlukan pengawasan dan perhatian khusus.
4.2. Saran
Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam bidang kebidanan, penulisan ingin menyampaikan beberapa sasaran sebagai berikut :
4.2.1. Klien
Diharapkan melakukan kontrol ke bidan apabila sewaktu-waktu ada keluhan
4.2.2. Petugas (Bidan)
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan wewenang, dapat bekerjasama dengan klien dan dapat mengakui sedalam-dalamnya tentang masalah yang dialami untuk dapat memberikan asuhan kebidanan secara optimal.
4.2.3. Institusi Pendidikan
Hendaknya dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa praktek baik dari segi teori atau ketrampilan secara maksimal agar mahasiswa dapat dengan mudah dan mandiri memberikan pelayanan dengan baik dan benar sesuai dengan protab yang ada.
4.2.4. Klinik
Menetapkan dan mempertahankan protab yang sudah ada dan menerapkan managemen kebidanan dalam pelayanan KB.
DAFTAR PUSTAKA
Saifuddin, Abdul Bari, 2003 Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi : Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohadjo, Jakarta.
Manuaba IBG, 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluaran Berencana Untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta.
Manuaba IBG, 1998, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Arca : Jakarta.
Wiknjosastro Hanifa, 2002. Ilmu Kebidanan : Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.