<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>emypanca</title>
	<atom:link href="http://emypanca.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://emypanca.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Feb 2011 13:32:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='emypanca.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0a85e9f9baa27a7d48f88a93dede4ca9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>emypanca</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://emypanca.wordpress.com/osd.xml" title="emypanca" />
	<atom:link rel='hub' href='http://emypanca.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>askeb akseptor KB suntik</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/02/09/askeb-akseptor-kb-suntik/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/02/09/askeb-akseptor-kb-suntik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 12:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[ASKEB - ASKEB]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[TINJAUAN TEORI 2.1. Konsep Dasar KB dan Spotting 2.1.1. Pengertian Suntikan KB merupakan metode KB yang menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakaian suntikan KB karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan. (IBG Manuaba, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=57&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TINJAUAN TEORI</p>
<p>2.1.	<strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Konsep Dasar KB dan Spotting</span></span></em></strong><br />
2.1.1.	Pengertian<br />
Suntikan KB merupakan metode KB yang menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakaian suntikan KB karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan.<br />
(IBG Manuaba, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, 444)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2.1.2.	Mekanisme kerja suntikan KB<br />
•	Mencegah ovulasi degnan cara menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum.<br />
•	Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma<br />
•	Perubahan peristatik tuba falopii, sehingga konsep dihambat<br />
•	Mengubah suasana endometrium, sehinggat idak sempurna untuk implantasi hasil konsepsi.<br />
2.1.3.	Bentuk Suntik KB<br />
2.1.3.1.	 Depoprovera<br />
Mengandung progesteron sebanyak 150 mgr dalam betnuk partikel kecil. Suntik setiap 12 minggu keuntungan datang setiap 3 bulan. Kerugian sering terjadi kelambatan datang bulan sekalipun telah menghentikan suntikan,dapat terjadi perdarahan berkepanjangan di saat mensetruasi, perdarahan yang tidak teratur, badan terasa panas dan liang senggama kering.</p>
<p>2.1.3.2.	Cyclofem<br />
Mengandung progesteron sebanyak 50 mg dan estrogen. Disuntikkan setiap bulan. Diharapkan dapt menstruasi setiap bulan karena komponen estrogennya. Kerugiannya sering terjadi  kegagalan menstruasi yang diharapkan setelah pemakaian beberapa bulan efeknya hampir sama dengan depoprovera.<br />
2.1.3.3.	 Norigest<br />
Turunan dari testoteron. Disuntikan setiap 8 minggu kerugiannya hampir sama dengan depoprovera.<br />
2.1.4.	Keuntungan suntikan KB<br />
1.	Tingkat efektivitasnya tinggi<br />
2.	Pemberiannya sederhana setiap 8 sampai 12 minggu<br />
3.	Pencegahan kehamilan yang jangka panjang<br />
4.	Pengawasan medis yang ringan<br />
5.	Sedikit efek samping<br />
6.	Klien tidak perlu menyimpan obat suntik<br />
7.	Dapat digunakan oleh perempuan usia &gt; 35 tahun sampai pre menopouse.<br />
8.	Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik<br />
9.	Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara<br />
10.	Mencegah beberapa penyebab penyakit radang  panggul<br />
2.1.5.	Keterbatasan Suntikan KB<br />
1.	<strong><span style="color:#ff00ff;">Sering ditemukan gangguan haid seperti :</span></strong><br />
-	Siklus haid yang memendek atau memanjang<br />
-	Perdarahan yang banyak atau sedikit.<br />
-	Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)<br />
-	Tidak haid sama sekali.<br />
2.	<strong><span style="color:#ff00ff;">Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut</span></strong><br />
<strong><span style="color:#ff00ff;"> 3.	Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering</span></strong><br />
<strong><span style="color:#ff00ff;"> 4.	Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, virus Hepatitis B atau Infeksi virus HIV.</span></strong><br />
<strong><span style="color:#ff00ff;"> 5.	Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian</span></strong><br />
<strong><span style="color:#ff00ff;"> 6.	Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang (denstias).</span></strong><br />
<strong><span style="color:#ff00ff;"> 7.	Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jaran), sakit kepala, nervositas, jerawat.</span></strong><br />
<strong><span style="color:#ff00ff;"> 8.	Masih terjadi kemungkinan hamil</span></strong></p>
<address><strong><span style="color:#ff00ff;"> </span></strong><br />
2.1.6.	<span style="color:#800080;">Yang dapat menggunakan suntikan progestin</span><br />
<span style="color:#800080;"> 1.	Usia reproduksi</span><br />
<span style="color:#800080;"> 2.	Nuli para dan yang telah memiliki anak</span><br />
<span style="color:#800080;"> 3.	Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi.</span><br />
<span style="color:#800080;"> 4.	Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai</span><br />
<span style="color:#800080;"> 5.	Setelah melahirkan dan tidak menyusui</span><br />
<span style="color:#800080;"> 6.	Setelah abortus atau keguguran</span><br />
<span style="color:#800080;"> 7.	Telah banyak anak tetapi tidak menghendaki tubektomi</span><br />
<span style="color:#800080;"> 8.	Perokok</span><br />
<span style="color:#800080;"> 9.	Sering lupa menggunakan kontrasepsi pil</span><br />
<span style="color:#800080;"> 10.	Anemia defisiensi besi</span><br />
<span style="color:#800080;"> 11.	Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.</span><br />
2.1.7.	Yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi suntikan progestin.<br />
1.	Hamil atau dicurigai hamil (resiko cacat pada janin 7 per 100.000 kelahiran)<br />
2.	Perdarahan pervaginan yang belum jelas penyebabnya<br />
3.	Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid, terutama amenorhoe<br />
4.	Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara<br />
5.	Diabetes militus disertai komplikasi.</address>
<address><a href="http://emypanca.files.wordpress.com/2011/02/animated20singing20in20the20rain20friends.gif"><img class="alignright size-medium wp-image-61" title="Animated%20singing%20in%20the%20rain%20friends" src="http://emypanca.files.wordpress.com/2011/02/animated20singing20in20the20rain20friends.gif?w=300&#038;h=215" alt="AYO..BELAJAR...!!!" width="300" height="215" /></a><br />
2.1.8.	Waktu menggunakan kontrasepsi suntik progestin<br />
•	Setiap saat selama siklus haid, asal ibu tersebut tidak hamil.<br />
•	Mulai hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid<br />
•	Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diebrikan setiap saat, asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.<br />
•	Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan. Bila ibu telah menggunakan kontrasepsi hormonal sebelumnya secara beanr dan ibu tersebut tidak hamil, suntukan pertama dapat segera diberikan tidak perlu menunggu sampai haid berikut datang.<br />
•	Bila ibu sedang menggunakan kontrasepsi jenis lain dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntik yang lain lagi, kontrasepsi suntikan yang akan diberikan dimulai pada saat jadwal kontrasepsi suntik yang sebelumnya.<br />
•	Ibu yang menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid berikutnya datang. Bila ibu disuntik selama hari ke 7 haid, ibu tersbeut selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.<br />
•	Ibu ingin mengganti AKDR dengan kontrasepsi hormonal. Suntikan pertama dapat diberikan pada hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid atau dapat diberikan setiap saat setelah hari ke 7 siklus haid, asal saja yakin ibu tersebut tidak hamil.<br />
•	Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratur, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja ibu tersebut tidak hamil dan selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.</address>
<p>2.1.9.	Spotting<br />
Spotting adalah perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak tetapi tidak berbahaya.<br />
Penangana Spotting<br />
•	Bila perdarahan atau spotting terus berlanjut atau setelah tidak haid namun kemudian terjadi perdarahan, maka perlu dicari penyebab perdarahan tersebut. Obatilah penyebab perdarahan tersebut dengan cara  yang sesuai. Bila tidak ditemukan penyebabnya, tanyakan apakah klien masih ingin melanjutkan suntikan, dan bila tidak suntikan tidak dilanjutkan lagi dan carikan kontrasepsi jenis lain.<br />
•	Perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari atau 2 kali lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal) Jelaskan bahwa perdarahan yang banyak atau memanjang tersebut biasa ditemukan pada bulan pertama suntikan.<br />
•	Bila perdarahan yang terjadi mengancam kesehatan klien atau klien tidak dapat menerima perdarahan yang terjadi. Suntikan jangan dilanjutkan lagi. Pilihkan jenis kontrasepsi yang lain. Untuk mencegah anemia perlu diberi preparat besi atau makanan yang banyak mengandung zat beri.</p>
<p>2.2.	Konsep Asuhan Kebidanan<br />
Adalah aktivitas atau intervensi yang dilaksanakan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan atau permasalahan khususnya bidang KIA dan KB.<br />
2.2.1.	Pengkajian<br />
Merupakan langkah awal komponen terpenting dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu akseptor KB suntik.<br />
2.2.1.1.	Data Subjektif<br />
A.	Identitas<br />
Nama 		:<br />
Umur 		:<br />
Bangsa / Suku :<br />
Agama 	:<br />
Pendidikan 	:<br />
Pekerjan 	:<br />
Penghasilan	:<br />
Alamat		:<br />
Register 	:	Nama Suami 	:<br />
Umur 		:<br />
Bangsa / Suku :<br />
Agama 	:<br />
Pendidikan 	:<br />
Pekerjan 	:<br />
Penghasilan	:<br />
Alamat		:</p>
<p>B.	 Alasan kunjungan<br />
C.	Riwayat Kebidanan<br />
D.	Riwayat Kesehatan<br />
E.	Riwayat psikososial<br />
F.	Riwayat KB<br />
G.	Pola Kehidupan sehari-hari</p>
<p>2.2.1.2.	 Data Objektif<br />
1.	Pemeriksaan Umum<br />
a.	Kesadaran<br />
b.	Keadaan umum<br />
c.	TB / BB<br />
d.	TTV<br />
e.	LILA<br />
2.	Pemeriksaan fisik<br />
a.	Rambut 	: Hitam, ketombe, rontok<br />
b.	Muka 	: conjungtiva, sklera<br />
c.	Mulut	: Stomatitis, gigi<br />
d.	Leher 	: Kelenjar getah bening, struma, vena<br />
jugularis<br />
e.	 Payudara : bentuk, areola, puting susu, keluaran, striae<br />
f.	Perut 	: Linia, pembesaran, bekas luka,<br />
g.	Vulva 	: luka parut, keluaran, varices, oedema<br />
h.	Anus 	: Hemoroid, varices<br />
i.	Ektremitas : Odema, varices<br />
2.2.2.	Menginterprestasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah.<br />
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interprestasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.<br />
2.2.3.	Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial<br />
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan.<br />
2.2.4.	Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera.<br />
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.<br />
2.2.5.	Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh<br />
Dalam tahap ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau antisipasi.<br />
2.2.6.	Implementasi<br />
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah kelima di laksanakan dengan efisien dan aman.<br />
2.2.7.	Evaluasi<br />
Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dan asuhan yang tidak diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagai mana telah diidentifikasi didalam diagnosa dan masalah.</p>
<p>TINJAUAN KASUS</p>
<p>Tanggal pengkajian :		Jam :   WIB	Oleh :<br />
3.1	 Pengkajian Data<br />
A.	Data Subjektif<br />
1.	Identitas<br />
Nama klien 	: Ny. “M”		Nama Suami 	: Tn. ”A”<br />
Umur 	: 29 tahun 		Umur 		: 31 tahun<br />
Agama 	:  Islam 			Agama 	:  Islam<br />
Suku/bangsa : Jawa / Indonesia	Suku/bangsa 	: Jawa / Indonesia<br />
Pendidikan 	: SMA 			Pendidikan 	: SMA<br />
Pekerjaan 	: IRT			Pekerjaan 	: Pedagang<br />
Penghasilan : &#8211; 			Penghasilan 	: Rp.<br />
Alamat 	:<br />
Alasan kunjungan / Keluhan Utama<br />
Ibu datang  ingin suntik ulang KB 3 Bulan dan mengatakan ada bercak-bercak darah diluar haid<br />
2.	Riwayat Kebidanan<br />
3.1.	Riwayat Menstruasi<br />
Siklur Menstruasi : 28 hari 		Disminorhe 	: kadang-kadang<br />
Lama 	: 6 hari 		Menarche 	: 14 tahun<br />
Warna 	: merah 		HPHT 		: 01-06-07<br />
Bau 	: khas<br />
Flour albus 	: kadang-kadang<br />
3.2.	 Riwayat Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu<br />
No	Hamil ke	Suami ke 	UK 	Jns Persal 	Penolong	Penyulit	BB/ PB	JK 	H/M 	Meneteki	Rewayat KB<br />
1	1	1	9 bln	Spt B	Bidan	Tdk ada 	2800/ 50	♀	H	2 th 	Suntik</p>
<p>3.	Riwayat kesehatan<br />
a.	Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita<br />
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kronis seperti jantung ginjal, hipertensi, TBC<br />
b.	Riwayat penyakit keluarga atau keturunan<br />
Ibu mengatakan tidak ada penyakit keturunan seperti hipertensi, jantung, asma.<br />
4.	Riwayat Psikososial<br />
Ibu kelihatan cemas, hubungan antara ibu dan suaminya baik, keluarga juga baik, respon ibu terhadap petugas kooperatif.<br />
5.	Riwayat KB<br />
Ibu mengatakan sejak anak lahir ia ikut KB suntik<br />
6.	Pola kehidupan sehari-hari<br />
a.	Pola nutrisi<br />
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan makan 3x/ sehari dengan porsi nasi ½ piring, lauk, sayur, kadang buah, minum air putih  7 gelas / hari<br />
b.	Pola Eliminasi<br />
Sebelum dan selama mengikuti KBIbu mengatakan 	BAB  1x/hr konsistensi lunak, tidak ada darah<br />
BAK 3x/hr bau khas,jernih, tidak ada darah<br />
c.	Pola aktivitas<br />
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, memasak dan mencuci serta merawat anaknya<br />
d.	Pola istirahat / tidur<br />
Sebelum dan selama mengukiti KB Ibu mengatakan tidur siang  1 jam (13.00 – 14.00) tidur malam   7 jam (21.00 – 04.00)<br />
e.	Pola seksual<br />
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan hubungan seksual 3x /minggu, tidak ada masalah dan tidak ada keluhan dalam berhubungan.</p>
<p>f.	Personal hygiene<br />
Sebelum dan selama mengikuti KB Ibu mengatakan mandi 2x /hari, ganti CD 2x / hari</p>
<p>B.	Data Objektif<br />
1.	Pemeriksaan umum<br />
a.	Kesadaran  	: composmentis<br />
b.	KU 		: baik<br />
c.	TTV 		: T = 120 / 70 mmHg 		S 	= 36°C<br />
N = 88  x / menit 		RR	= 24 x / menit<br />
2.	Pemeriksaan fisik<br />
-	Rambut 	: Bersih tidak ada ketombe<br />
-	Muka 	: &#8211; Conjungtiva 	: tidak anemis &#8211; /-<br />
- Sklera 	: tidak ikterus  &#8211; / -<br />
-	Mulut 	: Stomatitis       	: tidak  ada stomatitis<br />
Gigi 	: tidak ada gigi caries<br />
-	Leher 	:-	Pembesaran kelenjar getah bening : tidak ada -/-<br />
- 	Struma : tidak ada struma -/-<br />
- 	Pembesaran vena jugularis : tidak ada -/-<br />
-	Dada	: Simetris, tidak ada nyeri tekan<br />
-	Payudara	:<br />
Bentuk 	: Simestris<br />
Areola 	: Hiperpigmentasi +/+<br />
Putting susu 	: menonjol +/+<br />
Keluaran 	: tidak ada -/-<br />
Striae 	: tidak ada -/-<br />
-	Perut<br />
-	Striae 			: tidak ada<br />
-	Linea				: tidak ada<br />
-	Pembesaran 	: tidak ada<br />
-	Bekas Luka 	: tidak ada</p>
<p>-	Vulva<br />
Warna 			: kemerahan<br />
Luka parut 		: tidak ada<br />
Keluaran 			: ada bercak darah<br />
Varises 			: tidak ada<br />
Adema 			: tidak ada<br />
-	Anus<br />
Hemorroid 		: tidak ada<br />
Varises 			: tidak ada<br />
-	Ekstremitas atas / bawah<br />
Varicest 		: (-) / (-)<br />
Oedema 		: (-) / (-)<br />
Reflek pattella 	: Ka/Ki (+) /(+)<br />
3.2  Identifikasi Masalah / Diagnosa</p>
<p>Tgl / jam	Data dasar	Diagnosa / Masalah<br />
19-07-07<br />
19.00 WIB	S	:	Ibu mengatakan setelah ikut KB suntik ibu mengeluarkan darah sedikit-sedikit dari kemaluan.<br />
O	: 	TTV<br />
T : 120/70 mmHg<br />
S : 36°C<br />
N : 84 x /menit<br />
RR : 24  x / menit<br />
Keluaran : ada bercak darah<br />
Palpasi<br />
Abdomen : tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan pada daerah adneksa kanan dan kiri tidak ada nyeri tekan pada supra pubis	Akseptor KB suntik dengan spotting</p>
<p>3.3  Antisipasi Masalah Potensial<br />
Tidak ada</p>
<p>3.4  Kebutuhan Segera<br />
Tidak ada</p>
<p>3.5	 Intervensi<br />
•	Tujuan 	:	Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 30 menit diharapkan ibu mengerti tentang keadaannya, dan spotting dapat segera berhenti<br />
•	Kreteria	:	TTV :	Tensi 	: 90-130/60 -90 mmHg<br />
Nadi 	: 60 – 100 x /menit<br />
Suhu 	: 36-37 °C<br />
RR 	: 18 -27 x/menit<br />
Intervensi	Rasional<br />
1.	Lakukan pendekatan terapeutik terhadap ibu.<br />
2.	Beri kesempatan untuk mengemukakan permasalahannya<br />
3.	Beri penjelasan pada ibu tentang permasalahan / keluhannya<br />
4.	Jelaskan efek samping dari KB suntik<br />
5.	Berikan HE  dan terapi :<br />
-	Nutrisi<br />
-	Personal hygiene<br />
6.	 Anjurkan ibu untuk kontrol lagi apabila belum sembuh<br />
7.	Kolaborasi dengan dokter 	1.	Ibu dapat kooperatif dengan petugas.<br />
2.	Mengekspresikan perasaan ibu dan dapat mengurangi kecemasan.<br />
3.	Ibu mengetahui keadaan dirinya dan ibu merasa tenang.</p>
<p>4.	Ibu paham dan mengerti akan efek samping KB suntik<br />
5.	Ibu paham dan melaksanakan anjurkan tersebut</p>
<p>6.	Untuk deteksi adanya komplikasi</p>
<p>7.	Kerja sama untuk mendapatkan terapi</p>
<p>3.6	 Implementasi<br />
Tgl/Jam	Diagnosa	Implementasi<br />
19-007-08<br />
19.05 WIB<br />
Akseptor KB suntik dengan spotting	1.	Melakukan pendekatan terapeutik terhadap ibu dengan memperkenalkan diri berkata dengan baik, sopan dan memberikan kesempatan klien untuk mengutarakan keluhannya.<br />
2.	Memberikan kesempatan kepada ibu untuk mengemukakan permasalahannya.<br />
Ibu mengatakan ikut KB suntik, mengalami bercak darah diluar siklus haid.<br />
3.	Memberi penjelasan tentang<br />
Permasalahan yang dialami oleh ibu :<br />
Gangguan perdarahan banyak atau memanjang (lebih dari 8 hari atau 2 x lebih banyak dari perdarahan yang biasanya dialami pada siklus haid normal) itu biasa ditemukan pada bulan pertama suntikan.<br />
4.	Menjelasakan efek samping dari KB suntik<br />
Sering ditemukan gangguan haid<br />
-	Siklus haid yang memendek atau memanjang<br />
-	Perdarahan yang banyak atau sedikit<br />
-	Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)<br />
-	Tidak haid sama sekali<br />
5.	Memberikan He<br />
-	Nutrisi 	: menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi seperti, nasi, sayur, ikan daging, susu, buah-buahan dll.<br />
-	Personal hygiene  : Menganjurkan pada ibu untuk selalu menjaga kebersihan daerah genetalianya<br />
6.	Menganjurkan ibu untuk kontrol apabila obat habis dan keluhan belum sembuh<br />
7.	Kolaborasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi: Amoxilin 500 gr 3&#215;1, Vit K 15 mg, fe 1&#215;1</p>
<p>3.7	Evaluasi<br />
Tanggal : 19-07-2008  	Jam  : 19.35 WIB<br />
S 	: 	ibu mengatakan sudah mengerti tentang penjelasan yang telah diberikan.<br />
O 	: TTV:  T   : 110/70 mmHg<br />
S    : 37°C<br />
N   : 84 x /menit<br />
RR  : 24  x / menit<br />
Keluaran : ada sedikit bercak darah<br />
A	: Akseptor KB suntik depoprovera dengan spotting<br />
P 	:		- 	Berikan HE dan terapi<br />
o	Nutrisi<br />
o	Personal hygiene<br />
o	Vit K 15 mg<br />
o	Pil KB aktif  selama 15 hari diminum 3 x 1<br />
o	Fe 1 x 1<br />
-	Anjurkan ibu untuk kontrol lagi apabila obat sudah habis dan keluhan belum sembuh.</p>
<p>BAB IV<br />
PENUTUP</p>
<p>Setelah penulis memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB Suntik dengan spotting di BPS Hj. Istiqomah Surabaya. Maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan serta saran dan semoga dapat diambil manfaatnya.<br />
4.1.	 Kesimpulan<br />
4.1.1.	Pengkajian<br />
Merupakan langkah awal dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin untuk mengenali masalah dan keluhan sehingga keluhan klien dapat teratasi sesuai dengan objektif.<br />
4.1.2.	Analisa Data<br />
Setelah data terkumpul langkah selanjutnya adalah menginterprestasikan data dari data subjektif dan data objektif.<br />
4.1.3.	Diagnosa potensial<br />
Permasalahan yang muncul yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan.<br />
4.1.4.	Identifikasi kebutuhan segera<br />
Dari data yang terkumpul dapat menunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera sementara yang lain harus menunggu intervenís dan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.<br />
4.1.5.	Perencanaan / intervenís<br />
Merumuskan rencana asuhan sesuai dengan hasil pembahasan rencana asuhan bersama klien kemudia membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakan<br />
4.1.6.	Pelaksanaan<br />
Merupakan realisasi dari perencanaan tindakan yang diberikan sesuai dengan hasil diagnosa dan masalah yang muncul secara efektif dan efisien</p>
<p>4.1.7.	Evaluasi<br />
Secara umum masalah dapat teratasi dan tidak terdapat masalah yang sangat serius, hanya saja masih memerlukan pengawasan dan perhatian khusus.</p>
<p>4.2.	 Saran<br />
Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam bidang kebidanan, penulisan ingin menyampaikan beberapa sasaran sebagai berikut :<br />
4.2.1.	Klien<br />
Diharapkan melakukan kontrol ke bidan apabila sewaktu-waktu ada keluhan<br />
4.2.2.	Petugas (Bidan)<br />
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan wewenang, dapat bekerjasama dengan klien dan dapat mengakui sedalam-dalamnya tentang masalah yang dialami untuk dapat memberikan asuhan kebidanan secara optimal.<br />
4.2.3.	Institusi Pendidikan<br />
Hendaknya dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa praktek baik dari segi teori atau ketrampilan secara maksimal agar mahasiswa dapat dengan mudah dan mandiri memberikan pelayanan dengan baik dan benar sesuai dengan protab  yang ada.<br />
4.2.4.	Klinik<br />
Menetapkan dan mempertahankan protab yang sudah ada dan menerapkan managemen kebidanan dalam pelayanan KB.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>Saifuddin, Abdul Bari, 2003 Buku Panduan Praktis Pelayanan  Kontrasepsi : Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohadjo, Jakarta.</p>
<p>Manuaba IBG, 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluaran Berencana Untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta.</p>
<p>Manuaba IBG, 1998, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Arca : Jakarta.</p>
<p>Wiknjosastro Hanifa, 2002. Ilmu Kebidanan : Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=57&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/02/09/askeb-akseptor-kb-suntik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emypanca.files.wordpress.com/2011/02/animated20singing20in20the20rain20friends.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Animated%20singing%20in%20the%20rain%20friends</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Untuk Hari Ini</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/08/hidup-untuk-hari-ini/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/08/hidup-untuk-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 04:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[''Jika anda dapat minum air jernih hari ini ,maka mengapa anda harus bersedih atas air asin yang anda minum hari kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar esok hari yang belum tentu terjadi jika kamu berada pada pagi hari ini, maka janganlah menunggu hari sore tiba,Hari inilah yang akan kita jalani.Bukan hari kemarin yang sudah menjadi kenangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=49&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><span style="color:#888888;">''Jika anda dapat minum air jernih hari ini ,maka mengapa anda harus bersedih atas air asin yang anda minum hari kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar esok hari yang belum tentu terjadi</span>
<span style="color:#888888;">
</span></pre>
<p><span style="color:#888888;">jika kamu berada pada pagi hari ini, maka janganlah menunggu hari sore tiba,Hari inilah yang akan kita jalani.Bukan hari kemarin yang sudah menjadi kenangan dan nostalgia dengan segala kebaikan dan keburukannya,dan juga bukan hidup untuk hari esok yang belum tentu datanghari ini yang saat ini matahari bersinar dan burung &#8211; burung menyambut pagi ,inilah hidup kita.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">umur kita mungkin tinggal hari ini ,maka anggaplah masa hidup kita hanya hari ini saja.atau seakan &#8211; akan kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga.Dengan begitu hari kita tidak akan tercabik &#8211; cabik diantara gumpalan keresahan ,kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan terkadang menakutkan.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pada hari ini pula , sebaiknya kita betul &#8211; betul mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras.Dan pada hari inilah kita harus membulatkan tekad untuk mempersembahkan yang terbaik , sholat khusyu&#8217; , bacaan Al-Qur&#8217;an yang sarat tadabbur , dzikir dengan sepenuh hati, mencurahkan kasih sayang kepada keluarga, memberi ilmu kepada anak didik, memberi ketenangan kepada bawahan, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam berakhlak,perhatian terhadap kesehatan jiwa, dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">pada hari dimana kita hidup berpijak ,maka sebaiknya kita harus mampu membagi waktu dengan bijak.Jadikan setiap menitnya laksana ribuan tahun ,dan setiap detiknya laksana ratusan tahun.Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya.Dan persembahkan sesuatu yang indah pada hari ini.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#888888;">REFLEKSI JIWA</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#888888;">Setiap hari kita harus yakin bahwa kita baru dihidupkan lagi setelah mati,berupa tidur.Maka <strong><em> Hidup Hari Ini Jangan Kau Matikan</em></strong></span></li>
<li>Satu hari ini ,lebih baik dari 10 hari esok.Jangan menunggu esok apapun yang bisa dikerjakan hari ini ,siapa tahu esok mati.Produktiflah sebelum mati , malu rasanya bila mati tapi belum berbuat sesuatu yang berart</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber :</p>
<p>Khoirul Anam/Warta Surya Edisi 28-juli 2010M/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=49&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/08/hidup-untuk-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>POST PARTUM BLUES</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/post-partum-blues/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/post-partum-blues/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 12:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[POST PARTUM BLUES &#160; A. Pendahuluan Masa nifas merupakan masa 2 jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu berikutnya. Waktu yang tepat dalam rangka post partum adalah 2-6 jam, 2 – 6 hari, 2 jam – 6 minggu (atau boleh juga disebut 6 jam, 6 hari dan 6 minggu) (www.google.com) Pengawasan dan asuhan post partum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=46&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>POST PARTUM BLUES</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Pendahuluan </strong></li>
</ol>
<p>Masa nifas merupakan masa 2 jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu berikutnya. Waktu yang tepat dalam rangka post partum adalah 2-6 jam, 2 – 6 hari, 2 jam – 6 minggu (atau boleh juga disebut 6 jam, 6 hari dan 6 minggu) (<a href="http://www.google.com/">www.google.com</a>)</p>
<p>Pengawasan dan asuhan post partum masa nifas sangat diperlukan yang tujuannya adalah menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis, melaksanakan sekrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, menyusui, pemberian immunisasi pada saat bayi sehat, memberikan pelayanan KB.</p>
<p>Gangguan-gangguan yang sering terjadi pada masa nifas berupa gangguan psikologis, seperti post partum blues, depresi post partum, depresi berat dan lain-lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Definisi </strong></li>
</ol>
<p>Post partum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga 10 hari sejak kelahiran bayinya.</p>
<p>Gejala-gejala post partum blues, sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Cemas tanpa sebab</li>
<li>Menangis tanpa sebab</li>
<li>Tidak percaya diri</li>
<li>Tidak sabar</li>
<li>Sensitif, mudah tersinggung</li>
<li>Merasa kurang menyangi bayinya</li>
<li>Tidak memperhatikan penampilan dirinya</li>
<li>Kurang menjaga kebersihan dirinya</li>
<li>Gejala fisiknya seperti : kesulitan bernafas, ataupun perasaan yang berdebar-debar.</li>
</ol>
<p>10.  Ibu merasakan kesedihan, kecemasan yang berlebihan</p>
<p>11.  Ibu merasa kurang diperhatikan oleh suami ataupun keluarga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>C. </strong><strong>Etiologi </strong></li>
</ol>
<p>Ada beberapa hal yang menyebabkan post partum blues, diantaranya :</p>
<ol>
<li>Lingkungan melahirkan yang dirasakan kurang nyaman oleh si ibu.</li>
<li>Kurangnya dukungan dari keluarga maupun suami.</li>
<li>Sejarah keluarga atau pribadi yang mengalami gangguan psikologis.</li>
<li>Hubungan sex yang kurang menyenangkan setelah melahirkan</li>
<li>Tidak ada perhatian dari suami maupun keluarga</li>
<li>Tidak mempunyai pengalaman menjadi orang tua dimasa kanak-kanak atau remaja. Misalnya tidak mempunyai saudara kandung untuk dirawat.</li>
</ol>
<p>Dengan kata lain para wanita lebih mungkin mengembangkan depresi post partum jika mereka terisolasi secara sosial dan emosional serta baru saja mengalami peristiwa kehidupan yang menakan.</p>
<p>Post partum blues tidak berhubungan dengan perubahan hormonal, bikimia atau kekurangan gizi. Antara 8% sampai 12% wanita tidak dapat menyesuaikan peran sebagai orang tua dan menjadi sangat tertekan sehingga mencari bantuan dokter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>D. </strong><strong>Penatalaksanaan </strong></li>
</ol>
<p>Penatalaksanaan disini adalah cara mengatasi gangguan psikologis pada nifas dengan post partum blues. Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini yaitu :</p>
<ol>
<li>Dengan cara pendekatan komunikasi teraupetik</li>
</ol>
<p>Tujuan dari komunikasi teraupetik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara :</p>
<ol>
<li>Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi.</li>
<li>Dapat memahami dirinya</li>
<li>Dapat mendukung tindakan konstruksi</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Peningkatan support mental/dukungan keluarga dalam mengatasi gangguan psikologis yang berhubungan dengan masa nifas dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase, sebagai berikut :
<ol>
<li>Fase taking in yaitu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada saat itu focus perhatian ibu hanya pada dirinya sendiri, pengalaman selama proses persalinan sering berulang-ulang diceritakannya. Hal ini membuat cenderung ibu menjadi pasif terhadap lingkungannya.</li>
<li>Fase taking hold yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah persalinan. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidak mampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Pada fase ini ibu karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam  merawat diri dan bayinya sehingga timbul percaya diri.</li>
<li>Fase letting go, merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Ibu sudah dapat menyesuaikan diri, merawat diri dan bayinya sudah meningkat.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>E. </strong><strong>Pencegahan </strong></li>
</ol>
<p>Post partum blues dapat dicegah dengan cara :</p>
<ol>
<li>Aanjurkan ibu untuk merawat dirinya, yakinkan pada suami atau keluarga untuk selalu memperhatikan si ibu</li>
<li>Menu makanan yang seimbang</li>
<li>Olah raga secara teratur</li>
<li>Mintalah bantuan pada keluarga atau suami untuk merawat ibu dan bayinya.</li>
<li>Rencanakan acara keluar bersama bayi berdua dengan suami</li>
<li>Rekreasi</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=46&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/post-partum-blues/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASFIKSIA PADA BAYI</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/asfiksia-pada-bayi/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/asfiksia-pada-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 11:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Asfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas scr spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus dan hipoksia ini berhubungan dengan faktor-faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan, atau segera setelah bayi lahir. Akibat-akibat asfiksia akan bertambah buruk apabila penanganan bayi tidak dilakukan secara sempurna. Tindakan yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=44&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas scr spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus dan hipoksia ini berhubungan dengan faktor-faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan, atau segera setelah bayi lahir. Akibat-akibat asfiksia akan bertambah buruk apabila penanganan bayi tidak dilakukan secara sempurna. Tindakan yang akan dikerjakan pada bayi bertujuan mempertahankan kelangsungan hidupnya dan membatasi gejala-gejala lanjut yang mungkin timbul. (Wiknjosastro, 1999)</p>
<p><strong>B. Etiologi</strong></p>
<p>Asfiksia terjadi karena adanya gangguan pertukaran gas serta transpor O<sub>2</sub> dari ibu ke janin sehingga terdapat gangguan dalam persediaan O<sub>2</sub> dan dalam menghilangkan CO<sub>2</sub>. Gangguan ini dapat berlangsung secara menahun akibat kondisi atau kelainan pada ibu selama kehamilan, atau secara mendadak karena hal-hal yang diderita ibu dalam persalinan. Penggolongan penyebab kegagalan pernafasan pada bayi terdiri dari :</p>
<p>Faktor Ibu</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Hipoksia ibu, hal ini akan       menimbulkan hipoksia janin. Hipoksia ibu dapat terjadikarena       hipoventilasi akibat pemberian obat analgetik atau anestesi dalam.</li>
<li>Gangguan aliran darah uterus</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Mengurangnya aliran darah pada uterus akan menyebabkan berkurangnya pengairan O<sub>2</sub> ke plasenta dan ke janin. Hal ini sering ditemukan pada kasus-kasus :</p>
<p>1)      Gangguan kontraksi uterus, misalnya : hipertensi, hipotoni / tetani uterus akibat penyakit atau obat.</p>
<p>2)      Hipotensi mendadak pada ibu karena perdarahan.</p>
<p>3)      Hipertensi pada penyakit eklamsia.</p>
<ol>
<li>Faktor Janin
<ol>
<li>Gangguan aliran darah dalam       tali pusat karena tekanan tali pusat.</li>
<li>Depresi pernafasan karena       obat-obat anastesia / analgetika yang diberikan kepada ibu.</li>
<li>Trauma yang terjadi pada       persalinan, misalnya : perdarahan intracranial.</li>
<li>Kelainan kongenital, misalnya       : hernia diafragmatika, atresia saluran pernafasan, hipoplasia paru, dan       lain-lain.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>(Wiknjosastro, 1999).</p>
<p><strong>C. Perubahan Patofiologis dan Gambaran Klinis</strong></p>
<p>Pernafasan spontan BBL tergantung pada kondisi janin pada masa kehamilan dan persalinan. Bila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan O<sub>2</sub> selama kehamilan atau persalinan akan terjadi asfiksia yang lebih berat. Keadaan ini akan mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian asfiksia yang terjadi dimulai suatu periode apnu disertai dengan penurunan frekuensi. Pada penderita asfiksia berat, usaha bernafas tidak tampak dan bayi selanjutnya berada dalam periode apnue kedua. Pada tingkat ini terjadi bradikardi dan penurunan TD.</p>
<p>Pada asfiksia terjadi pula gangguan metabolisme dan perubahan keseimbangan asam-basa pada tubuh bayi. Pada tingkat pertama hanya terjadi asidosis respioratorik. Bila berlanjut dalam tubuh bayi akan terjadi proses metabolisme an aerobic yang berupa glikolisis glikogen tubuh, sehingga glikogen tubuh terutama pada jantung dan hati akan berkurang. Pada tingkat selanjutnya akan terjadi perubahan kardiovaskular yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaranya :</p>
<ol>
<li>Hilangnya sumber glikogen dalam      jantung akan mempengaruhi fungsi jantung.</li>
<li>Terjadinya asidosis metabolik      yang akan menimbulkan kelemahan otot jantung.</li>
<li>Pengisian udara alveolus yang      kurang adekuat akan mengakibatkan tetap tingginya resistensi pembuluh      darah paru sehingga sirkulasi darah ke paru dan ke sistem sirkulasi tubuh      lain akan mengalami gangguan. (Rustam, 1998).</li>
<li><strong>D. Diagnosis</strong></li>
</ol>
<p>Asfiksia yang terjadi pada bayi biasanya merupakan kelanjutan dari anoksia / hipoksia janin. Diagnosis anoksia / hipoksia janin dapat dibuat dalam persalinan dengan ditemukannya tanda-tanda gawat janin. Tiga hal yang perlu mendapat perhatian yaitu :</p>
<p>W      Denyut jantung janin</p>
<p>Peningkatan kecepatan denyut jantung umumnya tidak banyak artinya, akan tetapi apabila frekuensi turun sampai ke bawah 100 kali per menit di luar his, dan lebih-lebih jika tidak teratur, hal itu merupakan tanda bahaya.</p>
<p>W      Mekonium dalam air ketuban</p>
<p>Mekonium pada presentasi sungsang tidak ada artinya, akan tetapi pada presentasi kepala mungkin menunjukkan gangguan oksigenisasi dan harus diwaspadai. Adanya mekonium dalam air ketuban pada presentasi kepala dapat merupakan indikasi untuk mengakhiri persalinan bila hal itu dapat dilakukan dengan mudah.</p>
<p>W      Pemeriksaan pH darah janin</p>
<p>Dengan menggunakan amnioskop yang dimasukkan lewat serviks dibuat sayatan kecil pada kulit kepala janin, dan diambil contoh darah janin. Darah ini diperiksa pH-nya. Adanya asidosis menyebabkan turunnya pH. Apabila pH itu turun sampai di bawah 7,2 hal itu dianggap sebagai tanda bahaya gawat janin mungkin disertai asfiksia.</p>
<p>(Wiknjosastro, 1999)</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>E. Penanganan pada asfiksia</strong></li>
</ol>
<p>Tindakan yang dikerjakan pada bayi lazim disebut resusitasi BBL. Sebelum resusitasi dikerjakan perlu diperhatikan bahwa :</p>
<ol>
<li>faktor waktu sangat penting.</li>
<li>Kerusakan yang timbul pada bayi      akibat anoksia / hipoksia antenatal tidak dapat diperbaiki, tetapi      kerusakan yang akan terjadi karena anoksia / hipoksia pascanatal harus      dicegah dan diatasi.</li>
<li>Riwayat kehamilan dan partus      akan memberikan keterangan yang jelas tentang faktor penyebab terjadinya      depresi pernafasan pada BBl.</li>
<li>Penilaian BBL perlu dikenal      baik, agar resusitasi yang dilakukan dapat dipilih dan ditentukan secara adekuat.      (Prawiroharjo, 2002)</li>
<li><strong>F. Prinsip Dasar Resusitasi</strong>
<ol>
<li>Memberikan lingkungan yang       baik pada bayi dan mengusahakan saluran pernafasan bebas serta merangsang       timbulnya pernafasan.</li>
<li>Memberi bantuan pernafasan       secara efektif pada bayi yang menunjukkan usaha bernafas lemah.</li>
<li>Melakukan koreksi terhadap       asidosis yang terjadi.</li>
<li>Menjaga agar sirkulasi tetap       baik. (Wiknjosastro, 1999)</li>
</ol>
</li>
<li><strong>G. Persiapan Alat Resusitasi</strong></li>
</ol>
<p>Sebelum menolong persalinan, selain persalinan, siapkan juga alat-alat resusitasi dalam keadaan siap pakai, yaitu :</p>
<ol>
<li>2 helai kain / handuk.</li>
<li>Bahan ganjal bahu bayi. Bahan      ganjal dapat berupa kain, kaos, selendang, handuk kecil, digulung setinggi      5 cm dan mudah disesuaikan untuk mengatur posisi kepala bayi.</li>
<li>Alat penghisap lendir de lee      atau bola karet.</li>
<li>Tabung dan sungkup atau balon      dan sungkup neonatal.</li>
<li>Kotak alat resusitasi.</li>
<li>Jam atau pencatat waktu.</li>
</ol>
<p>(Wiknjosastro, 2007).</p>
<ol>
<li><strong>H. Langkah-Langkah Resusitasi</strong>
<ol>
<li>Letakkan bayi di lingkungan       yang hangat kemudian keringkan tubuh bayi dan selimuti tubuh bayi untuk       mengurangi evaporasi.</li>
<li>Sisihkan kain yang basah       kemudian tidurkan bayi terlentang pada alas yang datar.</li>
<li>Ganjal bahu dengan kain       setinggi 1 cm (snifing positor).</li>
<li>Hisap lendir dengan penghisap       lendir de lee dari mulut, apabila mulut sudah bersih kemudian lanjutkan       ke hidung.</li>
<li>Lakukan rangsangan taktil       dengan cara menyentil telapak kaki bayi dan mengusap-usap punggung bayi.</li>
<li>Nilai pernafasan
<ol>
<li>Jika        nafas spontan lakukan penilaian denyut jantung selama 6 detik, hasil        kalikan 10. Denyut jantung &gt; 100 x / menit, nilai warna kulit jika        merah / sinosis penfer lakukan observasi, apabila biru beri oksigen.        Denyut jantung &lt; 100 x / menit, lakukan ventilasi tekanan positif.</li>
<li>Jika        pernasalan sulit (megap-megap) lakukan ventilasi tekanan positif.</li>
<li>Ventilasi        tekanan positif / PPV dengan memberikan O<sub>2 </sub>100 % melalui        ambubag atau masker, masker harus menutupi hidung dan mulut tetapi tidak        menutupi mata, jika tidak ada ambubag beri bantuan dari mulur ke mulut,        kecepatan PPV 40 – 60 x / menit.</li>
<li>Setelah        30 detik lakukan penilaian denyut jantung selama 6 detik, hasil kalikan        10.
<ol>
<li>100         hentikan bantuan nafas, observasi nafas spontan.</li>
<li>60 –         100 ada peningkatan denyut jantung teruskan pemberian PPV.</li>
<li>60 –         100 dan tidak ada peningkatan denyut jantung, lakukan PPV, disertai         kompresi jantung.</li>
<li>&lt;         10 x / menit, lakukan PPV disertai kompresi jantung.</li>
<li>Kompresi         jantung</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Perbandingan kompresi jantung dengan ventilasi adalah 3 : 1, ada 2 cara kompresi jantung :</p>
<p>a         Kedua ibu jari menekan stemun sedalam 1 cm dan tangan lain mengelilingi tubuh bayi.</p>
<p>b        Jari tengah dan telunjuk menekan stemun dan tangan lain menahan belakang tubuh bayi.</p>
<p>10.  Lakukan penilaian denyut jantung setiap 30 detik setelah kompresi dada.</p>
<p>11.  Denyut jantung 80x./menit kompresi jantung dihentikan, lakukan PPV sampai denyut jantung &gt; 100 x / menit dan bayi dapat nafas spontan.</p>
<p>12.  Jika denyut jantung 0 atau &lt; 10 x / menit, lakukan pemberian obat epineprin 1 : 10.000 dosis 0,2 – 0,3 mL / kg BB secara IV.</p>
<p>13.  Lakukan penilaian denyut jantung janin, jika &gt; 100 x / menit hentikan obat.</p>
<p>14.  Jika denyut jantung &lt; 80 x / menit ulangi pemberian epineprin sesuai dosis diatas tiap 3 – 5 menit.</p>
<p>15.  Lakukan penilaian denyut jantung, jika denyut jantung tetap / tidak rewspon terhadap di atas dan tanpa ada hiporolemi beri bikarbonat dengan dosis 2 MEQ/kg BB secara IV selama 2 menit. (Wiknjosastro, 2007)<strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=44&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/asfiksia-pada-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASUHAN KEBIDANAN PADA ABORTUS INKOMPLET</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/asuhan-kebidanan-pada-abortus-inkomplet/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/asuhan-kebidanan-pada-abortus-inkomplet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 10:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[BAB II LANDASAN TEORI ABORTUS INCOMPLET Pendahuluan Istilah Abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Sampai saat ini janin yang terkecil, yang dilaporkan dapat hidup diluar kandungan, mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir. Akan tetapi, karena jarangnya janin yang dilahirkan dengan berat badan di bawah 500 gram dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=34&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAB II</strong></p>
<p><strong>LANDASAN TEORI</strong></p>
<p><strong>ABORTUS INCOMPLET</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Istilah Abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Sampai saat ini janin yang terkecil, yang dilaporkan dapat hidup diluar kandungan, mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir. Akan tetapi, karena jarangnya janin yang dilahirkan dengan berat badan di bawah 500 gram dapat hidup terus, maka abortus ditentukan sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau kurang dari 20 minggu (Dikutip dari Buku Ilmu Kebidanan).</p>
<ol>
<li>Pengertian Abortus</li>
</ol>
<p>Abortus atau keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan.</p>
<p>Dibawah ini dikemukakan beberapa definisi para ahli tentang abortus</p>
<p>EASTMEN     :  Abortus ialah keadaan terputusnya suatu kehamilan dimana fetus belum sanggup hidup sendiri diluar uterus. Belum sanggup diartikan apabila fetus itu beratnya terletak antara 400 – 1000 gram atau usia kehamilan kurang dari 28 minggu.</p>
<p>JEFFCOAT     :  Abortus adalah pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 28 minggu.</p>
<p>HOLMER       :  Abortus adalah terputusnya kehamilan sebelum minggu ke-16, dinamakan proses plasentasi belum siap.</p>
<p>(Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002)</p>
<ol>
<li>Etiologi (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002)</li>
</ol>
<p>Faktor-faktor yang menyebabkan kematian fetus adalah</p>
<ol>
<li>Kelainan ovum</li>
</ol>
<p>Menurut HERTIG dkk, pertumbuhan abnormal dari fetus sering menyebabkan abortus spontan. Menurut penyelidikan mereka, dari 1000 abortus spontan, maka 48,9% disebabkan karena ovum yang patologis ; 3,2% disebabkan oleh kelainan letak embriio, dan 9,6% disebabkan karena plasenta yang abnormal.</p>
<p>Pada ovum abnormal 6% diantaranya terdapat degenerasi hidatid vili. Abortus spontan yang disebabkan oleh karena kelainan dari ovum, berkurang kemungkinannya kalau kehamilan sudah lebih dari satu bulan, artinya makin muda kehamilan saat terjadinya abortus makin besar kemungkinan disebabkan oleh kelaninan ovum (50-80%)</p>
<ol>
<li>Kelainan genetalia ibu</li>
</ol>
<p>Misalnya pada ibu yang menderita :</p>
<ol>
<li>Anomali kogenital (hipoplasia uteri, uterus bikornis dll)</li>
<li>Kelainan letak dari uterus seperti retrofleksi uteri fisaka</li>
<li>Tidak sempurnanya persiapan uterus dalam menanti nidasi dari ovum yang sudah dibuahi, seperti kurangnya progesteron atau estrogen, endometritis, mioma submukosa.</li>
<li>Uterus terlalu cepat teregang (kehamilan ganda, mola)</li>
<li>Distorsio uterus, misalnya karena terdorong oleh tumor pelvis.</li>
</ol>
<ol>
<li>Gangguan sirkulasi plasenta</li>
</ol>
<p>Kita jumpai pada ibu yang menderita penyakit nefritis, hipertensi, toksemia gravidarum, anomali plasenta, dan endarteritis oleh karena lues.</p>
<ol>
<li>Penyakit-penyakit ibu</li>
</ol>
<p>Misalnya pada :</p>
<ol>
<li>Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi seperti peneumonia, tifoid, pielitis, rubeola, demam malta dan sebagainya. Kematian fetus dapat disebabkan karena toksin dari ibu atau infasi kuman atau virus pada fetus.</li>
<li>Keracunan Pb, nikotin, gas racun, alkohol dan lain-lain</li>
<li>Ibu yang asfiksia seperti pada dekompensasi kordis, penyakit paru berat, anemia gravis.</li>
<li>Malnutrisi, avitaminosis dan gangguan metabolisme, hipotiroid, kekurangan vit A, C atau E, diabeters melitus.</li>
</ol>
<ol>
<li>Antagonis Rhesus</li>
</ol>
<p>Pada antagonis rhesus, darah ibu yang melalui plasenta merusak darah fetus, sehingga terjadi anemia pada fetus yang berakibat meninggalnya fetus.</p>
<ol>
<li>Terlalu cepatnya korpus luteum      menjadi atrofis, atau faktor serviks, yaitu inkompetensi serviks,      servisitis.</li>
<li>Perangsang pada ibu yang      menyebabkan uterus berkontraksi; umpamanya : sangat terkejut, obat-obat      uterotonika, ketakutan, laparotomi, dan lain-lain. Atau dapat juga karena      trauma langsung terhadap fetus; selaput janin rusak langsung karena      instrumen, benda dan obat-obatan.</li>
<li>Penyakit Bapak : umur lanjut,      penyakit kronis seperti : TBC, anemia, dekompensasi kordis, malnutrisi,      nefritis, sifilis, keracunan (alkohol, nikotin, pada, dll) sinar rontgen,      avitaminosis</li>
</ol>
<p><strong>Frekuensi</strong></p>
<p>Diperkirakan frekuensi keguguran spontan berkisar antara 10-15%. Namun demikian, frekuensi keguguran yang pasti sukar ditentukan, karena abortus buatan banyak yang tidak dilaporkan, kecuali bila terjadi komplikasi. Juga karena sebagian keguguran spontan hanya disertai gejala dan tanda ringan, sehingga wanita tidak datang ke dokter atau rumah sakit.</p>
<p>Menurut SIEGLER dan EASTMAN, abortus terjadi pada 10% kehamilan. RS Pringadi Medan juga mendapati angka 10% dari seluruh kehamilan. Menurut EASTMAN, 80% dari abortus terjadi pada bulan ke 2-3 kehamilan, sementara SIEMENS mendapatkan 76% (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002).</p>
<p><strong>Patologi</strong></p>
<p>Pada permulaan, terjadi perdarahan dalam desidua basalis, diikuti oleh nekrosis jaringan sekitarnya, kemudian sebagian atau seluruh hasil konsepsi terlepas. Karena benda yang dianggap asing, maka uterus berkontraksi untuk mengeluarkannya. Pada kehamilan di bawah 8 minggu, hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya, karena vili korealis belum menembus desidua terlalu dalam; sedangkan pada kehamilan 8-14 minggu, telah masuk agak dalam, sehingga sebagian keluar dan sebagian lagi akan tertinggal, karena itu akan banyak terjadi perdarahan (Sinopsis Obstetri Jilid I, 2002).</p>
<p>Pemeriksaan Penunjang</p>
<p>-          Tes kehamilan : Positif (+) bila janin masih hidup, bahkan 2-3 mg, setelah abortus</p>
<p>-          Pemeriksaan Dooppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup</p>
<p>-          Permeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion.</p>
<ol>
<li>Klasifikasi</li>
</ol>
<p>Abortus dapat dibagi atas 2 bagian :</p>
<ol>
<li>Abortus spontan</li>
</ol>
<p>Adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului faktor-faktor mekanis ataupun medisinalis, semata-mata disebabkan oleh faktor-faktor alamiah.</p>
<ol>
<li>Abortus Provakotus (induced      abortion)</li>
</ol>
<p>Adalah abortus yang disengaja, baik dengan memakai obat-obatan maupun alat-alat. Abortus ini lalu dibagi lagi menjadi :</p>
<ol>
<li>Abortus medisinalis (abortus theraupetica)</li>
</ol>
<p>Adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis), biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli.</p>
<ol>
<li>Abortus kriminalis</li>
</ol>
<p>Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.</p>
<ol>
<li>Klinis Abortus Spontan</li>
</ol>
<p>Dapat dibagi atas :</p>
<ol>
<li>Abortus kompletus (keguguran      lengkap) : artinya seluruh hasil konsepsi dikeluarkan, sehingga rongga      rahim kosong.</li>
</ol>
<p>Terapi : Hanya dengan uterotonika</p>
<ol>
<li>Abortus inkompletus (keguguran      bersisa) : hanya sebagian dari konsepsi yang dikeluarkan, yang tertinggal      adalah desidua atau plasenta.</li>
</ol>
<p>Gejala : Didapat antara lain adalah aminore, sakit perut, dan mules-mules, perdarahan yang sedikit atau banyak dan biasanya berupa stosel(darah beku),sudah ada keluar fetus atau jaringan.</p>
<p>Terapi :Bila ada tanda –tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan transfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan  kuretase .setelah itu beri obat – obat uterotenika dan antibiotik.</p>
<ol>
<li>Abortus insipiens (keguguran      sedang berlangsung)</li>
</ol>
<p>Adalah abortus yang sedang berlangsung, dengan astium sudah terbuka dan ketuban yang teraba. Kehamilan ini tidak dapat dipertahankan lagi.</p>
<p>Terapi : seperti abortus inkompletus</p>
<ol>
<li>Abortus Iminens (Keguguran      membakat)</li>
</ol>
<p>Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan memberikan obat-obat hormonal dan antispasmodika serta istirahat. Kalau perdarahan setelah beberapa minggu masih ada, maka perlu ditentukan apakah kehamilan masih baik atau tidak. Kalau reaksi kehamilan 2 kali berturut-turut negatif, maka sebaiknya uterus dikosongkan (kuret)</p>
<ol>
<li>Missed Abortion</li>
</ol>
<p>Adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi tetap berada dalam rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih. Fetus yang meninggal ini</p>
<ol>
<li>Bisa keluar dengan sendirinya dalam 2-3 bulan sesudah fetus mati</li>
<li>Bisa direabsorbsi kembali hingga  hilang</li>
<li>Bisa terjadi mengering dan menipis yang disebut : fetus papyraceus</li>
<li>Bisa jadi mola karnosa, dimana fetus yang sudah mati 1 minggu akan mengalami degenerasi dan air ketubannya diresorbsi.</li>
</ol>
<ol>
<li>Abortus habitualis (keguguran      berulang) adalah keadaan dimana penderita mengalami keguguran      berturu-turut 3 kali atau lebih. Menurut HERTIG abortus spontan terjadi      dalam 10% dari kehamilan dan abortus habitualis 3,6 – 9,8% dari abortus      spontan</li>
<li>Abortus infeksiosus dan abortus      septik :</li>
</ol>
<p>Abortus infeksiosus adalah keguguran yang disertai infeksi genital.</p>
<p>Abortus septik adalah keguguran disertai infeksi berat dengan penyebaran kuman atau toksinnya ke dalam peredaran darah atau peritoneum, hal ini sering ditemukan pada abortus inkompletus, atau abortus buatan, terutama yang kriminalis tanpa memperhatikan syarat-syarat asepsis dan antisepsis. Bahkan pada keadaan tertentu dapat terjadi perforasi rahim</p>
<ol>
<li>Komplikasi Abortus
<ol>
<li>Perdarahan yang banyak disebut syok hemoragik</li>
<li>Infeksi berat atau sepsis disebut syok septik atau endoseptik</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li>Perdarahan (hemorrhage)</li>
<li>Perforasi : sering terjadi sewaktu      dilatasi dan kuretase yang dilakukan oelh tenaga yang tidak ahli.</li>
<li>Infeksi dan tetanus</li>
<li>Payah ginjal akut</li>
<li>Syok, pada abortus dapat      disebabkan oleh :</li>
</ol>
<ol>
<li>Perdarahan yang banyak disebut syok hemoragik</li>
<li>Infeksi berat atau sepsis disebut syok septik atau endoseptik</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=34&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/asuhan-kebidanan-pada-abortus-inkomplet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENULISAN KTI</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/penulisan-kti/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/penulisan-kti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 09:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[PERWAJAHAN UKURAN KERTAS kertas HVS 70 atau 80 gr, kuarto (21,5 x28) Margin kiri : 4     margin kanan,atas,bawah :3 Margin kanan tidak harus lurus Judul yang merupakan judul BAB atau kata pengantar ,daftar isi,dan daftar pustaka diletakkan di tengah(center) Bab baru dalam penelitian selalu dimulai pada halaman baru subbab di awali dari margin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=32&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>PERWAJAHAN</h1>
<p><span style="color:#ff0000;">UKURAN KERTAS</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000080;">kertas HVS 70 atau 80 gr, kuarto (21,5 x28)</span></li>
<li><span style="color:#000080;">Margin kiri : 4     margin kanan,atas,bawah :3</span></li>
<li>Margin kanan tidak harus lurus</li>
<li>Judul yang merupakan judul BAB atau kata pengantar ,daftar isi,dan daftar pustaka diletakkan di tengah(center)</li>
<li>Bab baru dalam penelitian selalu dimulai pada halaman baru</li>
<li>subbab di awali dari margin kiri</li>
<li>penomoran halaman judul ditengah bawa</li>
</ul>
<p>SPASI</p>
<ol>
<li>jarak pengetikan 2 spasi</li>
<li>jarak antara judul bab dan subbab : 4 spasi</li>
<li>jarak antara subjudul dengan ..</li>
<li>jarak antara baris terakhir teks dan judul bab : 3spasi</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=32&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/07/penulisan-kti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>COLD CHAIN</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/cold-chain/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/cold-chain/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 15:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Cold chain : adl /prosedur (tata cara) p’alatan yg d gn’k dlm p’iriman at penyimpanan vaksin dr pabrik pembuat vaksin sampai pd sasarannya yaitu ibu dan anak &#160; Manfaat &#38; 7an CC Adl utk m’p’kecil kesalahan slm penanganan thd vaksin shg dpt di yakinkan bhw vaksin yg akan di gn’k /disuntikkan msh mpy potensi yg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=17&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cold chain</strong> : adl /prosedur (tata cara) p’alatan yg d gn’k dlm p’iriman at penyimpanan vaksin dr pabrik pembuat vaksin sampai pd sasarannya yaitu ibu dan anak</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Manfaat &amp; 7an CC</strong></p>
<p>Adl utk m’p’kecil kesalahan slm penanganan thd vaksin shg dpt di yakinkan bhw vaksin yg akan di gn’k /disuntikkan msh mpy potensi yg dpt menimbulkan kekebalan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2 <strong>bag t’penting  dr sistem CC adl </strong>=</p>
<ul>
<li>Penanganan penyimpanan vaksin(stored)</li>
<li>Penanganan pengiriman vaksin(distribution &amp; transport)</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>RANTAI DINGIN PROGRAM IMUNISASI</strong></p>
<p>Biofarma àpropinsi àkabupatenà puskesmas àposyandu-àsasaran</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>9 TATA CARA PENYIMPANAN VAKSIN DI TINGKAT PUSKESMAS /UNIT PLYN SWASTA</p>
<p>Pd lemari es rumah tangga dan RCW 42 ER</p>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="222" valign="top">&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="5" width="207" valign="top">ICE     PACK</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" width="55" valign="top">POLIO</td>
<td colspan="2" width="67" valign="top">BCG</p>
<p>&nbsp;</td>
<td width="85" valign="top">CAMPAK</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="54" valign="top">&nbsp;</p>
<p>DTP</td>
<td colspan="3" rowspan="2" width="68" valign="top">&nbsp;</p>
<p>HEPT-     B</td>
<td width="85" valign="top">TERMOMETER</td>
</tr>
<tr>
<td width="85" valign="top">HB-     UNIJECT</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" width="88" valign="top">DT</td>
<td colspan="2" width="119" valign="top">TT</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="5" width="207" valign="top">COLD     PACK</td>
</tr>
<tr>
<td width="53"></td>
<td width="1"></td>
<td width="33"></td>
<td width="33"></td>
<td width="86"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Lemari hanya untuk menyimpan vaksin cold pack yg ada didalamnya jangan dipindahkan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jangan menyimpan vaksin di pintu lemari es</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>6. <strong>ALAT PEMANTAU SUHU PD RANTAI DINGIN /TERMOMETER MULLER</strong></p>
<p><strong>‘’FREEZE  WATCH’</strong>’ b’fs sbg alat pemantau suhu dingin ,bulb di dlm akan pecah pada suhu dibawah – 0 ˚C(dengan RH 20% &#8211; 60% dan cairan biru akan menyebar ,vaksin yg mudah rusak krn <strong>suhu dibawah -0˚</strong> adl <strong>HEPATITIS B,DPT,DT,TT</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>6 . <strong>VVM(VAKSIN VIAL MONITOR)</strong></p>
<p>s/ alat utk memantau suhu panas ( suhu diatas +8˚C)semua jenis vaksin akan rusak pada suhu panas</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="12" height="1"></td>
<td width="48"></td>
<td width="50"></td>
<td width="57"></td>
</tr>
<tr>
<td height="7"></td>
<td colspan="2"></td>
<td rowspan="2" align="left" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td height="47"></td>
<td align="left" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>cold chain dlm               chold chain kondisi</p>
<p>kondisi baik                    buruk</p>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="222" valign="top">Semua alat pemantau suhu b’7an u/   m’beri gban akan paparan suhu selama penyimpanan dan pengiriman   vaksin.pengukuran potensi pd vaksin di lkk mll test laboratorium</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="236" valign="top">7<strong>. ALAT PEMANTAUAN PAPARAN PANAS </strong>(VVM)</p>
<p>VVM adalah =</p>
<ul>
<li>Indikator kimiawi terkai dg waktu – suhu</li>
<li>Menunjukkan paparan suhu panas yg berlebih thd waktu</li>
<li>Perub warna b’langsung scr bertahap dan menetap</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>7.8.CARA-CARA P’GUNAAN VVM</strong></p>
<p>VVM menyatakan : GUNAKAN VAKSIN INI</p>
<p>Segi empat di bagian lebih terang dri   lingkaran luarnyaè gunakan secepatnya /lebih dahulu dari yang lain</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>VVM menyatakan</p>
<p><strong>;;jangan m’gunakan vaksin ini !</strong></p>
<p>SEGI EMPAT BAG DALAM <strong> SAMA</strong> DENGAN LINGKARAN DILUARNYA</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>VVM menyatakan</p>
<p><strong>;;jangan m’gunakan vaksin ini !</strong></p>
<p>SEGI EMPAT NAG DALAM <strong>LEBIH GELAP</strong> DARI PADA LINGKARAN DI   LUARNYA.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MANFAAT PENGGUNAAN VVM</strong></p>
<ul>
<li>M’berikan peringatan pd petugas kapan harus menolak   atau menggunakan vaksin</li>
<li>Memungkinkan vaksin di simpan /dipakai di luar rantai   dingin</li>
<li>Memberikan petunjuk vaksin mana harus di salurkan   /dipakai</li>
<li>Memungkinkan pemantauan kualitas rantai dingin pd   berbagai tingkat pennyaluran dan penyimpanan</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>PEMANTAUAN SUHU PADA LEMARI ES</p>
<p>Periksa dan catat suhu lemari es 2 kali sehari yi   pagi dan sore hari pada buku grafik suhu</p>
<p>Bila m’gn’k Freeze Waych catat keadaan’n</p>
<p>Pd vaksin yg m’gn’k VVM mk catat jg kondisi VVM</p>
<p>Hindari seringnya buka – tutup pd lemari es</p>
<p>Bila suhu lemari es sudah stabil antara +2˚C s/d +8˚C   ‘’posisi Thermostat ‘’ tidak perlu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PENGELUARAN VAKSIN</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banyak petugas di   puskesmas/UPS yg akan m’el vaksin,ttp pastikan ada seorg ptgs yg di tunjuk   utk b’tg jwb ttg cold chain dan vaksin.</p>
<p>Petugas yg ditunjuk   mpy tugas :</p>
<p>M’catat suhu lemari es ,periksa kead VVM dan Freezer   match</p>
<p>Memeriksa dan mencatat vaksin saat datang melip suhu   vaksin slm p’jalanan (bila m’gn’k VVM at Freezer match periksalah kead alat   tsb)juml,expire date</p>
<p>Memriksa &amp; m’catat vaksin saat di keluarkan   meliputi :jumlah,exp date,kead vaksin(periksa VVM dan freezer match bila ada)</p>
<p>Prinsip FIFO(first in first out)pada saat m’el vaksin</td>
</tr>
<tr>
<td width="236" valign="top">B.<strong>RESPON SEKUNDER</strong></p>
<p>Adl resp y tjd stl p’br-an antigen   ulang o/ k/ ada’n sel memori</p>
<p>1. Fs negatif. àm¯’n  anti b    k/ t’ikat dg antigen yg masuk</p>
<p>2. Fs anamnestic/Reaction,d tandai dg</p>
<p>-     Periode laten   pendek</p>
<p>-     Respon antibodi   cepat timbul &amp; puncak titer antibodi &gt; lama d p’tahan’k</p>
<p>-     T’btk’n   sejuml.sel memori guna m’ingat’k limfosit B agar m’prod  antibodi y sama.</p>
<p>-     Periode of   decline mjd &gt; panjang mula2 tampak m¯   sementr,kmd m­</p>
<p>-     Juml sel anti b   yg m’prod antibodi m­ (Imunologik memory)dpt b’tahan bbrp tahun &amp; beri   dampak timbul’n kekebalan thd infeksi dlm wkt y lama</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>RESPON   P’BENTUKAN AB STL STIMULASI DG IMMUNOGEN</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lihat gb</p>
<p>POLIO – DIFTERIA –CAMPAK – TETANUS NEO   – TBC – BATUK REJAN</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>** IMUNISASI **</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Definisi </strong></p>
<p>Imm adl.s/ usaha u/ m’buat seseorg mjd kebal thd peny   t3</p>
<p>Adl s/ upy utk m’dpt’k kekebalan thd s/ peny dg cr   memasukkan kuman y sdh di lemah’k at dimatikan ke dlm tb</p>
<p>Imunitas/kekebalan adl daya tangkal seseorg thd s/   peny t3</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Bahan   yg di berikan pd Imunisasi</strong></p>
<ol>
<li>Vaksin àantigen y dpt brp kuman y sdh mati at msh hidup ,ttp   sdh d lemah’k</li>
<li>Serum àb’as dr hewan at mns yg m’and antibodi t3</li>
</ol>
<p><strong>3. </strong><strong>Macam2   kandungan pd setiap vaksin utk imunisasi aktif</strong></p>
<ol>
<li>Antigen ,yi bag   t’penting dr vaksin y b’fs sbg zat at mikroba guna tjd’n semacam infeksi   buatan ,dpt brp poly sakarida,toksoid at virus y d lemah’k at bakteri y d   matikan</li>
<li>Pelarut biasa’n   air steril ,ada yg brp cairan kultur jaringan</li>
<li>Preservatif ,   stabiliser &amp; antibiotika guna m’hindari tumbuhnya mikroba,skaligus utk   stabilisasi antigen</li>
<li>Adjuvants,tdd   garam aluminium y b’fs utk meningkat’k imunogenitas antigen</li>
</ol>
<p><strong>4. </strong><strong>Macam-   macam imunisasi</strong></p>
<p>a.Imm aktif imm y d   suntik’k vaksin</p>
<p>b.Imm pasif imm y d   suntik’k serum</p>
<p><strong>5. </strong><strong>7an   pemberian Imunisasi</strong></p>
<ol>
<li>u/ m’ceg tjd’n   peny infeksi t3</li>
<li>a/b tjd peny.tdk   akan t’ll parah &amp; dpt  m’ceg gx yg   dpt timbul’k cacat at kematian.</li>
</ol>
<p>6. Sasaran Imunisasi</p>
<ol>
<li>Wnt pranikah at   calon pengantin,d harap’k dpt beri kekeb pasif thd bayi y akan d lahirkan</li>
<li>Wnt hamil , d hrp’k dpt m’br’k kekeb</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="236" valign="top">àsembuh sendiri</p>
<p>Beri pengertian pd ibu mereka kembali   lg utk melengkapi vaksinasinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*<strong>HEPATITIS B</strong></p>
<p>W Semua vaksin HB y b’edar d Ind aman d berikan by</p>
<p>W 95%efektif bila d berikan sblm t’papar virus HB at   batas 7 hr stl kelahiran</p>
<p>W Eff.smpg y srg d jumpai = kemerahan,bengkak &amp;   nyeri t4 suntik,pns badan,reaksi alergi</p>
<p>W Anak y pernah m’al reaksi hebat pd suntikan dahulu   jgn beri suntikan lanjutan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4.<strong>KEBERHASILAN IMUNISASI</strong></p>
<p>B’gantung pd</p>
<p>a.   Efektifitas   vaksin.&#8211;&gt;vaksin y eff ialah bila p’br vaksin tsb mirip dg cr masuk kuman   penyebab infeksi</p>
<p>b.   Imm aktif m’br   kekeb &gt;lama dr pd pasif</p>
<p>c.    Status   antigen.Imm dg vaksin hidup &gt;efek tif d band dg imm dg vaksin yg d   mati’k/d bunuh,sebab mengand antigen yg mam pu timbul’k &amp; m’p’thn’k efek   imunogenik &amp; hospes keberhasilan imm.</p>
<p>d.   P’br-an  vaksin gabungan .p’br-an vaksin virus b’sm   tetap menimbulkan efek kekeb yg baik</p>
<p>e.   Status   imunologik dr hospes.keberhasilan imm tgt pula dr kekamp hospes mbtk anti   bodi.dr hsl penelitian m’bukti’k bhw neo netus telah mampu mbtk kekeb stl   imm.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5.<strong>jadwal p’berian imm pd bumil &amp; WUS</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="230">
<tbody>
<tr>
<td width="39" valign="top">Vak</p>
<p>sin</p>
<p>Bu</p>
<p>mil</td>
<td width="28" valign="top">P’br-an imm</td>
<td width="47" valign="top">Selang wkt p’ br-an</td>
<td width="40" valign="top">Umur khmln</td>
<td width="76" valign="top">Ket</td>
</tr>
<tr>
<td width="39" valign="top">TT</td>
<td width="28" valign="top">2X TT1 &amp; TTQ2</td>
<td width="47" valign="top">4mgg</td>
<td width="40" valign="top">3 – 4 bln</td>
<td width="76" valign="top">*wnt hml y sdh TT2 sewkt     hml tdk d beri’k lg</p>
<p>*boster d br’k stl 3 th</p>
<p>*Dosis  0,5 ml</p>
<p>*IM</td>
</tr>
<tr>
<td width="39" valign="top">WUS</td>
<td width="28" valign="top">2x TT1 &amp;2</td>
<td width="47" valign="top">4mgg</td>
<td width="40" valign="top">15- 35 th</td>
<td width="76" valign="top">Blm m;dpt</p>
<p>’k</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kontra Indikasi </strong></p>
<p><strong>BCG </strong>: sakit kulit berat &amp; menahun</p>
<p><strong>DPT</strong> : panas&gt;38,riw kejang demam,reaksi             b’&gt;&gt; stl imm sblm’n</p>
<p>Ex:suhu   tb tg,kejang penurunan                 kesadaran   ,shock,&amp;reaksi                 anaphilaktik</p>
<p>Ket = dosis berikutnya di berikan DT(tanpa P) tetap d   anjurkan utk d lanjutkan</td>
</tr>
<tr>
<td width="236" valign="top"><strong>PERAN BIDAN DLM ASH BAYI SEHAT</strong></p>
<ol>
<li>Melanjut’k pwtn   &amp; p’awasan</li>
</ol>
<p>Pengawasan :</p>
<p>-            Uji skrining   perilaku</p>
<p>-            Taksiran usia   gestasional</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong>Bekerjasama   dg dr pediatri ,puskesmas &amp; klg<strong> </strong></li>
<li><strong>3. </strong>Menentu’k   wkt &amp;7an kunjungan ulang<strong> </strong></li>
</ol>
<p>-       Pulang 6 – 12   jam post partum,kunjungan hari 3 – 5<strong> </strong></p>
<p>-       Pulang <span style="text-decoration:underline;">&gt;</span>48   jam,kunjungan 10 – 14 <strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>7an’n :</strong></p>
<ol>
<li>M’identifikasi   gx peny</li>
<li>Mlkk skrining   ulang</li>
<li><strong>3. </strong>M’beri bimbingan   &amp; dukungan pd ortu<strong> </strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Renc  asuhan meliputi</strong></p>
<p><strong>1.</strong><strong>m</strong>’kaji ulang riw kelahiran<strong> </strong></p>
<p><strong>2.</strong><strong>m’amati &amp; wawancara dg ortu :</strong></p>
<p>@. Penyesuaian klg</p>
<p>@.kesejahteraan klg</p>
<p>@.tanda depresi</p>
<p>@ketidak mampuan merawat   bayi</p>
<p>@.reaksi saudara &amp; klg   lain</p>
<p>3.penyul ttg :«p’berian mkn«kewaspadaan   «pola tangisan«pola   BAB/BAK «imm« pwtn   by sehari2«higiene sanitasi«dll</p>
<p>4.p’ukuran antropometri</p>
<p>5.pmx fisik</p>
<p>6.skrining metabolik(bila perlu)</p>
<p>7.bimbingan &amp; petunjuk antisipasi(anticipato ry Guidance)</p>
<p>8.m’jadwalkan kunj ulang dlm wkt 6 – 8 mgg,utk imm ,dll</p>
<p><strong>9.</strong>t4 plyn kes darurat/pediatri<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>PENGKAJIAN</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong>Perilaku by<strong> </strong></li>
</ol>
<p>-      Ortu hrs   p’hati’k kemamp sensorik by<strong> </strong></p>
<p>-      Pd ms ini ortu   b’harap lebih ,bila td ssi keinginan mdh frustasi<strong> </strong></p>
<p><strong>Perilaku   tsb meliputi :</strong></p>
<p><strong>a.</strong><strong> kead tidur bangun</strong></p>
<p><strong>mnrt Brazelton :</strong></p>
<p>Periode bangun / t’jaga:</p>
<p>-      Menangis   aktif(sulit d tenang’k)</p>
<p>-      T’jaga   aktif(aktif&amp;reaktif thd lingk, motorik &gt; siaga)</p>
<p>-      T’jaga   tenang(aktifitas motorik minimal ,dlm kead siaga/waspada</p>
<p>-      Ngantuk (mata   m’buka/menutup, kelopak mt jauh,bisa t’senyum, gerakan tiba2)</p>
<p>Periode tidur</p>
<p>-  tidur aktif (ringan)</p>
<p>- tidur dalam</p>
<p><strong>b.   refleks bayi</strong></p>
<p><strong>à</strong><strong>reflek   Eksteroseptif</strong></p>
<p>-            M’akar<strong> </strong></p>
<p>-            M’genggam<strong> </strong></p>
<p>-            Memukul<strong> </strong></p>
<p>-            Rooting,dll<strong> </strong></p>
<p>è  <strong>Refleks Propioseptif</strong></p>
<p>-            morro<strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><br />
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="46" height="36" bgcolor="white">
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p>11</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="236" valign="top"><strong>BOUNDING ATTACHMENT</strong></p>
<p><strong>(IKATAN KASIH SAYANG)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mnrt Dr.Jemmy S.(2002)</strong></p>
<p>Hsl proses int’aksi scr terus –menerus   ant bayi &amp; ortu/Klg,d mn kedua pihak b’peran aktif ,slg m’cintai &amp;   m’berikan pemenuhan emosional ,rs percy diri,stabilitas,slg m’butuh’k &amp;   kemamp u/ menyadari potensinya dlm kehidupan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hal penting dlm Bounding att :</strong></p>
<p>Identifikasi b’tahap d mulai dr proses p’akuan/klaim</p>
<p>Cari kemiripan at d banding’k dg angg klg  &amp; p’bed/keunikan (ciri khas)</p>
<p>Kontak awal penting u/ ms datang</p>
<p>Lkk sgr mungkin /2jam p’tm postpartum</p>
<p>Dpt meningkat’k prolaktin /oksitosin bg ibu &amp;   m’p’cepat reflek hisap bayi</p>
<p>Ibu &amp; ayah punya naluri utk m’dorong proses   ikatan batin</p>
<p>D bentuk o/ tindakan ortu mll : tatapan, suara   ,menyusui,rangsangan,kontak tb &amp; komunikasi</p>
<p><strong>Ikatan batin yg terbentuk dlm klg</strong></p>
<p><strong>1.Ibu   2.ayah     3. Saudara</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Saat lahir dlm kondisi waspada,sadar &amp; reaktif   thd lingk<strong> </strong></p>
<p>Wajah bersih,lembut,lucu &amp; menarik<strong> </strong></p>
<p>Stl adaptasi fisiologis berespon thd :<strong> </strong></p>
<p>-      Bunyi /cahayaèmenoleh<strong> </strong></p>
<p>-      Suara ibu ègerakan tungkai scr sinkron<strong> </strong></p>
<p>-      Sentuhanèrefleks genggam,hisap<strong> </strong></p>
<p>-      Wajah ibu jarak <span style="text-decoration:underline;">+</span>20cm   dpt berespon<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="48" height="8"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><br />
Kontak saat 2 jam PP akan memudah’k t’jalin bounding   att</p>
<p>Tanpa melihat usia,paritas,status p’nikahan menunj   respon y sama saat melihat by<strong> </strong></p>
<p>Emosi ibu t’lihat : gembira,bahagia,bica ra  &amp; menangis senang ,t’diam bila   letih,bila kecewa &amp; marah tdk akan menyentuh by(p’sal lama,dg tind,   kecacatan,jk tdk ssi &amp; tdk ada dukungan)<strong> </strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="55" height="11"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><br />
Aspek kasih sayang ayah sm p’ting dg ibu<strong> </strong></p>
<p>Reaksi ayah kdg lebih dr ibu saat m’dampingi proses   kelahiran<strong> </strong></p>
<p>Mrs puas bangga,gembira,ingin menyentuh &amp;   m’gendong by &amp; memeluk istri<strong> </strong></p>
<p>Mnrt penelitian ayah y t’libat dlm proses kelah   menunj’k perilaku ket’ikatan &amp; ksh sy lebih &amp; meningkat’k,m’p’kokoh   hub ayah &#8211; bayi<strong></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="242" valign="top">Utamakan vaksin yg mendekati masa kadaluarsa utk   dipakai t’lebih dahulu</p>
<p>Vaksin yg datang dr lapangan namun belum dibuka(belum   dipakai)beri tanda dan simpan dalam lemari es utk di gunakan hari berikutnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>STANDAR PENYIMPANAN VAKSIN DI PUSKESMAS   /PUSTU/UPS</strong></p>
<p>1buah lemari es dg volume 20 lt s/d 60 lt</p>
<p>1buah dial thermometer/thermometer air raksa</p>
<p>1 buah freeze watch(stop watch)</p>
<p>1buah buku/kartu pencatat suhu lemari es</p>
<p>3 – 4 buah vaccine carrier + cold pack</p>
<p>7 buah buku pencatatan stock vaksin</p>
<p>Ada seorang petugas yg di tunjuk utk bertanggung jwb   akan vaksin dan cold chain</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>YANG PERLU DIPERHATIKAN</p>
<p>Jangan masukkan mknn at minuman kedalam lemari es</p>
<p>Upayakan jangan memasukan sekaligus Cold Pack yg baru   diisi air kedalam lemari es ,memasukkan cold pack baru kedlm lemari es hrs   dlkk scr bertahap</p>
<p>Jangan menyimpan vaksin bila suhu lemari es tdk   berada diantara+2˚C s/d +8˚C</p>
<p>P’gunakan 1(satu)stop kontak untuk 1(satu)lemari es</p>
<p>Bila voltage listrik sll labil pergunakan voltage   automatic stabilizer</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PEMELIHARAAN PADA LEMARI ES</strong></p>
<p><strong>HARIAN</strong></p>
<p>Periksa dan catat suhu lemari es 2 kali sehari,pagi   dan sore</p>
<p>Hindarkan sering buka – tutup pd lemari es</p>
<p>Bila suhu lemari es sdh stabil   antara +2˚C s/d +8˚C ‘’posisi Thermostat ‘’ tidak perlu. Di rubah-rubah</p>
<p><strong>MINGGUAN</strong></p>
<p>Bersihkan bagian luar lemari es utk menghindari karat   (korosif)</p>
<p>Periksa steker listrik pd stop kontak,upayakan jangan   kendor</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>BULANAN</strong></p>
<p>Bila bunga es sudah terlihat pd dinding bag dlm   lemari es lkk’lah p’cairan bunga es.sblm mematikan lemari es t’lebih dahulu   amankan vaksin dg memindahkan ke dlm lemari es lainnya at ke dlm cold box yg   telah terisi cold pack</p>
<p>Bersihkan bagian luar dan dalam lemari es</p>
<p>Bersihkan karet seal pintu dan periksa kerapatannya   dg selembar kertas bila perlu beri bedak atau talek</p>
<p>Periksa engsel pintu lemari es bila perlu beri   peluamas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="242" valign="top">Pasif pd bayi yg akan d lahirkan</p>
<ol>
<li>Bayi umur 0 – 12   bln</li>
<li>Anak umur 12   bulan – 6 tahun</li>
</ol>
<p><strong>1. </strong><strong>Macam   –macam kekebalan</strong></p>
<ol>
<li><strong>Kekebalan aktif</strong> adl kekeb yg d buat sen diri o/ tb,utk menolak thd   s/ peny t3,dimn prosesnya lambat tp dpt b’thn lama.</li>
</ol>
<p>1.<strong>Kekeb aktif alami</strong> adl dmn tb anak m’buat kekeb sendiri stl m’al at   sembuh dr s/ peny.ex= anak y derita campak stl sembuh tdk derita campak lagi   krn tb’n telah m’buat zat penolak thd peny tsb</p>
<p>2.<strong>Kekeb aktif buatan</strong> adl kekeb y d buat o tb stl dpt imm at vaksin ,ex =   anak y d beri vaksinasi bcg. dpt ,polio, campak</p>
<ol>
<li><strong>Kekeb pasif</strong> adl tb anak tdk m’buat zat AB sendiri ,ttp kekeb tsb   d p’o/dr luar stl mpo zat penolak ,shg prosesnya cepat ttp tdk tahan lama.
<ol>
<li>Kekeb <strong>pasif alamiah</strong> /bawaan yi kekeb y d   p’o by sejak lahir dr ibunya &amp; tdk b’langs lama(kurang lebih 5 bln stl   lhr) ex:dipteri,morbili/campak &amp; tetanus</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>(cts àcampak m’hil usia 14 bln)</p>
<ol>
<li>Kekeb <strong>pasif buatan</strong> yi kekeb y d p’o stl   m’dpt suntikan zat penolak ex : p’berian imunoglobulin ATS/ADS/HBIg</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B.VAKSIN</strong></p>
<p>Adl kuman at racun y dimatikan</p>
<p>1.  <strong>Jenis   vaksin </strong></p>
<p><strong>a.vaksin dr kuman yg di lemahkan</strong></p>
<ol>
<li>Virus campak dlm   vaksin campak</li>
<li>Virus polio dlm   jenis sabin dlm vaksin polio</li>
<li>Kuman tbc dlm   vaksin BCG</li>
</ol>
<p><strong>b.vaksin dr kuman yg dimatikan</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong>Bakteri   pertusis dr DPT<strong> </strong></li>
<li><strong>2. </strong>Virus polio   jenis salk dlm vaksin polio<strong></strong></li>
<li><strong>3. </strong>Racun kuman   spt toksoid(TT),difteri toksoid dlm DPT<strong></strong></li>
<li><strong>4. </strong>Vaksin yg d   buat dr protein yi Hepatitis B<strong></strong></li>
</ol>
<p>2.  <strong>Hal –hal y   perlu d perhatikan dlm m’p’gunakan vaksin.</strong></p>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>Persyaratan  pemberian vaksin</strong></li>
</ol>
<p>1.   Pd bayi &amp;   anak yg sehat</p>
<p>2.   Tdk boleh d   berikan pd bayi at anak dlm kead sakit keras ,masa tunas suatu peny   ,difisiengi imunologi &amp; fisik yg lemah</p>
<p>3.   Vaksin hrs d   simpan dlm lemari es &amp; belum lewat masa b’lakunya</p>
<p>4.   P’berian   imunisasi dg teknik yg tepat</p>
<p>5.   Menget jadwal   vaksinasi dg melihat umur &amp; jenis imm yg tepat</p>
<p>6.   Memilih jenis   vaksin yg akan d berikan</p>
<p>7.   M’p’hati’k dosis   y akan d berikan</p>
<ol>
<li><strong>b. </strong><strong>Cara   pengambilan vaksin</strong></li>
</ol>
<p>1.   Bag tengah tutup   botol metal d buka,shg kelihatan karet</p>
<p>2.   Tutup karet d   desinfeksi</p>
<p>3.   Ambil jarum strl   dg spuit utk hisap vaksin dlm spuit</p>
<p>4.   Kulit y akan d   suntik d desinf kmd b’sih’k  air hangat   br dlkk inj</p>
<p>5.   jgn m’beri’k jarum suntik tetap t’tancap dlm tutup   krn akan mudah</td>
</tr>
<tr>
<td width="242" valign="top">7 <strong>jadwal p/berian imm by lahir d RS</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="57" valign="top">vaksin</td>
<td width="57" valign="top">P’berian</td>
<td width="57" valign="top">interval</td>
<td width="57" valign="top">Umur</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">BCG</td>
<td width="57" valign="top">1x</td>
<td width="57" valign="top">-</td>
<td width="57" valign="top">0-11bln</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">DPT</td>
<td width="57" valign="top">3x</td>
<td width="57" valign="top">4mg</td>
<td width="57" valign="top">2-11bln</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">Polio</td>
<td width="57" valign="top">4x</td>
<td width="57" valign="top">4mg</td>
<td width="57" valign="top">0-11bln</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">Campak</td>
<td width="57" valign="top">1x</td>
<td width="57" valign="top">-</td>
<td width="57" valign="top">9-11bln</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">Hb</td>
<td width="57" valign="top">3x</td>
<td width="57" valign="top">1-5bln</td>
<td width="57" valign="top">0-11     bln</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="226">
<tbody>
<tr>
<td width="56" valign="top">Umur</td>
<td width="170" valign="top">Antigen</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">0bln</td>
<td width="170" valign="top">HB1            BCG          POLIO 1</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">2     bln</td>
<td width="170" valign="top">HB2               DPT1           POLIO 2</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">3     bln</td>
<td width="170" valign="top">DPT 2             POLIO 3</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">4     bln</td>
<td width="170" valign="top">DPT 3            POLIO 4</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">9     bln</td>
<td width="170" valign="top">HB3          CAMPAK</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>8<strong>.jadwal pemberian imunisasi bayi lahir di rumah</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="226">
<tbody>
<tr>
<td width="57" valign="top">Umur</td>
<td colspan="3" width="170" valign="top">antigen</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">2bln</td>
<td width="57" valign="top">BCG</td>
<td width="57" valign="top">DPT1</td>
<td width="57" valign="top">Polio     1</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">3bln</td>
<td width="57" valign="top">HB1</td>
<td width="57" valign="top">Dpt2</td>
<td width="57" valign="top">Polio2</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">4bln</td>
<td width="57" valign="top">HB2</td>
<td width="57" valign="top">Dpt3</td>
<td width="57" valign="top">Polio3</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">9bln</td>
<td width="57" valign="top">Hb3</td>
<td width="57" valign="top">campak</td>
<td width="57" valign="top">Polio4</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>PENGERTIAN</li>
</ol>
<p><strong>Imm aktif</strong> adl p’br an zat y b’laku shg tjd s/ proses infeksi buatan shg tb m’al   reaksi imonologi spesifik y akan m’hsl’k respon seluler &amp; humoral s’ta d   produksinya sel memory .shg bila benar2 tjd infeksi tb scr cepat merespon dh   hsl akhir t’hindar dr infeksi.</p>
<p>Di   hsl’k memori cell y akan bereaksi scr cepat jk ada mikroba y sebelumnya sdh   masuk &amp; kmd menyerang lagi</p>
<p><strong>Imunisasi pasif</strong> adl p’bran zat imomoglobin (zat y d hsl’k mll proses   infeksi b’asal dr plasma mns at binatang)</p>
<p>-       Tdk b’btk memori   d mn tb t’lindungi slm usia sirkulasi antibodi yg d berikan.7annya utk   m’atasi mikroba  yg sdh masuk &amp; sgt   beresiko bg mns</p>
<p>-       Contoh</p>
<ol>
<li>Plasma mns</li>
</ol>
<p>-      HB Ig utk cegah   peny.hepatitis</p>
<p>-      R Ig utk cegah   rabies</p>
<p>-      T Ig utk cegah   tetanus</p>
<p>-      VZ utk cegah   varicella</p>
<ol>
<li>Plasma binatang</li>
</ol>
<p>-      ADS(anti difteri   serum)</p>
<p>-      ATS (anti   tetanus serum)</p>
<p>-      Anti toksin   batulism</p>
<p>-      Anti toksin utk   rabies</p>
<ol>
<li><strong>Sistem pertahanan tb humoral </strong>menghasilkan
<ol>
<li><strong>Ig G</strong> : AB y tdpt dlm cairan b’sirkulasi penting u/ melawan infeksi &amp; mampu   menembus plac ibu ke anak</li>
<li><strong>Ig M</strong> : AB y tdpt dlm cairan y b’sirkulasi umum’n mrp AB y d sintesis pd awal   respon</li>
<li><strong>Ig A :</strong><strong>1)</strong> AB y d hsl’k o/ jar lympoid d sekresi kan k dlm   cairan y b’sirkulasi menempel ke  mas   cell/jar basofil.<strong>2)</strong> utk p’aturanpermeabilitas pembul drh</li>
</ol>
</li>
</ol>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="242" valign="top">c. Kemampuan sensorik</p>
<p>By aterm mampu m’ikuti objek scr visual</p>
<p>Melihat warna t’batas(hitam/putih/merah</p>
<p>Peka thd sinar terang,m’beda’k wajah ibu dg orla</p>
<p>M’fokus’k pd jarak 15 – 20 cm</p>
<p>M’bedakan bau yg kuat</p>
<p>P’dengaran y tajam &amp; melokalisir suara dr   lingk,m’bedakan suara halus</p>
<p>Akhir usia 1 bln b’suara spt bicara</p>
<p>Merespon sentuhan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>D. Regulasi   perilaku</p>
<p>Tiap by beda kemamp dlm respon rangsangan dr luar   &amp; fs jasmani’n</p>
<p>Amati perilaku/kemamp by u/ mlkk hal :</p>
<ol>
<li>M’atur perilaku</li>
<li>m¯’k aktifitas dlm menanggapi input respon</li>
<li>mjd   siaga&amp;t’orientasi thd stimulus audiovisual</li>
<li>b’interaksi dg   p’asuh dlm momongan</li>
<li>m’hibur diri   sendiri</li>
<li>habituasi thd   respon b’ulang</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>2.<strong>Perawatan   bayi sehari – hari</strong></p>
<ul>
<li><strong>§</strong><strong> </strong>kebersihan by §pwtn tl pst§temperatur   tb§pakaian by§p’br-an   nutrisi/mkn§ p’aturan posisi &amp; p’ceg kecelakaan§ imunisasi§sirkumsisi/khitan.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B.Intervensi</strong></p>
<p><strong>»</strong><strong>kebersihan bayi:</strong></p>
<p><strong>#   memandikan bayi</strong></p>
<p>-      7an:m’b’sih’k   tb,observasi kead by,m’br rs nyaman,sosialisasi anak- ortu-klg</p>
<p>-      Mandi pertama pd   suhu stabil 36,5 -37˚C</p>
<p>-      Gn’k air hangat</p>
<p>-      Gn’k sabun   khusus bayi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>#Perawatan tl pusat</strong></p>
<p>-      7an :   m’ceg/identifikasi p’drhn &amp; infeksi scr dini</p>
<p>-      Lkk sblm mandi   &amp; bila kotor (kontaminasi),ada p’drhn</p>
<p>-      Lkk pwtn dg   triple blue ,aseptik &amp; kasa kering steri</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>#<strong>Temperatur bayi</strong></p>
<p>-      Penyebab p­suhu : menangis,stres dingin àvasokontriksi,respon minimal thd infeksi,respon thd   temp lingk yg ekstrim</p>
<p>-      Mandikan dg air   hangat,kenakan pakaian ssi suhu ruangan &amp; lindungi dr sinar   mthr(lama)&amp; udara dingin</p>
<p>-      Ukur suhu   aksilal</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>#<strong>Pakaian bayi</strong></p>
<p>-      Beri pak y m’br   rs nyaman</p>
<p>-      Bhn yg   ringan,dpt menyerap keringat</p>
<p>-      Bila udara   dingin beri pak agak tebal &amp; hangat s’ta topi</p>
<p>-      Ganti bila basah   /kotor</p>
<p>-      Hindari dr biang   keringat</p>
<p>-</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="49" height="37" bgcolor="white">
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p>12</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Cuci linen dg deterjen ringan   &amp; air hangat,sendirikan,jemur d sinar mthr</td>
</tr>
<tr>
<td width="242" valign="top"><strong>PRINSIP   – PRINSIP BOUNDING ATTACHMENT</strong></p>
<p><strong>1. </strong>pd mnt/jam p’tama PP mrp wkt y tepat u/ bounding att<strong></strong></p>
<p><strong>2. </strong>sentuhan awal ortu akan m’bangkit’k respon spesifik   dr bayi dg ortu<strong></strong></p>
<p><strong>3. </strong>p’lu umpan balik ortu &amp; bayi mll tingkah laku spt   : gerakan tb ,kontak mt,senyuman dll<strong></strong></p>
<p><strong>4. </strong>org y t’libat &amp; menyaksikan proses kelah akan   memiliki ikatan y kuat dg bayi<strong></strong></p>
<p><strong>5. </strong>proses Attachment &amp; sikap menolak thd by sukar   tjd b’samaan<strong></strong></p>
<p><strong>6. </strong>bbrp kejad awal p’sal spt kecemasan yg b’&gt;&gt;&gt;   m’p’ar keterikatan ortu – bayi<strong></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>DAMPAK   NEGATIF TIDAK TERJALIN BOUNDING ATT DG SEGERA</strong></p>
<p><strong>t’tundanya  p’kem anak yg d tandai :</strong></p>
<ol>
<li><strong>a. </strong>tingkah laku steriotip :<strong></strong></li>
</ol>
<p>-            suka tidur d   lantai<strong></strong></p>
<p>-            m’isap jari<strong></strong></p>
<p>-            m’benturkan   badan<strong></strong></p>
<ol>
<li><strong>b. </strong>sosial abnormal<strong></strong></li>
</ol>
<p>-            ketakutan<strong></strong></p>
<p>-            cari p’hatian pd   org dewasa<strong></strong></p>
<ol>
<li><strong>c. </strong>kemunduran motorik,kognitif &amp; verbal<strong></strong></li>
<li><strong>d. </strong>sikap apatis<strong></strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>DAMPAK POSITIF BOUNDING ATT PD BAYI</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong>by mrs d   cintai,d p’hati’k,m’p’cayai &amp; menumbuh’k sikap sosialnya<strong></strong></li>
<li><strong>2. </strong>by mrs aman,   berani b’eksplorasi &amp; b’tambah pengertian<strong></strong></li>
<li><strong>3. </strong>mrp awal   m’ciptakan kepribadian positif, berbesar hati,sikap positif thd org lain<strong></strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>LIMA (5)PREKONDISI YG M’P’AR </strong></p>
<p><strong>BOUNDING ATT</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong>kes mental /emosi ortu,kemap trust dg orla<strong></strong></li>
<li><strong>2. </strong>sistem suport dr lingk sosial,teman&amp;ortu<strong></strong></li>
<li><strong>3. </strong>kemamp b’komunikasi&amp;merawat bayi<strong></strong></li>
<li><strong>4. </strong>kedekatan ortu thd bayi<strong></strong></li>
<li><strong>5. </strong>kecocokan dg by(status bayi,temperamen)<strong></strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENYESUAIAN Sdr(SIBLING   ADJUSTMENT)</strong></p>
<p>M’p’kenal’k by dg kakak dpt menimbulkan   kesulitan ortu :</p>
<p>-            mampu   rawat by tanpa menimbul’k kecemburuan</p>
<p>-            mampu m’bagi   p’hatian pd semua anak</p>
<p>anak p’tm biasa ingin m’p’thn’k diri sbg pemimpin</p>
<p>anak d bwh’n m’hrp’k posisi superior</p>
<p>anak usia 3th biasa’n meminta ibu u/meletak’k by d   luar</p>
<p>regresi/infantil dpt tjd pd kakak</p>
<p>reaksi cemburu jk ibu &gt;p’hatian pd bayi</p>
<p>ortu hrs libat’k kakak dlm menyambut kelahiran &amp;   merawat bayi</p>
<p><strong>TUGAS   ORTU DLM M’&lt;I  SIBLING DELIVERY</strong></p>
<ol>
<li>buat anak y bsr   mrs tetap d cintai&amp; d p’lu’k</li>
<li>kembang’k rs   p’cy diri bhw ortu mampu merawat anak &gt; dari satu</li>
<li>ortu hrs mampu   m’atasi rs b’salah bila wkt &amp; p’hatian pd kakak b’kurang</li>
<li>atur wkt   &amp;ruang u/ m’akomodasi/merwt by</li>
<li>monitor prilaku   kakak dr kmk perilaku agresif&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;trimakasih</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>è  Hindari pembekuan vaksin</p>
<p>è  Pembekuan mrusak vaksin  DPT,TT DAN HB di tingkat puskesmas/UPS semua vaksin di simpan pada suhu</p>
<p>è  +2˚C s/d +8˚C</p>
<p>1.JANGAN MERUBAH(MEMUTAR TOMBOL  termostat saat</p>
<p>è  Listri padam</p>
<p>è  Menerima pengiriman vaksin baru</p>
<p>è  Pintu lemari es dalam kead terbuka</p>
<p>è  Suhu bagian dalam suhu stabil 2 – 8 ˚C</p>
<p>2. Atur termostat off pada suhu + 4˚C</p>
<p>3. Jangan merubah termostat sekalipun suhu diatas +8˚Cdisaat siang hari yg terik</p>
<p>4. Berjarak antar kotak vaksin utk sirkulasi udara</p>
<p>5. Setelah suhu stabil beri selotip!utk menghindari penyesuaian yg tdk di inginkan</p>
<p>6. Letakkan cold pack dibagian &#8230;&#8230;&#8230;..dan depan evaporator.letakkan vaksin yg peka pembekuan(DPT,TT,DT,HB) di bag depan jauh dr evaporator,beri tanda plester merah utk penempatan vaksin tsb</p>
<p>7. Tempatkan termometer &amp; freeze watch di antara kotak vaksin DPT,TT,DT,HB.Freeze match mendeteksi pembekuan</p>
<p>8. Catat suhu termometer dan kondisi freeze watch setiap pagi dan sore hari</p>
<p>9. Bersihkan refrigerator bila timbul bunga es</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>IMUNISASI</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PRINSIP PEMBENTU’K ANTIBODI</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="222" valign="top">Imunological Memory</p>
<p>(kontak   Hospes &amp; kuman patogen)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="222" valign="top">Mekanisme   Proteksi (adanya sintesis antibodi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="222" valign="top">Tubuh kebal thd infeksi</p>
<p>Pasif pd bayi yg akan d lahirkan</p>
<ol>
<li>Bayi umur 0 – 12 bln</li>
<li>Anak umur 12 bulan – 6 tahun</li>
</ol>
<p><strong>1. </strong><strong>Macam –macam kekebalan</strong></p>
<ol>
<li><strong>Kekebalan aktif</strong> adl kekeb yg d buat sen diri o/ tb,utk menolak thd s/ peny t3,dimn prosesnya lambat tp dpt b’thn lama.</li>
</ol>
<p>1.<strong>Kekeb aktif alami</strong> adl dmn tb anak m’buat kekeb sendiri stl m’al at sembuh dr s/ peny.ex= anak y derita campak stl sembuh tdk derita campak lagi krn tb’n telah m’buat zat penolak thd peny tsb</p>
<p>2.<strong>Kekeb aktif buatan</strong> adl kekeb y d buat o tb stl dpt imm at vaksin ,ex = anak y d beri vaksinasi bcg. dpt ,polio, campak</p>
<ol>
<li><strong>Kekeb pasif</strong> adl tb anak tdk m’buat zat AB sendiri ,ttp kekeb tsb d p’o/dr luar stl mpo zat penolak ,shg prosesnya cepat ttp tdk tahan lama.
<ol>
<li>Kekeb <strong>pasif alamiah</strong> /bawaan yi kekeb y d p’o by sejak lahir dr ibunya &amp; tdk b’langs lama(kurang lebih 5 bln stl lhr) ex:dipteri,morbili/campak &amp; tetanus</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>(cts àcampak m’hil usia 14 bln)</p>
<ol>
<li>Kekeb <strong>pasif buatan</strong> yi kekeb y d p’o stl m’dpt suntikan zat penolak ex : p’berian imunoglobulin ATS/ADS/HBIg</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B.VAKSIN</strong></p>
<p>Adl kuman at racun y dimatikan</p>
<p>1.  <strong>Jenis vaksin </strong></p>
<p><strong>a.vaksin dr kuman yg di lemahkan</strong></p>
<ol>
<li>Virus campak dlm vaksin campak</li>
<li>Virus polio dlm jenis sabin dlm vaksin polio</li>
<li>Kuman tbc dlm vaksin BCG</li>
</ol>
<p><strong>b.vaksin dr kuman yg dimatikan</strong></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong>Bakteri pertusis dr DPT<strong></strong></li>
<li><strong>2. </strong>Virus polio jenis salk dlm vaksin polio<strong></strong></li>
<li><strong>3. </strong>Racun kuman spt toksoid(TT),difteri toksoid dlm DPT<strong></strong></li>
<li><strong>4. </strong>Vaksin yg d buat dr protein yi Hepatitis B<strong></strong></li>
</ol>
<p>2.  <strong>Hal –hal y perlu d perhatikan dlm m’p’gunakan vaksin.</strong></p>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>Persyaratan  pemberian vaksin</strong></li>
</ol>
<p>1. Pd bayi &amp; anak yg sehat</p>
<p>2. Tdk boleh d berikan pd bayi at anak dlm kead sakit keras ,masa tunas suatu peny ,difisiengi imunologi &amp; fisik yg lemah</p>
<p>3. Vaksin hrs d simpan dlm lemari es &amp; belum lewat masa b’lakunya</p>
<p>4. P’berian imunisasi dg teknik yg tepat</p>
<p>5. Menget jadwal vaksinasi dg melihat umur &amp; jenis imm yg tepat</p>
<p>6. Memilih jenis vaksin yg akan d berikan</p>
<p>7. M’p’hati’k dosis y akan d berikan</p>
<ol>
<li><strong>b. </strong><strong>Cara pengambilan vaksin</strong></li>
</ol>
<p>1. Bag tengah tutup botol metal d buka,shg kelihatan karet</p>
<p>2. Tutup karet d desinfeksi</p>
<p>3. Ambil jarum strl dg spuit utk hisap vaksin dlm spuit</p>
<p>4. Kulit y akan d suntik d desinf kmd b’sih’k  air hangat br dlkk inj</p>
<p>jgn m’beri’k jarum suntik tetap t’tancap dlm tutup krn akan mudah&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">RESPON IMUNOLOGI</span></strong></p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong><span style="text-decoration:underline;">Respon primer</span></strong></li>
</ol>
<p>Adl.resp y/ tjd  stl p’br-an  imm awal</p>
<p>1. Fs laten/induktif adl kurun wkt ant p’br-an vaks &amp; timbul’n antiB dlm serum</p>
<p>-b’langs bbrp saat</p>
<p>-Proliferasi &amp; diferensiasi sel</p>
<p>2. Fs.logaritmik adl kurun wkt ssd periode laten d mn kadar antiB capai maksimum</p>
<p>3. Fs plateu adl puncak tbtk’n Anti b &amp; d p’thn’k bbrp lama</p>
<p>4. Fs p¯ titer antib adl sbg m­’n katabolisme thd antib dlm serum m’hilang</p>
<p>-          Kadar antib b’&lt; dg cepat kmd melambat(wkt b’var tgt pd kuali tas,kuantitas &amp;kecepatan sintesa p’belahan antib</p>
<p>-          Ig A,Ig M lebih cepat b’&lt; dr pd IgG<strong></strong></p>
<p>B.<strong>RESPON SEKUNDER</strong></p>
<p>Adl resp y tjd stl p’br-an antigen ulang o/ k/ ada’n sel memori</p>
<p>1. Fs negatif. àm¯’n  anti b  k/ t’ikat dg antigen yg masuk</p>
<p>2. Fs anamnestic/Reaction,d tandai dg</p>
<p>-   Periode laten pendek</p>
<p>-   Respon antibodi cepat timbul &amp; puncak titer antibodi &gt; lama d p’tahan’k</p>
<p>-   T’btk’n sejuml.sel memori guna m’ingat’k limfosit B agar m’prod  antibodi y sama.</p>
<p>-   Periode of decline mjd &gt; panjang mula2 tampak m¯ sementr,kmd m­</p>
<p>-   Juml sel anti b yg m’prod antibodi m­ (Imunologik memory)dpt b’tahan bbrp tahun &amp; beri dampak timbul’n kekebalan thd infeksi dlm wkt y lama</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>RESPON P’BENTUKAN AB STL STIMULASI DG IMMUNOGEN</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lihat gb</p>
<p>POLIO – DIFTERIA –CAMPAK – TETANUS NEO – TBC – BATUK REJAN</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>** IMUNISASI **</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Definisi </strong></p>
<p>Imm adl.s/ usaha u/ m’buat seseorg mjd kebal thd peny t3</p>
<p>Adl s/ upy utk m’dpt’k kekebalan thd s/ peny dg cr memasukkan kuman y sdh di lemah’k at dimatikan ke dlm tb</p>
<p>Imunitas/kekebalan adl daya tangkal seseorg thd s/ peny t3</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Bahan yg di berikan pd Imunisasi</strong></p>
<ol>
<li>Vaksin àantigen y dpt brp kuman y sdh mati at msh hidup ,ttp sdh d lemah’k</li>
<li>Serum àb’as dr hewan at mns yg m’and antibodi t3</li>
</ol>
<p><strong>3. </strong><strong>Macam2 kandungan pd setiap vaksin utk imunisasi aktif</strong></p>
<ol>
<li>Antigen ,yi bag t’penting dr vaksin y b’fs sbg zat at mikroba guna tjd’n semacam infeksi buatan ,dpt brp poly sakarida,toksoid at virus y d lemah’k at bakteri y d matikan</li>
<li>Pelarut biasa’n air steril ,ada yg brp cairan kultur jaringan</li>
<li>Preservatif , stabiliser &amp; antibiotika guna m’hindari tumbuhnya mikroba,skaligus utk stabilisasi antigen</li>
<li>Adjuvants,tdd garam aluminium y b’fs utk meningkat’k imunogenitas antigen</li>
</ol>
<p><strong>4. </strong><strong>Macam- macam imunisasi</strong></p>
<p>a.Imm aktif imm y d suntik’k vaksin</p>
<p>b.Imm pasif imm y d suntik’k serum</p>
<p><strong>5. </strong><strong>7an pemberian Imunisasi</strong></p>
<ol>
<li>u/ m’ceg tjd’n peny infeksi t3</li>
<li>a/b tjd peny.tdk akan t’ll parah &amp; dpt  m’ceg gx yg dpt timbul’k cacat at kematian.</li>
</ol>
<p>6. Sasaran Imunisasi</p>
<ol>
<li>Wnt pranikah at calon pengantin,d harap’k dpt beri kekeb pasif thd bayi y akan d lahirkan</li>
</ol>
<p>Wnt hamil , d hrp’k dpt m’br’k kekeb</p>
<p>Tjd pencemaran dg bakteri</p>
<p>1.hendaknya tiap penyuntikan d gn’k alat suntik yg baru utk m’ceg tjd resiko p’ceem vaksin</p>
<p>2.vaksin y kering stl d larutkan sgr pakai ,o sebab itu pd saat melaks vaksinasi hendak’n m’p’hitung’k juml bayi/anak y d imm &amp; vaksin y sisa tdk boleh d simpan lg</p>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>Proses terjadinya reaksi tb bayi &amp; anak stl  imm</strong>
<ol>
<li>Reaksi lokal : biasanya t’lihat pd t4 penyuntikan spt p’bengkakan yg kadang2 d sertai demam &amp; agak sakit</li>
<li>Reaksi umum : dpt tjd kejang2 ,syok,kesadaran menurun,gx neurologis lain,reaksi anapilaktik</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>1.<strong>Efek samping pemberian vaksin</strong></p>
<p>*BCG</p>
<p>1. Reaksi normal</p>
<p><strong><em>i. </em></strong>Bakteri (BCG)d dlm tb bekerja sgt lambat,stl 2 mgg tjd p’bengkakan kecil merah dg garis 10 mm</p>
<p><strong><em>ii. </em></strong>Stl 2 – 3 mgg kmd p’bengkakan mjd abses kecil yg kmd mjd luka dg garis tgh 10 mm</p>
<ol>
<li><strong><em>iii. </em></strong>Luka tsb akan sembuh sendiri &amp; meninggalk jaringan parut (scar)b’garis tengah 10mm</li>
</ol>
<p>2. Reaksi berat</p>
<p><strong><em>I. </em></strong>Tjd peradangan set4 yg agak berat at abses</p>
<p><strong><em>II. </em></strong>Tjd p’bengkak’an pd kelj limfa pd leher at ketiak</p>
<p>Hal tsb dpt d sebabkan o.k =</p>
<p>-          Kesalahan penyuntikan yg tll  dlm di bwh  kulit</p>
<p>-          Dosis yg d berikan tll bny</p>
<p>-          Alat yg d pakai tdk steril</p>
<p><strong>*DPT</strong></p>
<p>W        <strong>Reaksi normal</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong>Panas,kebny anak derita pns pd sore hari stl pagi dpt vaksin DPT ttp akan sembuh 1 hr</li>
<li><strong><em>2. </em></strong>Rs sakit daerah suntikan lamanya tdk lebih 1mgg</li>
</ol>
<p>W        <strong>Reaksi berat</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>1. </em></strong>Perdangan,bila p’bengkakan at rs sakit tjd semgg at &gt; ssd vaksinasi , Hal tsb àperadangan y d dpt o.k</li>
<li><strong><em>2. </em></strong>Kejang2 reaksi tsb jarang tjd ttp sebaik’n d ket petugas .reaksi ini d sebab’k komponenP dr vaksinDPT.mk anak y pernah m’dpt reaksi tsb tdk boleh d beri vaksin DPT &amp; sbg gantinya dpt d beri DT saja</li>
</ol>
<p><strong>*POLIO</strong> :</p>
<p>Eff samping umumnya tdk ada</p>
<p><strong>*CAMPAK</strong></p>
<p>àreaksi normal = panas &amp; kemerahan ,anak mungkin panas slm 1- 3 hr stl 7 – 10 hr penyuntikan ,kdg2 d sertai kemerahan spt penderita campak ringan</p>
<p>*<strong>TT</strong></p>
<p>Reaksi normal ànyeri kemerahan &amp; bengkak 1 – 2 hr pd t4 penyuntikan</p>
<p>àsembuh sendiri</p>
<p>Beri pengertian pd ibu mereka kembali lg utk melengkapi vaksinasinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*<strong>HEPATITIS B</strong></p>
<p>W Semua vaksin HB y b’edar d Ind aman d berikan by</p>
<p>W 95%efektif bila d berikan sblm t’papar virus HB at batas 7 hr stl kelahiran</p>
<p>W Eff.smpg y srg d jumpai = kemerahan,bengkak &amp; nyeri t4 suntik,pns badan,reaksi alergi</p>
<p>W Anak y pernah m’al reaksi hebat pd suntikan dahulu jgn beri suntikan lanjutan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4.<strong>KEBERHASILAN IMUNISASI</strong></p>
<p>B’gantung pd</p>
<p>a. Efektifitas vaksin.&#8211;&gt;vaksin y eff ialah bila p’br vaksin tsb mirip dg cr masuk kuman penyebab infeksi</p>
<p>b. Imm aktif m’br kekeb &gt;lama dr pd pasif</p>
<p>c.  Status antigen.Imm dg vaksin hidup &gt;efek tif d band dg imm dg vaksin yg d mati’k/d bunuh,sebab mengand antigen yg mam pu timbul’k &amp; m’p’thn’k efek imunogenik &amp; hospes keberhasilan imm.</p>
<p>d. P’br-an  vaksin gabungan .p’br-an vaksin virus b’sm tetap menimbulkan efek kekeb yg baik</p>
<p>e. Status imunologik dr hospes.keberhasilan imm tgt pula dr kekamp hospes mbtk anti bodi.dr hsl penelitian m’bukti’k bhw neo netus telah mampu mbtk kekeb stl imm.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5.<strong>jadwal p’berian imm pd bumil &amp; WUS</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="230">
<tbody>
<tr>
<td width="39" valign="top">Vak</p>
<p>sin</p>
<p>Bu</p>
<p>mil</td>
<td width="28" valign="top">P’br-an imm</td>
<td width="47" valign="top">Selang wkt p’ br-an</td>
<td width="40" valign="top">Umur khmln</td>
<td width="76" valign="top">Ket</td>
</tr>
<tr>
<td width="39" valign="top">TT</td>
<td width="28" valign="top">2X TT1 &amp; TTQ2</td>
<td width="47" valign="top">4mgg</td>
<td width="40" valign="top">3 – 4 bln</td>
<td width="76" valign="top">*wnt hml y sdh TT2 sewkt hml tdk d   beri’k lg</p>
<p>*boster d br’k stl 3 th</p>
<p>*Dosis    0,5 ml</p>
<p>*IM</td>
</tr>
<tr>
<td width="39" valign="top">WUS</td>
<td width="28" valign="top">2x TT1 &amp;2</td>
<td width="47" valign="top">4mgg</td>
<td width="40" valign="top">15- 35 th</td>
<td width="76" valign="top">Blm m;dpt</p>
<p>’k</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kontra Indikasi </strong></p>
<p><strong>BCG </strong>: sakit kulit berat &amp; menahun</p>
<p><strong>DPT</strong> : panas&gt;38,riw kejang demam,reaksi             b’&gt;&gt; stl imm sblm’n</p>
<p>Ex:suhu tb tg,kejang penurunan             kesadaran ,shock,&amp;reaksi       anaphilaktik</p>
<p>Ket = dosis berikutnya di berikan DT(tanpa P) tetap d anjurkan utk d lanjutkan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>7 <strong>jadwal p/berian imm by lahir d RS</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="57" valign="top">vaksin</td>
<td width="57" valign="top">P’berian</td>
<td width="57" valign="top">interval</td>
<td width="57" valign="top">Umur</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">BCG</td>
<td width="57" valign="top">1x</td>
<td width="57" valign="top">-</td>
<td width="57" valign="top">0-11bln</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">DPT</td>
<td width="57" valign="top">3x</td>
<td width="57" valign="top">4mg</td>
<td width="57" valign="top">2-11bln</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">Polio</td>
<td width="57" valign="top">4x</td>
<td width="57" valign="top">4mg</td>
<td width="57" valign="top">0-11bln</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">Campak</td>
<td width="57" valign="top">1x</td>
<td width="57" valign="top">-</td>
<td width="57" valign="top">9-11bln</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">Hb</td>
<td width="57" valign="top">3x</td>
<td width="57" valign="top">1-5bln</td>
<td width="57" valign="top">0-11 bln</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="226">
<tbody>
<tr>
<td width="56" valign="top">Umur</td>
<td width="170" valign="top">Antigen</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">0bln</td>
<td width="170" valign="top">HB1            BCG          POLIO 1</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">2 bln</td>
<td width="170" valign="top">HB2               DPT1           POLIO 2</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">3 bln</td>
<td width="170" valign="top">DPT 2             POLIO 3</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">4 bln</td>
<td width="170" valign="top">DPT 3            POLIO 4</td>
</tr>
<tr>
<td width="56" valign="top">9 bln</td>
<td width="170" valign="top">HB3          CAMPAK</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>8<strong>.jadwal pemberian imunisasi bayi lahir di rumah</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="226">
<tbody>
<tr>
<td width="57" valign="top">Umur</td>
<td colspan="3" width="170" valign="top">antigen</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">2bln</td>
<td width="57" valign="top">BCG</td>
<td width="57" valign="top">DPT1</td>
<td width="57" valign="top">Polio 1</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">3bln</td>
<td width="57" valign="top">HB1</td>
<td width="57" valign="top">Dpt2</td>
<td width="57" valign="top">Polio2</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">4bln</td>
<td width="57" valign="top">HB2</td>
<td width="57" valign="top">Dpt3</td>
<td width="57" valign="top">Polio3</td>
</tr>
<tr>
<td width="57" valign="top">9bln</td>
<td width="57" valign="top">Hb3</td>
<td width="57" valign="top">campak</td>
<td width="57" valign="top">Polio4</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>PENGERTIAN</li>
</ol>
<p><strong>Imm aktif</strong> adl p’br an zat y b’laku shg tjd s/ proses infeksi buatan shg tb m’al reaksi imonologi spesifik y akan m’hsl’k respon seluler &amp; humoral s’ta d produksinya sel memory .shg bila benar2 tjd infeksi tb scr cepat merespon dh hsl akhir t’hindar dr infeksi.</p>
<p>Di hsl’k memori cell y akan bereaksi scr cepat jk ada mikroba y sebelumnya sdh masuk &amp; kmd menyerang lagi</p>
<p><strong>Imunisasi pasif</strong> adl p’bran zat imomoglobin (zat y d hsl’k mll proses infeksi b’asal dr plasma mns at binatang)</p>
<p>-     Tdk b’btk memori d mn tb t’lindungi slm usia sirkulasi antibodi yg d berikan.7annya utk m’atasi mikroba  yg sdh masuk &amp; sgt beresiko bg mns</p>
<p>-     Contoh</p>
<ol>
<li>Plasma mns</li>
</ol>
<p>-    HB Ig utk cegah peny.hepatitis</p>
<p>-    R Ig utk cegah rabies</p>
<p>-    T Ig utk cegah tetanus</p>
<p>-    VZ utk cegah varicella</p>
<ol>
<li>Plasma binatang</li>
</ol>
<p>-    ADS(anti difteri serum)</p>
<p>-    ATS (anti tetanus serum)</p>
<p>-    Anti toksin batulism</p>
<p>-    Anti toksin utk rabies</p>
<ol>
<li><strong>Sistem pertahanan tb humoral </strong>menghasilkan
<ol>
<li><strong>Ig G</strong> : AB y tdpt dlm cairan b’sirkulasi penting u/ melawan infeksi &amp; mampu menembus plac ibu ke anak</li>
<li><strong>Ig M</strong> : AB y tdpt dlm cairan y b’sirkulasi umum’n mrp AB y d sintesis pd awal respon</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>Ig A :1)</strong> AB y d hsl’k o/ jar lympoid d sekresi kan k dlm cairan y b’sirkulasi menempel ke  mas cell/jar basofil.<strong>2)</strong> utk p’aturanpermeabilitas pembul drh</p>
<ol>
<li>Ig D : sedikit y d ket fungsinya</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>**** JENIS VAKSIN DAN BAHAN ADITIF****</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pd dsr jenis vaksin y d gn’k sgt m’p’ar cr imm</p>
<p>-          T4 penyuntikan</p>
<p>-          Ronte</p>
<p>-          Dosis</p>
<p>-          Lama kekeb y d dpt</p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Live actenuated vaccine</strong></li>
</ol>
<p>-     T’buat dr kuman /virus y d lemah’k (BCG, demam thypoid oral/MMR,polio oral,demam kuning</p>
<p>-     D p’ar AB y beredar scr transplacenta</p>
<p>-     Umumnya virus hidup d berikan 1x/2x</p>
<p>-     M’beri’k kekeb seumur hidup</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Inactived vaccine</strong></li>
</ol>
<p>-     T’buat  dr virus/bakteri y d mati’k (DPT,hepatitis A,TT,HIB,rabies,polio suntikan)</p>
<p>-     Tdk di pengaruhi o/ AB humoral(AB yg b’edar dlm drh)</p>
<p>-     Vaksin jns ini sll m’butuh’k suntikan ulang (VI,utk menyiap’k respon imun &amp; berikut’n utk menimbul’k boster)</p>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>Poly saccarida vaccine</strong></li>
</ol>
<p>-     Vaksin insctived yg fraksional (sub unit y mrp kerangka kapsul kuman t3)</p>
<p>Vaksin pneumococcus</p>
<p>Vaksin meningococcus</p>
<p>Vaksin H Influenza</p>
<p>-     Vaksin ini sll imonogenik pd anak d bwh 2 th</p>
<p>-     Tdk menimbulkan respon boster</p>
<p>-     Sebag besar m’andung Ig M,sedikit IgG shg kurang b’manfaat</p>
<ol>
<li><strong>4. </strong><strong>Recombinant vaccine</strong></li>
</ol>
<p>-     Vaksin yg d buat dg rekayasa genetika</p>
<p>(scr proses peragaan)àprod vaksin scr besar2an</p>
<p>Vaksin hepatitis B</p>
<p>Vaksin typhoid Ty21a</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=17&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/cold-chain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERDARAHAN PERVAGINAM</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/perdarahan-pervaginam/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/perdarahan-pervaginam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 15:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/perdarahan-pervaginam/</guid>
		<description><![CDATA[1. ABORTUS SPONTAN=pengeluaran hasil konsepsi secara sponntan/tanpa di induksi( batasan umur kehamilan 20 mg / berat janin &#60; 500 gr) 2. ABORTUS IMINEN= kehamilan yang terancam ( setiap ada perdarahan pervaginam)bisa disertai gejala nyeri akibat kram pada abdomen bawah/nyeri punggung bawah prognosis buruk bila disertai nyeri  diagnosis dg pmx fisik;serub beta Hcg dan progesteron [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=14&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.	ABORTUS SPONTAN=pengeluaran hasil konsepsi secara sponntan/tanpa di induksi( batasan umur kehamilan 20 mg / berat janin &lt; 500 gr)<br />
2.	ABORTUS IMINEN= kehamilan yang terancam ( setiap ada perdarahan pervaginam)bisa disertai  gejala nyeri akibat kram pada abdomen bawah/nyeri punggung bawah prognosis buruk bila disertai nyeri   diagnosis dg pmx fisik;serub beta Hcg dan progesteron dan USG<br />
3.	ABORTUS INSIPIEN = aborsi spontan tidak dapat dihentikan,aborsi ini terjadi ketika ada pembukaan servik dan atau pecah ketuban disertai perdarahan dan nyeri abdomen bawah /punggung bawah<br />
4.	ABORTUS INKOMPLETUS = terjadi ketika plasenta tidak di keluarkan bersama janin saat aborsi .plasenta sebagian atau semuanya  yang tertinggal yang pada akhirnya menyebabkan perdarahan<br />
5.	MISSED  ABORTION = janin telah meninggal tapi hasil konsepsi masih masih ada didalam rahim<br />
6.	ABORTUS HABITUALIS = istilah untuk wanita yang mwngalami keguguran selama 3 kali berturut – turut<br />
7.	KEHAMILAN EKTOPIK = terjadi ketika penanaman blastokis di luar rahim<br />
8.	MOLA HIDATIDOSA = kehamilan yang secara genetik tidak normal ,yang muncul dalam bentuk kelainan perkembangan placenta</p>
<p>TEST PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA PRE- EKLAMSIA(hal 647 varney)<br />
1.	Hb + Hmt  meningkat (krn hemokonsentrasi)-(perpindahan cairan intravaskular ke ekstravaskular sebabkan edema)<br />
2.	Trombocyt menurun &lt; 100.000 (PEB)<br />
3.	Asam urat serum meningkat (penurunan klirens ginjal)- ( peningkatan serum asam urat menandakan penurunan eksresi asam urat<br />
4.	BUN(blood urea nitrogen)<br />
normal (PER)<br />
meningkat (penurunan aliran darah ke ginjal dan laju filtrasi glomerulus mengindikasikan pre eklamsi berat)-(peningkatan BUN 2 kali lipat menandakan penurunan aliran darah ke ginjal sebesar 50 % )<br />
5.	Kreatinin serum <br />
6.	Kreatinin klirens</p>
<p>kandidiasis vulvo vagina<br />
predisposisi = kehamilan ,terapi antibiotik spektrum luas ,DM,makanan tinggi gula olahan,obesitas, HIV, penggunaan kortikosteroid ,hormon t.u  estrogen<br />
gambaran klinis = adanya rabas berwarna putih ,spt keju,dengan plak lengket putih /putih kekuningan ,/bercak pada dindinng vagina.<br />
Keluhan = gatal yang hebat ,kemerahan ,edema ,ekskoriasi pada vulva dan vagina(secara umum tdk bau ,pH vag normal)<br />
Therapi = ketokonasol/flukonasol tablet oral dan mudah diserap,ketokonasol adl obat yg sangat kuat tapi mpy efek hepatik ,sedang flukonasol mpy bbrp efek samping pada saluran cerna</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=14&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/perdarahan-pervaginam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/hello-world/</link>
		<comments>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 10:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emy.Mukhram Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://emypanca.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=1&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/emypanca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/emypanca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/emypanca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/emypanca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/emypanca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/emypanca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/emypanca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/emypanca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/emypanca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/emypanca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/emypanca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/emypanca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/emypanca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/emypanca.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=emypanca.wordpress.com&amp;blog=18834364&amp;post=1&amp;subd=emypanca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://emypanca.wordpress.com/2011/01/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c64eef5aefaf545303cf325cc7d2595?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">emypanca</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
